Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia Raih SK Trimurti Award 2008 - Kompas.com

Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia Raih SK Trimurti Award 2008

Kompas.com - 05/06/2008, 23:23 WIB

JAKARTA, KAMIS - Sekretaris Jendral (Sekjen) Koalisi Perempuan Indonesia, Masruchah di Jakarta, menerima SK Trimurti Award 2008 yang dipersembahkan oleh Aliansi Jurnalis Independen Jakarta (AJI Jakarta) atas perjuangannya dalam mengangkat martabat kaum perempuan.
    
"Masruchah kami nilai konsisten dalam garis perjuangannya untuk  mengangkat martabat kaum perempuan dan melindungi mereka dari gangguan kelompok masyarakat lain yang tidak mengindahkan prinsip kesetaraan jender," kata Ketua Divisi AJI Jakarta, Dian Yuliastuti seusai acara "Malam Mengenang SK Trimurti" di Jakarta.

Acara "Malam Mengenang SK Trimurti" berlangsung di Institut Global Justice, Menteng, Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri putra SK Trimurti, Heru Baskoro yang datang beserta istri, beberapa sahabat SK Trimurti, aktivis lembaga non pemerintah, tokoh pers, dan wartawan.
    
SK Trimurti Award adalah penghargaan yang diberikan kepada aktivis dan wartawan perempuan yang berjuang untuk kebebasan pers dan kebebasan berekspresi.  Masruchah merupakan penerima penghargaan SK Trimurti Award yang pertama.
    
SK Trimurti adalah wartawan tiga jaman, mantan menteri di era Soekarno, dan pejuang legendaris Indonesia. Ia meninggal dunia pada Selasa, 20 Mei 2008 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
    
"AJI Jakarta menyelenggarakan penghargaan SK Trimurti ini sebagai apresiasi atas jasa besar beliau dan berharap semangat dan prinsip hidup beliau dipahami dan dilaksanakan oleh generasi berikutnya," katanya.
    
Pemilihan pemenang dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas Agus Sudibyo (aktivis kebebasan pers), Eko Bambang Subiantoro (aktivis perempuan), dan Luvyana (Divisi Perempuan AJI Indonesia).     
"Rapat penentuan pemenang dilakukan pada 20 Mei lalu melalui rapat penentuan pemenang. Setelah penjurian selesai, saya mendapat kabar sekitar pukul 20.00 WIB bahwa Ibu SK Trimurti meninggal," katanya.
    
Ia menjelaskan aspek yang dipertimbangkan dalam penentuan pemenang adalah aspek dampak kegiatan calon pemenang terhadap publik, aspek tingkat kesulitan yang dihadapi calon pemenang, aspek inovasi dari strategi yang digunakan, dan aspek konsistensi perjuangan.
    
Masruchah mengaku terharu, bangga, sekaligus malu sebagai penerima penghargaan tersebut. Ia terharu karena di tengah kondisi politik semacam ini ada pihak-pihak yang masih berpikir untuk memberi penghargaan pada jurnalis atau aktivis atas perjuangannya.
    
"Tapi saya juga malu kalau saya dibandingkan dengan Ibu SK Trimurti. Saya belum apa-apa kalau melihat dan perjuangan beliau yang sangat besar bagi negeri ini," katanya.
    
Dengan penghargaan tersebut, Masruchah mengaku akan terus berjuang dengan mengedepankan kejujuran dan akuntabilitas. (LIN/ANT/WIP)
   


Editor

Close Ads X