Sabtu, 1 November 2014

News / News & Features

Amankah Ibu Hamil Berpuasa?

Jumat, 13 Juli 2012 | 08:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang bulan Ramadhan, banyak ibu yang ragu untuk menjalankan ibadah puasa secara penuh karena mengkhawatirkan dampak perubahan pola makan terhadap kesehatan calon buah hati. Padahal, beberapa penelitian menunjukkan, puasa justru dapat memberikan dampak positif bagi ibu hamil selama ibu dalam kondisi sehat serta pola makan diatur dengan baik dan asupan nutrisi tetap terjaga dengan seimbang.

"Salah satunya manfaat puasa bagi ibu hamil adalah membantu pembakaran lemak yang tidak dibutuhkan tubuh,” kata Febriansyah Darus, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Kemang Medical Care, dalam talkshow "Love Your Pregnancy", persembahan dari Sari Husada, Kamis (13/7/2012), di Jakarta.

Febri menjelaskan, perubahan pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali sehari sering membuat ibu hamil khawatir untuk menjalankan ibadah puasa. Kekhawatiran ibu sebenarnya beralasan karena salah satu penelitian menyebutkan, pada beberapa wanita hamil yang berpuasa memiliki risiko melahirkan bayi yang berberat badan rendah.

"Namun, perlu dicatat bahwa hasil ini hanya ditemukan pada wanita yang cenderung memiliki pola makan dan diet buruk," ujarnya.

Febri menambahkan, studi lain juga menemukan bahwa berpuasa di bulan pertama kehamilan dapat mengakibatkan penurunan berat badan bayi saat lahir. Namun, penurunan ini hanya sekitar 40 gram sehingga relatif kecil dan tidak berdampak besar bagi kesehatan janin.

Dokter yang juga merupakan salah satu panel ahli Lactamil Mama Care (LMC) ini menjelaskan bahwa pada wanita hamil yang berpuasa umumnya akan terjadi perubahan keseimbangan kimia dalam darah. Namun, perubahan ini tidak berbahaya bagi ibu dan bayinya.

"Tidak bisa dipungkiri bahwa ibu yang tengah hamil memang mengalami perubahan hormon. Hal ini berefek pada perubahan mood, nafsu makan, dan gejala-gejala seperti muntah dan lain sebagainya," ucapnya.

Wanita hamil, kata Febri, perlu membatalkan puasa jika ditemukan tanda-tanda seperti pendarahan, kontraksi (lebih dari empak kali dalam 1 jam), terjadi penurunan gerak janin, penglihatan memburam, tegang otot, lemas berlebih, dan pusing hebat.

Oleh karena itu, ibu hamil harus memastikan mendapat istirahat yang cukup dan menjauhkan diri dari stres. Selalu ingat untuk memenuhi asupan nutrisi dan energi yang tepat saat berbuka puasa.

Febri mengatakan, ibu hamil umumnya memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dengan wanita pada umumnya. Ia menganjurkan supaya ibu hamil mengonsumsi makanan berbahan dasar susu dan protein lebih kurang dua kali lipat lebih tinggi. Pastikan pula asupan nutrisi saat puasa tercukupi di malam hari dengan memperbanyak makanan yang kaya serat dan minum air putih yang banyak.

"Jangan konsumsi gula berlebih sewaktu sahur karena bisa menyebabkan insulin shock. Hindari juga konsumsi air dingin dan kafein saat berbuka puasa," tutupnya.


Editor : Asep Candra