Album Ketiga Tangga Jadi OST Film Lost In Love - Kompas.com

Album Ketiga Tangga Jadi OST Film Lost In Love

Kompas.com - 25/04/2008, 00:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS – Grup Tangga meluncurkan album ketiganya berjudul Lost in Love pada saat film Lost in Love arahan sutradara debutan baru Rahmania Arunita di F Bar Cafe EX Plaza, Jakarta, Kamis (24/4).
 
Lagu-lagu terbaru grup yang beranggotakan Chevrina Anayang, Mohammed Kamga, Nerra Merlin, dan Tahir “Tata” Hadiwijoyo itu dibalut dalam jenis pop manis yang mengalun dalam iringan musik yang cukup variatif. Penikmat akan diajak "menyantap" musik-musik slow medium dengan aransemen yang berbeda pada setiap lagu. Dalam album terbaru ini, terdapat 10 lagu baru berbahasa Indonesia, dan 3 insert dalam bahasa Perancis.
 
“Saya memilih Tangga untuk mengisi soundtrack dalam film ini karena memang saya ngefans pada grup vokal ini. Musiknya yang khas anak muda cocok dengan cerita Lost In Love yang sedih, lucu, dan yang pasti penuh cinta,” ujar Rahmania Arunita yang juga penulis novel yang menjadi dasar film itu dengan judul serupa, sesuai konferensi pers. 

Para personel Tangga mengaku bahwa menyajikan karya musik untuk mengisi soundtrack film bukanlah hal yang mudah. Namun bagi mereka hal itu justru menjadi tantangan. “Kita ingin menjadi grup vokal yang solid untuk menginspirasi anak muda saat ini” ujar Chevrina Kamga, yang dipertegas oleh Nerra, dan Tata.
 
Lagu Kesempatan Kedua dipilih menjadi single pertama. Lagu ini "mengisahkan" rasa sesal (seorang pria) yang begitu nyata terhadap sang kekasih. “Film ini film cinta, maka lagu-lagu di dalamnya pun harus mampu menggambarkan cinta di dalamnya,” kata Kamga.
 
Penggarapan musik Tangga kali ini dipercayakan kepada Harry Budiman, yang selalu berada di dala komunitas ini sejak Tangga membuat album pertama. Harry Budiman dan Johandi Yahya berperan sebagai produser untuk album ketiga Tangga, yang merupakan produk SonyBMG Indonesia. (C5-08)


Editor

Terkini Lainnya

Program Kirim Buku Gratis Tetap Dilanjutkan Sampai Desember

Program Kirim Buku Gratis Tetap Dilanjutkan Sampai Desember

Nasional
Terbukti Genosida, 2 Pemimpin Khmer Merah Ini Dipenjara Seumur Hidup

Terbukti Genosida, 2 Pemimpin Khmer Merah Ini Dipenjara Seumur Hidup

Internasional
Pembunuh Satu keluarga di Bekasi Dikenal Kurang Bersosialisasi

Pembunuh Satu keluarga di Bekasi Dikenal Kurang Bersosialisasi

Megapolitan
Gubernur DKI: Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai 500 Ton, Tak Mungkin Selesai 2 Jam

Gubernur DKI: Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai 500 Ton, Tak Mungkin Selesai 2 Jam

Megapolitan
Patung Jenderal Sudirman 'Hidup', Pindahkan Mobil yang Lintasi 'Busway'

Patung Jenderal Sudirman "Hidup", Pindahkan Mobil yang Lintasi "Busway"

Megapolitan
Ingin Hasilkan ASN Berkualitas, BKN Tak Mau Turunkan Passing Grade Tes CPNS

Ingin Hasilkan ASN Berkualitas, BKN Tak Mau Turunkan Passing Grade Tes CPNS

Regional
Polres Gresik: Pelanggar Operasi Zebra Turun, E-Tilang Tetap Diterapkan

Polres Gresik: Pelanggar Operasi Zebra Turun, E-Tilang Tetap Diterapkan

Regional
PM Abe Kunjungi Darwin, Kota yang Pernah Dibom Jepang 75 Tahun Lalu

PM Abe Kunjungi Darwin, Kota yang Pernah Dibom Jepang 75 Tahun Lalu

Internasional
Kuasa Hukum Baiq Nuril Upayakan Tunda Eksekusi Putusan MA

Kuasa Hukum Baiq Nuril Upayakan Tunda Eksekusi Putusan MA

Megapolitan
Wisely Tidak Menyangka Surat Terima Kasihnya kepada Polisi Jadi Viral

Wisely Tidak Menyangka Surat Terima Kasihnya kepada Polisi Jadi Viral

Regional
Hidayat Nur Wahid: Siapa Bilang Pak SBY Marah?

Hidayat Nur Wahid: Siapa Bilang Pak SBY Marah?

Nasional
Fakta Rumah Klasik 'Bohemian Rapsody' di Blitar, Bukan Bangunan Lama hingga Dianggap Berhantu

Fakta Rumah Klasik "Bohemian Rapsody" di Blitar, Bukan Bangunan Lama hingga Dianggap Berhantu

Regional
Sebelum Diperiksa sebagai Tersangka, Idrus Marham Pamer Buku Karyanya

Sebelum Diperiksa sebagai Tersangka, Idrus Marham Pamer Buku Karyanya

Nasional
Tawurji, Tradisi Sedekah Keraton di Cirebon, dan Konteks yang Terlupakan (3)

Tawurji, Tradisi Sedekah Keraton di Cirebon, dan Konteks yang Terlupakan (3)

Regional
Pria Pensiunan Ini Menangi Hadiah Lotre Senilai Rp 4,9 Triliun

Pria Pensiunan Ini Menangi Hadiah Lotre Senilai Rp 4,9 Triliun

Internasional

Close Ads X