Bill Gates Berbagi Mimpi

Kompas.com - 09/05/2008, 18:12 WIB
Editor

JAKARTA, JUMAT - Kesempatan mengunjungi Indonesia dimanfaatkan Bill Gates untuk berbagi mimpi-mimpinya di masa depan. Di hadapan 250 delegasi dari 25 negara Asia dalam Goverment Leaders Forum (GLF) di Jakarta, Jumat (9/5), pendiri dan Chairman Microsoft itu menyampaikan revolusi teknologi yang sedang dikembangkan Microsoft.

Dengan perkembangan hardware dan software yang begitu pesat, komputer tidak lagi didominasi PC. Ponsel, misalnya, bukan lagi sekadar perangkat suara namun menjadi komputer itu sendiri yang dilengkai hardware dan software berkinerja tinggi. Begitu pula dengan perangkat-perangkat rumah tangga yang tak dibayangkan sebelumnya.

Bill Gates mengatakan teknologi di masa depan akan dapat bekerja lebih alami. Kuncinya adalah teknologi pengenalan yang lebih cepat seperti teknologi pengenalan suara dan teknologi layar sentuh.

"Di masa depan, meja setiap pekerja adalah perangkat sentuh," ujarnya bersemangat. Mimpinya bukan lagi khayalan. Pusat riset Microsoft sudah merancang prototipe-prototipe teknologi yang akan digunakan dalam perangkat-perangkat masa depan.

Dalam video yang diputar, digambarkan bagaimana kelak orang sangat terbantu dengan teknologi layar sentuh. Tidak hanya di perangkat genggam, namun juga merambah kartu identitas bahkan meja.

Salah satu prototipe adalah aplikasi untuk dokter yang diperagakan langsung oleh Craig Mundie, Chief Research and Strategy Microsoft Corporation. Dengan software berbasis kecerdasan buatan, alat ini dapat menganalisis penyakit, melakukan diagnosis, hingga menentukan dan mencetak resep obat yang sesuai dalam waktu singkat. Perangkat tersebut dapat menganalisis data yang sangat kompleks dalam waktu singkat karena didukung software dan hardware yang memiliki kinerja sangat tinggi.

"Kalau sekarang hal tersebut harus dilakukan superkomputer, sebuah desktop dalam waktu dekat dapat melakukan analisis semacam ini," ujar Craig.

Ia memang baru mendemokan fungsinya saja dan perangkat tersebut belum tersedia di pasaran. Namun, apa yang akan terjadi seperti ini sudah di depan mata. Di bidang kesehatan, riset Microsoft fokus pada beberapa hal terkait smart medicare, advance advisors, personal monitoring, global resources, dan personal wireless diagnosics.

"Dengan pengembangan teknologi yang makin kompleks kita dapat membuat sesuatu ibarat mengubah fiksi ilmiah ke dunia nyata," tandas Craig. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X