Jumat, 18 April 2014

News / Megapolitan

Puluhan Korban "Perbudakan" di Tangerang Tak Ganti Pakaian Berbulan-bulan

Sabtu, 4 Mei 2013 | 05:50 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbulan-bulan bahkan ada yang lebih dari satu tahun bekerja di tempat usaha yang tak memanusiakan, para buruh pabrik kuali di Kampung Bayur Opak, Cadas, Tigaraksa, Tangerang, Banten mengalami trauma. Sebelum pendampingan psikologi, pakaian adalah barang yang paling mereka butuhkan saat ini.

"Saat ini di Polresta Tigaraksa para korban tidak memiliki pakaian ganti, makanan, dan uang untuk bekal," ujar Kepala Divisi Advokasi dan HAM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Yati Andriyani, melalui akun twitter, Sabtu (4/5/2013) dini hari. Berikutnya, lanjut dia, adalah pendampingan psikologi untuk mengatasi trauma dan dampak perlakuan yang mereka dapatkan dari pemilik usaha pengolahan limbah timah menjadi kuali, JK (40).

Kasus 'perbudakan' ini dibongkar setelah dua orang buruh tempat usaha tersebut yang berasal dari Lampung melarikan diri. Keluarga yang mendengar cerita keduanya, langsung melapor ke polisi dan Komnas HAM. Koordinasi lintas-instansi dan lintas-organisasi dilakukan, penggerebekan ke pabrik pun berlangsung Jumat (3/5/2013) siang. Kondisi mengenaskan dan tak manusiawi ditemukan di sana.

Dalam jumpa pers di kantor Kontras, Jumat siang, aktivis Kontras Syamsul Munir mengatakan dua buruh yang kabur dan menjadi awal pengungkap kasus ini menuturkan selama bekerja di sana mereka tak berganti baju selama tiga bulan. Kondisi itu dialami semua buruh di tempat itu. Pemilik usaha tersebut bahkan menyita telepon genggam, uang, dan barang-barang yang dibawa buruh ketika pertama kali tiba di sana.

Kompas.com pun menerima broadcast message melalui jejaring layanan pesan, yang menyerukan pengumpulan sumbangan baju, sandal, celana, dan perlengkapan mandi untuk para buruh ini. Sekarang, 28 buruh korban penyekapan dan perlakuan tak manusiawi itu masih berada di Polres Tigaraksa Tangerang, Banten.

 

 

 


Penulis: Palupi Annisa Auliani
Editor : Palupi Annisa Auliani