Imlek, Prosesi Pernikahan China Peranakan Hanya Bertahan di Tiga Kota

Kompas.com - 05/02/2008, 18:16 WIB
Editor

JAKARTA, SELASA - Prosesi Pernikahan ala China Peranakan, saat ini hanya bertahan di tiga kota, yaitu Tangerang, Padang dan Makassar. Hal ini disebabkan semakin kuatnya pengaruh budaya modern, sehingga warga China Peranakan meninggalkan budaya tradisionalnya.

Demikian dikatakan pengamat dan peneliti Budaya Tionghoa, David Kwa, seusai memandu prosesi pernikahan China Peranakan di Mal Ciputra, Jakarta Barat, Selasa (5/2).

"Karena banyaknya pengaruh dari luar, banyak generasi muda yang sepertinya sudah tidak mau tahu dengan dengan budaya tradisional. Tapi yang masih banyak dilakukan terutama di Tangerang, yang masih sangat kuat budaya China-nya," papar David.

Perbedaan prosesi di Tangerang, Padang, dan Makassar, menurut David, lebih banyak dipengaruhi budaya lokal. Tradisi di Tangerang misalnya, lebih banyak dipengaruhi budaya Sunda dan Melayu. Sedangkan di Padang, selain perbedaan makanan juga penutup kepala.

"Kalau di Jabotabek itukan pakai mahkota penutup kepala kembang goyang, kalau di Padang pakai penutup kepala sendiri. Di Makassar, saya belum pernah lihat langsung ya, jadi tidak begitu tahu letak perbedaannya," lanjut David.

Ditambahkan David, mengenai makanan yang dihidangkan saat prosesi ada 12 macam. Angka 12 ini menandai 12 bulan dalam setahun. Maknanya, pasangan pengantin diharapkan dapat menjalani bahtera rumah tangganya dengan segala suka dan duka dalam setahun penuh.

Makanan itu diantaranya, sambal ubi goreng, abon, ayam goreng, opor ayam, pencok dan serundeng.

Prosesi pernikahan China Peranakan di Indonesia, dilaksanakan selama 3 hari penuh, sementara di Malaysia lebih lama lagi, 12 hari. Prosesi ini merupakan tradisi Dinasti Qing tahun 1644-1911. Kata David, karena orang China yang masuk ke Indonesia berada pada periode tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kompol IZ Jadi Kurir Narkoba di Riau, Mabes Polri: Ancamannya Hukuman Mati

Kompol IZ Jadi Kurir Narkoba di Riau, Mabes Polri: Ancamannya Hukuman Mati

Nasional
Menkes: Terima Kasih atas Pengabdian Tulus Para Dokter...

Menkes: Terima Kasih atas Pengabdian Tulus Para Dokter...

Nasional
Ketum Golkar: Target Menang Pilkada 60 Persen, Langkah Awal Rebut Kejayaan 2024

Ketum Golkar: Target Menang Pilkada 60 Persen, Langkah Awal Rebut Kejayaan 2024

Nasional
Jokowi Ungkap Alasan RUU Cipta Kerja Dikebut di Tengah Pandemi

Jokowi Ungkap Alasan RUU Cipta Kerja Dikebut di Tengah Pandemi

Nasional
Ketum Golkar: UU Cipta Kerja Terobosan Historis Tanpa Paksaan Siapa Pun

Ketum Golkar: UU Cipta Kerja Terobosan Historis Tanpa Paksaan Siapa Pun

Nasional
Kasus Red Notice, Djoko Tjandra dan 2 Jenderal Polisi Jalani Sidang Perdana Selasa Pekan Depan

Kasus Red Notice, Djoko Tjandra dan 2 Jenderal Polisi Jalani Sidang Perdana Selasa Pekan Depan

Nasional
Virolog: Vaksin Covid-19 Sulit Diterima Publik jika Belum Lolos Uji Klinis Fase 3

Virolog: Vaksin Covid-19 Sulit Diterima Publik jika Belum Lolos Uji Klinis Fase 3

Nasional
Mahfud: Dokter Harus Berpihak pada Kelangsungan Hidup Manusia

Mahfud: Dokter Harus Berpihak pada Kelangsungan Hidup Manusia

Nasional
Ini Lima Langkah Efektif Cegah Covid-19 di Pesantren dari Epidemiolog

Ini Lima Langkah Efektif Cegah Covid-19 di Pesantren dari Epidemiolog

Nasional
Di HUT IDI, Mahfud Tegaskan Penanganan Kesehatan dan Ekonomi Harus Bersamaan

Di HUT IDI, Mahfud Tegaskan Penanganan Kesehatan dan Ekonomi Harus Bersamaan

Nasional
Pusat Keramaian Sumedang Dipantau CCTV, Warga Tak Pakai Masker Langsung Ditindak

Pusat Keramaian Sumedang Dipantau CCTV, Warga Tak Pakai Masker Langsung Ditindak

Nasional
Tanpa Harus Keluar Rumah, Layanan BPJS Kesehatan Bisa Diakses lewat Pandawa

Tanpa Harus Keluar Rumah, Layanan BPJS Kesehatan Bisa Diakses lewat Pandawa

BrandzView
Ganjar Sebut Ada Kepala Daerah Sengaja Tak Tes Covid-19 agar Tetap di Zona Hijau

Ganjar Sebut Ada Kepala Daerah Sengaja Tak Tes Covid-19 agar Tetap di Zona Hijau

Nasional
HUT IDI, Presiden Jokowi Sebut Masyarakat Rasakan Ketangguhan Para Dokter Selama Pandemi

HUT IDI, Presiden Jokowi Sebut Masyarakat Rasakan Ketangguhan Para Dokter Selama Pandemi

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Paling Tinggi Jakarta dengan 1.062

UPDATE 24 Oktober: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Paling Tinggi Jakarta dengan 1.062

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X