Harga Kayu Bakar Naik

Kompas.com - 09/06/2008, 18:52 WIB
Editor

TEGAL, SENIN - Harga kayu bakar di Kota Tegal naik, menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal itu juga diimbangi dengan tingginya permintaan baban bakar tersebut. Sejumlah ibu rumah tangga memilih menggunakan kayu bakar karena kayu lebih mudah diperoleh, dibandingkan dengan minyak tanah.

Samsidik (52), pedagang kayu bakar di Jalan Werkudoro Kota Tegal, Senin (9/6) mengatakan, kenaikan harga kayu bakar mencapai sekitar 20 persen. Hal itu akibat naiknya harga kulakan kayu, serta naiknya biaya angkut. Selama ini, ia membeli kayu dari wilayah Cacaban dan Margasari, Kabupaten Tegal.

Harga satu ikat kecil kayu bakar naik dari Rp 1.600 menjadi Rp 1.900, harga satu ikat sedang kayu bakar naik dari Rp 1.800 menjadi Rp 2.200, sedangkan harga satu ikat besar kayu naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.000.

Meskipun harga kayu naik, permintaan kayu bakar tetap tinggi. Rata-rata dalam sehari ia mampu menjual 100 hingga 150 ikat kayu bakar. Sebagian besar konsumennya merupakan ibu rumah tangga dan pedagang makanan. Kayu bakar yang paling banyak diminati yaitu kayu bakar dalam ikatan kecil. Kayu dalam ikatan besar hanya laku saat musim hajatan.

Menurut dia, tingginya permintaan kayu bakar diduga akibat pengaruh kenaikan harga BBM. Selain mahal, minyak tanah juga sulit diperoleh. Meskipun sudah mengantri selama beberapa jam di pangkalan, volume minyak tanah yang diperoleh terbatas.

Intan (20), penjual kayu bakar lainnya di Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal mengatakan, harga kayu bakar memang naik, setelah terjadi kenaikan harga BBM. Harga satu ikat kecil kayu naik dari Rp 1.700 menjadi Rp 1.900, sedangkan harga satu ikat besar naik dari Rp 6.500 menjadi Rp 7.000.

Menurut dia, setelah terjadi kenaikan harga BBM, permintaan kayu bakar naik. "Kenaikan permintaan terutama berasal dari ibu rumah tangga. Sebelumnya mereka hanya beli dua ikat kecil per hari, saat ini menjadi tiga ikat kecil kayu bakar per hari," ujarnya.

Rodiatun (38), warga Kelurahan Bandung, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal mengatakan, kenaikan harga kayu bakar sebenarnya menambah beban pengeluaran. Namun, penggunaan kayu bakar tetap lebih murah bila dibandingkan dengan penggunaan minyak tanah. Selain itu, kayu juga lebih mudah diperoleh, bila dibandingkan dengan minyak tanah.

Selama ini, ia membutuhkan dua ikat kecil kayu bakar per hari. Harga satu ikat kecil kayu naik dari Rp 800 menjadi Rp 1.500. Bila menggunakan minyak tanah, ia membutuhkan sekitar 1,5 liter per hari. Harga eceran minyak tanah di wilayahnya mencapai Rp 3.500 per liter.

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Pilkada 2020, Kabareskrim Perintahkan Bentuk Satgas Anti-Politik Uang

Jelang Pilkada 2020, Kabareskrim Perintahkan Bentuk Satgas Anti-Politik Uang

Nasional
Golkar Gelar Rapat Konsolidasi untuk Petakan Kader Potensial pada Pilkada 2020

Golkar Gelar Rapat Konsolidasi untuk Petakan Kader Potensial pada Pilkada 2020

Nasional
Arab Saudi Tangguhkan Kunjungan Umrah, Menag Minta Calon Jemaah Memahami

Arab Saudi Tangguhkan Kunjungan Umrah, Menag Minta Calon Jemaah Memahami

Nasional
Waketum Golkar Klaim Tak Bicara Mahar Politik pada Pilkada 2020

Waketum Golkar Klaim Tak Bicara Mahar Politik pada Pilkada 2020

Nasional
Desak Pansus Jiwasraya, Demokrat Ingatkan DPR Bukan Kantor Cabang Eksekutif

Desak Pansus Jiwasraya, Demokrat Ingatkan DPR Bukan Kantor Cabang Eksekutif

Nasional
Ini Usul Perludem soal Pelaksanaan Pemilu 2024 agar Tak jadi Beban Penyelenggara

Ini Usul Perludem soal Pelaksanaan Pemilu 2024 agar Tak jadi Beban Penyelenggara

Nasional
AJI Keberatan soal Surat Edaran MA Larang Wartawan Rekam Persidangan

AJI Keberatan soal Surat Edaran MA Larang Wartawan Rekam Persidangan

Nasional
KPU Akan Berikan Saran ke DPR soal Model Pemilu Serentak yang Ideal

KPU Akan Berikan Saran ke DPR soal Model Pemilu Serentak yang Ideal

Nasional
Komisi VIII: Arab Saudi Seharusnya Cukup Berpengalaman Hadapi MERS

Komisi VIII: Arab Saudi Seharusnya Cukup Berpengalaman Hadapi MERS

Nasional
KPK Soroti Perubahan Pengajuan Dana Hibah KONI, dari Rp 16 Miliar ke Rp 27 Miliar

KPK Soroti Perubahan Pengajuan Dana Hibah KONI, dari Rp 16 Miliar ke Rp 27 Miliar

Nasional
Soal Penangguhan Visa Umrah, Menko PMK: Sabar dan Ikhlas, Ibadah Jangan Ngotot

Soal Penangguhan Visa Umrah, Menko PMK: Sabar dan Ikhlas, Ibadah Jangan Ngotot

Nasional
MK Putuskan Pilpres-Pileg Serentak, Perludem: Jangan Seperti Pemilu 2019

MK Putuskan Pilpres-Pileg Serentak, Perludem: Jangan Seperti Pemilu 2019

Nasional
Nawawi Pomolango: Setengah Persoalan KPK Terjawab kalau Harun Masiku Ditangkap

Nawawi Pomolango: Setengah Persoalan KPK Terjawab kalau Harun Masiku Ditangkap

Nasional
Menlu Minta WNI yang Telanjur Tiba di Arab Saudi Diperbolehkan Umrah

Menlu Minta WNI yang Telanjur Tiba di Arab Saudi Diperbolehkan Umrah

Nasional
Indonesia Bebas Corona, Menlu Pertanyakan Penangguhan Umrah

Indonesia Bebas Corona, Menlu Pertanyakan Penangguhan Umrah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X