Jumat, 29 Agustus 2014

News / Regional

BENTROK WARGA

Korban Tewas di Lampung Selatan Jadi 14 Orang

Selasa, 30 Oktober 2012 | 15:12 WIB

Terkait

LAMPUNG SELATAN, KOMPAS.com — Total korban meninggal dalam bentrokan warga dari Kampung Agom, Kecamatan Kalianda, dan Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, bertambah empat, menjadi 14 orang.

Kepala Polres Lampung Selatan AKBP Tatar Nugroho mengatakan, empat korban merupakan korban meninggal pada saat bentrokan hari Minggu (28/10/2012) lalu, sedangkan 10 korban merupakan korban meninggal pada saat bentrokan hari Senin (29/10/2012) kemarin. "Saat bentrok hari Minggu lalu, ada tiga korban meninggal dan satu kritis di RS Bandar Lampung. Senin kemarin, korban yang kritis tersebut juga meninggal dunia," papar Tatar.

Tatar menambahkan, empat korban merupakan massa dari pihak Kampung Agom, sedangkan 10 korban merupakan massa dari Kampung Balinuraga. Saat ini, beberapa korban jiwa masih diidentifikasi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada bentrok di Desa Balinuraga, Way Panji, Lampung Selatan, Senin (29/10/2012), korban tewas berjumlah enam orang. Jumlah korban tewas ini bertambah sejak bentrok terjadi pada Minggu (28/10/2012), yakni tiga orang. Selain itu, tiga lainnya luka-luka dan 16 rumah terbakar.

Bentrok berawal dari dua gadis dari Desa Agom, yang sedang mengendarai sepeda motor, diganggu pemuda Desa Balinuraga sehingga terjatuh dan mengalami luka-luka. Bentrok terjadi Sabtu (27/10/2012) sekitar pukul 23.00. Massa dari Desa Agom menyerbu Desa Balinuraga dengan membawa senjata tajam. Massa tersebut ada yang membawa parang, pedang, golok, celurit, bahkan senjata senapan angin. Bentrok berlanjut hingga Minggu (28/10/2012) yang menewaskan tiga orang.

Bentrok susulan kembali terjadi Senin (29/10/2012) dan kembali memakan korban jiwa. Dihubungi secara terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar mengungkapkan, saat ini sekitar 1.500 personel masih berjaga di sekitar lokasi. 

Baca Juga:

 

 

 

 

 


Editor : Glori K. Wadrianto
Sumber: