Pemerintah Dukung Keberadaan Uraltrac Rusia di Kaltim - Kompas.com

Pemerintah Dukung Keberadaan Uraltrac Rusia di Kaltim

Kompas.com - 02/06/2008, 07:40 WIB

Laporan Wartawan Kompas.com, Glori K Wadrianto

MOSKWA, SENIN -- Pemerintah melalui Duta Besar Indonesia untuk Rusia Hamid Awaluddin menyambut baik komitmen ChTZ Uraltrac Rusia untuk membangun pabrik di Kalimantan Timur.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Wisma Indonesia, Moskwa, Minggu malam (Senin, 2/6), dengan delegasi PT Minang Jordanindo yang dipimpin Direktur Utama Bonny Z Minang, --sebagai rekanan Uraltrac--,  Hamid mengundang  PT Minang Jordanindo untuk hadir dalam pekan Indonesia (Indonesian Week) yang akan diselenggarakan di Moskwa bulan September mendatang. "Kami ingin kalian menjadi role model bagi pengusaha-pengusaha di Rusia dan di Indonesia, bahwa saat ini telah ada kerjasama alih teknologi yang dapat dijalankan dengan Rusia," kata Hamid.

Sebelum ini, pada akhir pekan lalu, Hamid pun telah meninjau langsung keberadaan pabrik Uraltrac di Chelyabinks, --sekitar dua jam penerbangan dari Moskwa. Di pabrik yang pada masa perang dunia II memproduksi tank untuk pasukan Rusia tersebut, Hamid menyaksikan sebagian proses produksi. "Awalnya saya ragu. Tapi setelah saya lihat sendiri, Anda telah melakukan kerja raksasa yang visioner. Bukan membeli tapi melakukan hubungan dengan alih teknologi. Bayangkan jika skrupnya saja bisa diproduksi di Indonesia, berapa banyak rakyat yang akan mendapatkan pekerjaan," kata Hamid.

Sementara mengenai dukungan Pemerintah Indonesia, Hamid sendiri yang menyampaikannya pada Direktur Utama Uraltrac Valery M.Platonov akhir pekan lalu di Chelyabinks. "Kami mendukung sepenuhnya segala upaya Uraltrac untuk melakukan alih teknologi di Indonesia. Kami jamin Uraltrac akan sukses di Indonesia, karena kualitas produk dan tingkat kebutuhan alat berat yang tinggi," ujarnya kala itu.

Lebih jauh Hamid berharap agar sejumlah kesepahaman kerjasama sejenis yang telah ditandatangani sebelumnya dapat segera terealisasi.  September 2007 lalu,  Rusal dengan PT Aneka Tambang, Pertamina dengan Lukoil, dan Bank Mandiri dan Alfa Bank menandatangani kesepahaman di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Vladimir Putin, di samping PT Minang Jordanindo dengan ChTZ Uraltrac.


Editor

Close Ads X