Jumat, 1 Agustus 2014

News / Internasional

ASEAN Upayakan Kesepakatan dengan China

Selasa, 10 Juli 2012 | 17:51 WIB

Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN)  telah memutuskan untuk mengadopsi sejumlah 'elemen kunci' pada kode etik pelaksanaan penyelesaian sengketa di wilayah Laut China Selatan.

Seorang pejabat ASEAN mengatakan mereka saat ini tengah mengupayakan kesepakatan dengan China dalam menyusun sebuah kode etik yang akan mengatur masalah-masalah kelautan di wilayah tersebut.

Saat ini China dan sejumlah negara terlibat sejumlah klaim yang masih terus menjadi sengketa di kawasan Laut China Selatan.

Tensi yang terus meningkat di kawasan ini menjadikan persoalan Laut China Selatan menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan regional yang berlangsung pekan ini.

Pertemuan antara menteri luar negeri negara-negara ASEAN yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja ini merupakan bagian dari rangkaian rencana pertemuan yang nantinya akan melibatkan 16 negara mitra ASEAN termasuk China.

Pertemuan tersebut juga akan dihadiri Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton.

Sikap China


Clinton yang juga akan memimpin delegasi perdagangan AS ke pertemuan kali ini mengatakan hasil keputusan ASEAN dalam menyepakati sejumlah elemen kunci dalam kode etik penyelesian sengketa di Laut China Selatan adalah sebuah kemajuan.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen mengatakan pembahasan kode etik dalam penyelesaian sengketa di wilayah Laut China Sealatan merupakan prioritas dalam pertemuan kali ini.

Kementerian Luar Negeri China sebelumnya telah mengatakan mereka berkeinginan untuk mendiskusikan kode etik ini.

"Ketika kondisi soal ini sudah matang China akan berdiskusi dengan negara-negara ASEAN tentang formulasi kode etik ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Liu Weimin.

Sebelumnya Filipina memimpin sejumlah negara anggota ASEAN lainnya mendesak agar organisasi tersebut mendekati China untuk menerima kesepakatan tentang kode etik penyelesaian sengketa di wilayah Laut China Selatan.

Sebelumnya sejumlah negara ASEAN seperti Filipina dan Vietnam terlibat perseteruan terkait perbatasan wilayah mereka di kawasan Laut China Selatan.


Editor : Kistyarini
Sumber: