Kamis, 23 Oktober 2014

News / Megapolitan

Pilkada DKI

PKS Sebaiknya Perhatikan Akar Rumput

Sabtu, 11 Agustus 2012 | 14:56 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Hari Sabtu (11/8/2012), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menentukan sikapnya terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta putaran kedua. Sikap partai ini memang ditunggu publik setelah pasangan gubernur dan wakil gubernur yang diusung, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, kalah di putaran pertama.

Sebagian pengamat politik mengingatkan agar elite partai memperhatikan aspirasi akar rumput. "Jika tidak, maka akan merugikan partai sendiri. Ini momentum partai untuk memperbaiki citranya. Sekaligus dapat dipakai untuk mempertegas identitas PKS yang semakin dipertanyakan," kata dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, Sabtu (11/8/2012), kepada Kompas di Jakarta.

Menurut Andrinof, elite partai seharusnya tidak memaksakan kehendaknya dalam memutuskan sikap. Sejak awal berdirinya, kata Andrinof, PKS selalu mengusung jargon untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih. Dengan demikian, keputusan partai seharusnya tidak berbeda dengan jargon yang diusung, yaitu memilih atau mendukung pasangan yang mengusung isu sama.

Beberapa kali pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta, pendukung PKS terlibat konflik dengan pendukung pasangan calon lain. Salah satunya adalah serangan isu suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA). Hidayat dituding sebagai pemimpin yang antimaulid. Tudingan ini pun ditanggapi Hidayat pada saat kampanye putaran pertama lalu.

Tidak hanya itu, pendukung Hidayat-Didik juga pernah menjadi sasaran pelemparan bom molotov di Jakarta Selatan. Kasus ini dilaporkan ke kepolisian, tetapi belum jelas kelanjutannya.

Peristiwa-peristiwa seperti itu, menurut Andrinof, harus diingat. "Akar rumput sudah beberapa kali menghadapi konflik pada putaran pertama. Jangan sampai elitenya malah mendukung mereka yang pernah menyerang," katanya.


Penulis: Andy Riza Hidayat
Editor : Nasru Alam Aziz