Kamis, 2 Oktober 2014

News / Bisnis & Keuangan

Mempersiapkan Dana Mudik

Selasa, 17 Juli 2012 | 07:11 WIB

Terkait

KOMPAS.com — Liburan hari raya yang panjang, bagi banyak orang merupakan kesempatan untuk pulang kampung alias mudik. Sementara bagi yang tidak merayakan, waktu tersebut sering juga digunakan sebagai waktu untuk berlibur bersama keluarga.

Bagaimana sebaiknya kita mempersiapkan mudik (atau liburan) tersebut, terutama menyangkut masalah dana?

Kegiatan mudik biasanya merupakan kegiatan tahunan. Nah, jika demikian, kita dapat mempersiapkan dana tersebut dalam kurun waktu yang cukup lama. Besarnya dana dapat berpatokan pada dana tahun sebelumnya ditambah sekian persen kenaikan harga-harga, katakanlah antara 25 persen-30 persen. Untuk yang jarang mudik, tentu saja perkiraan dan perencanaannya harus lebih teliti.

Sementara untuk dana liburan, tergantung dari berapa lama waktu yang kita miliki, ke mana tujuan liburan kita, dan berapa lama kita akan berlibur.

Dana mudik (maupun dana liburan) sebaiknya disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya, bila perlu dikumpulkan/dicicil secara teratur supaya tidak memberatkan/ mengganggu keadaan keuangan rutin kita.

Hal-hal apa saja yang harus kita perhatikan terkait dengan masalah perencanaan keuangan untuk dana mudik (atau dana liburan) kita?

Komponen biaya mudik yang paling besar biasanya adalah biaya transportasi, baik biaya bensin, tiket kereta api, maupun tiket pesawat. Bagi yang menggunakan kendaraan sendiri juga harus mempersiapkan biaya makan di jalan dan menginap, jika perjalanan ditempuh lebih dari 1 hari.

Selain itu, biasanya kita menyiapkan hadiah atau oleh-oleh untuk orang tua atau keluarga di kampung halaman. Sementara biaya akomodasi/penginapan di tempat tujuan biasanya tidak ada, karena kita menginap di rumah orang tua atau keluarga. Jika diinginkan, kita juga dapat menganggarkan biaya oleh-oleh untuk dibawa kembali sepulang mudik untuk tetangga atau teman-teman kantor.

Sementara persiapan dana bagi yang ingin berlibur juga mencakup biaya akomodasi (penginapan di jalan dan transportasi) serta makan, kita juga mempersiapkan dana untuk tiket tempat tujuan wisata, membeli oleh-oleh atau suvenir untuk pribadi ataupun keluarga.

Jangan lupa juga mengantisipasi biaya overweight/kelebihan bagasi saat pulang, jika kita bepergian dengan pesawat, akibat barang yang kita bawa/beli terlalu banyak.

Selain itu, pertimbangkan membeli asuransi perjalanan—bagi yang ingin berlibur ke luar neger—untuk memastikan Anda dan keluarga dapat menikmati liburan dengan tenang.

Dalam perjalanan mudik (atau liburan), apakah sebaiknya kita membawa kartu debit atau kartu kredit juga?

Yang pasti kita harus selalu membawa uang tunai, karena tidak di setiap tempat terdapat fasilitas ATM. Sebagian orang atau di beberapa daerah terdapat kebiasaan untuk membagi-bagikan uang kepada anak-anak yang masih kecil/saudara-saudara yang lebih muda. Jangan lupa untuk mempersiapkan hal tersebut sebelum mudik, menukarkan uang kita dengan pecahan yang lebih kecil untuk dibagi-bagikan.

Kartu kredit tetap kita perlukan untuk berjaga-jaga jika ada keperluan mendesak, misalnya saat anggota keluarga kita ternyata harus masuk rumah sakit saat mudik, kartu kredit dapat menutupi biayanya. Namun, pastikan kita dapat mengelola biaya tagihan setelahnya. Akan lebih baik jika segera kita lunasi begitu tagihan tiba.

Memang cukup sulit untuk pergi ke ATM saat mudik (atau liburan) karena belum tentu ATM bank Anda dekat dengan lokasi mudik (atau liburan). Tetapi, jangan salah, fasilitas kartu ATM Commonwealth Bank yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi (cek saldo, tarik tunai, dan transfer antarbank lokal) secara gratis di seluruh jaringan ATM Bersama dan ATM PRIMA/BCA.

Nasabah Commonwealth Bank Indonesia kini dapat menikmati kemudahan bertransaksi secara gratis melalui lebih dari 100.000 merchants melalui Debet Prima/BCA dan jaringan Maestro, serta bertransaksi secara gratis melalui lebih dari 41.000 jaringan ATM Bersama ATM Prima/BCA di Indonesia. Jadi tidak perlu khawatir, karena akan lebih praktis dan aman dengan menggunakan ATM dibandingkan dengan membawa uang tunai dalam jumlah besar sekaligus.

Selain itu, layanan mobile banking dan internet banking Commonwealth Bank Indonesia juga dapat memberikan kemudahan melakukan transaksi perbankan kapan saja dan di mana saja.

Jika kita berlibur ke luar negeri, apakah ada tips khusus menyangkut masalah keuangan?

Untuk menghindari membawa uang tunai yang banyak, memang lebih praktis jika kita menggunakan kartu kredit.

Harap diingat, jika kita menggunakan kartu debit di luar negeri, pastikan kartu tersebut diterima/digunakan di tempat tujuan berlibur kita. Sementara bila memakai kartu kredit di luar negeri, satu hal yang pasti adalah kurs rupiah yang dikenakan pada tagihan kartu kredit Anda akan jauh lebih tinggi dari kurs pasar (market rate).

Apabila kebetulan tujuan liburan Anda ke Australia, tidak perlu pusing, karena ATM Commonwealth Bank yang diterbitkan di Indonesia dapat digunakan di jaringan ATM Commonwealth Bank of Australia yang tersebar luas di sana.

Alternatif lain adalah membawa traveller’s cheque saat berlibur ke luar negeri, yang dapat Anda beli sebelum berlibur. Tentunya Anda harus meluangkan waktu untuk pergi ke bank untuk mencairkannya. (Johanes, Senior Vice President, Head of Liabilities, Investment & Bancassurance Products Commonwealth Bank Indonesia)


Penulis: Anastasia Joice
Editor : Erlangga Djumena