Sabtu, 26 Juli 2014

News / Nasional

Dua Pengacara Djoko Susilo Ikut Pertemuan Bahas Korlantas di Polri

Senin, 6 Agustus 2012 | 10:20 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua pengacara tersangka Inspektur Jenderal Djoko Susilo, yakni Hotma Sitompul dan Juniver Girsang, ikut dalam pertemuan membicarakan polemik "perebutan" kewenangan penanganan kasus dugaan korupsi Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri antara Bareskrim Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pertemuan itu dilakukan di Divisi Hukum Mabes Polri, Senin (6/8/2012). Dalam pertemuan itu, Polri diwakili Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Sutarman. Polri meminta pandangan dua pakar hukum, yakni Yusril Izha Mahendra dan Romli Atmasasmita.

Hotma enggan berkomentar mengenai pertemuan itu ketika tiba. Dia hanya mengkritik pernyataan berbagai pihak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengambil sikap menyelesaikan polemik itu. "Semua-semua SBY, semua-semua SBY," kata Hotma.

Tak lama setelah para pengacara dan pakar hukum naik ke lantai II Divkum Polri, Djoko masuk ke Gedung Divkum. Namun, dia tak naik ke lantai II. Mantan Kepala Korlantas Polri itu menghindari kerumunan wartawan dan masuk lewat pintu lain. Tak diketahui apakah Djoko ikut dalam pertemuan itu.

Seperti diberitakan, polemik itu terjadi setelah Polri menetapkan lima tersangka dalam perkara itu. Tiga diantaranya juga telah ditetapkan tersangka oleh KPK. Ketiganya yakni, Wakil Kepala Korlantas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Didik Purnomo sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek.

Dua lainnya adalah pemenang tender yakni, Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA) Budi Susanto dan saksi kunci dalam perkara itu, yakni Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) Sukoco S Bambang.

Perbedaannya, KPK juga menjerat Djoko selaku Kepala Korlantas saat itu. Adapun Polri juga menjerat bendahara Korlantas Kompol berinisial LGM.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Heru Margianto