Jumat, 19 Desember 2014

News / News & Features

Pelihara Hewan Bantu Anak Autisme Bersosialisasi

Kamis, 2 Agustus 2012 | 12:26 WIB

KOMPAS.com – Anak autisme memiliki ciri utama kesulitan berinteraksi sosial. Memelihara hewan menurut sebuah penelitian bisa membantu anak-anak autisme belajar berkomunikasi dan mengembangkan kemampuan sosialnya.

“Beberapa orang tua yang memiliki anak autisme mengatakan berinteraksi dengan binatang peliharaan dapat membantu anak-anak mereka bersosialisasi, tetapi saat itu belum ada penelitian yang meneliti hal tersebut secara ilmiah,” kata Alycia halladay, direktur riset lingkungan di Autism Speaks. “Bukti-bukti dalam penelitian ini menjawab apa yang telah diceritakan oleh para orang tua,” imbuhnya.

Menurut Hallafay, terapi untuk membantu anak autisme saat ini lebih difokuskan untuk mengembangkan keterampilan sosialnya. Ia mengungkapkan, beberapa anak austime diketahui mampu berteman dengan anjing peliharaan, tetapi ditujuan untuk mengatasi keterbatasan seperti gangguan saraf motorik atau gangguan pendengaran. Sampai saat ini memelihara hewan belum ada yang ditujukan sampai tahap sosialisasi.

Untuk melihat sejauh apa manfaat binatang peliharaan bagi anak-anak dengan gangguan autisme, peneliti membandingkan interaksi sosial anak-anak autisme dalam tiga kategori. Pertama, keluarga yang tak pernah memiliki binatang peliharaan, kedua sebuah keluarga yang memiliki binatang peliharaan sejak anak mereka lahir, dan ketiga keluarga yang memutuskan memiliki peliharaan setelah anak berusia 5 tahun.

Dari total 260 individu dengan autisme yang diteliti, peneliti sangat tertarik pada hubungan sosial saat anak-anak berumur empat – lima tahun, karena di masa ini gangguan sosial mencapai puncaknya.

Dari 36 pengukuran, responden yang memiliki binatang peliharaan setelah mereka lahir memiliki angka paling tinggi untuk penilaian “kepedulian” dan “kenyamanan” setelah memiliki peliharaan selama beberapa tahun. Namun,  dalam penelitian tersebut menyimpulkan antara IQ para responden dan dampaknya memelihara binatang peliharaan tidak saling berhubungan.

 “Keuntungan memiliki binatang peliharaan bagi anak-anak dengan gangguan autisme tidak terkait dengan seberapa seriusnya autisme itu sendiri,” kata peneliti Marine Grandgeorge, peneliti klinis Pusat Penelitian Austime di Academic Hospital di Brest, Perancis.

Grandgeorge menilai, peran binatang peliharaan mungkin sebagai pengalih. “Ketika manusia berada dalam situasi tertekan, kadang binatang peliharaan menjadi stimulus untuk mengalihkan tekanannya,” jelasnya.

Kemungkinan lainnya, binatang peliharaan dapat membantu anak-anak belajar bagaimana meningkatkan komunikasi lewat simbol dan isyarat, anak-anak pun menyesuaikan diri dalam prilakunya.

Dampak positif lain dari memelihara binatang adalah memperkuat hubungan dalam keluarga. “Kebanyakan keluarga yang punya peliharaan memiliki kuantitas dan kualitas waktu bersama dan meraka merasakan kebahagian. Rasa ini sangat positif efeknya untuk individu dengan autisme,” ujarnya.

Kendati begitu, tidak semua anak yang memilihara hewan mampu mengembangkan kemampuannya bersosialisasi. menurut Grandgeorge, ada pasiennya yang sangat fokus pada kucing sepanjang waktu. Kecintaannya pada kucing itu justru menjadi sumber kegelisahannya saat ia berpisah dengan si kucing.

 


Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: