Sabtu, 20 September 2014

News / Nasional

Bertha Mengaku Tak Tahu Usaha Nazaruddin

Jumat, 22 Juni 2012 | 18:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPP Partai Demokrat Bertha Herawati mengakui kerap membantu pengurusan akta ketika Nazaruddin membeli aset atau mendirikan perusaan baru.

Namun, perempuan yang berprofesi sebagai notaris itu mengaku tidak tahu menahu jenis pekerjaan atau proyek yang tengah dikerjakan perusahan milik Nazaruddin.

"Mereka tidak pernah membahas atau menceritakan urusan proyek kepada saya. Saya pun sangat kaget ketika kasus mereka muncul sejak tertangkapnya Rosalina Manulang," kata Bertha dalam siaran pers yang diterima wartawan, Jumat (22/6/2012).

Nama Bertha mencuat setelah ia dicegah ke luar negeri oleh pihak imigrasi atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi. Pencegahan itu terkait kasus yang melibatkan Nazaruddin. Belakangan, dia juga menjadi saksi dalam perkara istri Nazaruddin, Neneng Sri Wahyuni.

Bertha menceritakan, ia kenal dengan Nazaruddin sekitar tujuh tahun lalu. Saat itu, Nazaruddin adalah kliennya. Dua tahun kemudian, Bertha kenal dengan Neneng setelah dikenalkan Nazaruddin. Bertha menyebut hubungannya dengan kedua orang itu sangat baik.

Bertha mengakui kerap diajak berkonsultasi oleh pasangan suami istri itu ketika mereka hendak membeli aset atau mendirikan perusahaan baru. Namun, kata dia, Nazaruddin dan Neneng lebih banyak memberikan pekerjaan kepada jasa notaris PPAT lain.

"Hubungan kami lebih condong kepada persahabatan, bukan lagi hanya antara notaris dengan klien," kata dia.

Bertha juga mengaku tak tahu kemana saja Nazaruddin selama pelarian di luar negeri. Begitu pula dengan pelarian Neneng. Namun, dia mengaku pernah menemui Nazaruddin dan Neneng ketika berada di Singapura.

"Ketika ibu Neneng menjadi buronan, saya tidak pernah tahu dimana beliau bersembunyi. Tetapi dari media saya tahu bahwa beliau ada di Malaysia," kata perempuan yang mengaku salah satu pendiri Partai Demokrat itu.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Benny N Joewono