Minggu, 23 November 2014

News / Nasional

Kisah Heroik Tim Evakuasi Korban Sukhoi

Selasa, 15 Mei 2012 | 06:28 WIB

Terkait

BOGOR, KOMPAS.com — Tim SAR Gabungan kesulitan mengangkat jenazah korban Sukhoi Superjet 100 yang berada di tebing Manik atau di dasar tebing lantaran medannya cukup berat.

Setelah mendapatkan jenazah, mereka harus menariknya dari tebing, lalu dibawa secara estafet untuk mencapai Puncak Manik.

Tempat jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 berada pada posisi 100 meter di tebing Manik, dan untuk mencapai tebing Manik harus menempuh perjalanan sekitar 1 kilometer.

"Untuk mencapai tebing pun sangat berbahaya karena harus melewati jalan kecil di antara jurang dengan berpegangan ke karmantel (tali)," kata Reza, seorang anggota Pramuka yang ikut membantu tim evakuasi, Senin (14/5/2012).

Ia pun merasa ngeri melihat medan untuk mencapai tebing tersebut yang jauh dari pikirannya saat memutuskan menjadi tim pengangkat jenazah yang berhasil dievakuasi dari tebing.

"Bayangkan saja, saya yang berada di kelompok lima harus melewati jalan kecil di antara jurang," ucapnya.

Anggota TNI yang melakukan evakuasi di sekitar tebing menjelaskan bahwa yang terlihat dari kejauhan merupakan puing-puing ekor pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh dan meledak.

"Sementara badannya itu jatuh ke bawah sampai ke dasar tebing," ucapnya.

Sementara di tebing sendiri ada beberapa titik yang menjadi letak puing-puing pesawat naas tersebut. "Di tebing saja ada sekitar tiga titik," ucapnya.

Selain itu, untuk mencapainya sangat sulit karena saat turun harus memutar ke tempat aman terlebih dahulu sehingga tidak bisa langsung ke lokasi puing-puing pesawat.

"Sulit memang karena tebingnya sangat curam dan dalam," ujarnya.

Tim SAR Gabungan menegaskan bahwa pihaknya tidak menargetkan waktu pencarian korban. Meski idealnya hanya tujuh hari, tetapi karena ini merupakan masalah kemanusiaan, maka petugas akan tetap mencari korban.

"Ini, kan, tragedi kemanusiaan, kami tetap berusaha mencari," ujar Penanggung Jawab Operasi Basarnas Sumartono kepada wartawan di Posko Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Senin siang.

Namun, jika sudah terlalu lama dan belum seluruhnya terevakuasi,   jumlah tim kemungkinan yang akan dikurangi.

"Mungkin intensitas pencarian yang dikurangi jumlahnya, tetapi tetap diusahakan dicari jika belum terevakuasi," tuturnya. (Adi Suhendi)


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: