Selasa, 2 September 2014

News / Megapolitan

Pembubaran Diskusi, Promosi Bagus Buku Irshad Manji

Sabtu, 5 Mei 2012 | 19:24 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemimpin Redaksi The Jakarta Post Endi M Bayuni, yang juga anggota Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menilai, pembubaran diskusi dan bedah buku feminis Muslim asal Kanada, Irshad Manji, yang berjudul "God, Liberty and Love" di Komunitas Salihara, Jakarta, Jumat (4/5/2012) adalah promosi buku yang bagus dan gratis.

"Saya yakin orang-orang pada malam itu akan meng-google, siapa Irshad Manji sebenarnya," kata Endi ketika membuka diskusi soal peliputan agama di Kantor AJI Jakarta, Sabtu (5/5/2012).

Pada Jumat malam, polisi membubarkan acara diskusi dan bedah buku "God, Liberty and Love" yang dihadiri oleh Irshad Manji. Alasannya, ada beberapa organisasi massa, termasuk Front Pembela Islam (FPI), yang meminta agar acara ini dibubarkan. Massa sempat merusak pagar dan masuk ke dalam ruang diskusi. Akhirnya, Irshad dievakuasi keluar oleh Polsek Pasar Minggu.

Endi mengatakan, dirinya telah mengenal penulis dengan membaca kedua bukunya, yaitu "The Trouble Islam" dan "God, Liberty and Love". Endi mengatakan, Irshad adalah sosok yang berprinsip, berani, dan keras.

Pada buku pertama, Irshad bercerita perjalanan hidupnya, serta bagaimana dirinya dibesarkan oleh keluarga Muslim imigran di Kanada. Pada buku itu, Endi juga mendapat pemahaman bahwa setiap orang bisa saja memiliki pemahaman yang berbeda mengenai Islam. Menurutnya, Islam tak terdiri dari dua mazhab besar, yakni Sunni dan Syiah.

"Jika di dunia ini ada dua miliar umat Islam, maka ada dua miliar pemahaman mengenai Islam," kata Endi.

Sementara itu, pada buku kedua, Irshad menekankan pentingnya itjihad atau pencarian makna. Pandangan-pandangan Irshad pada buku tersebut, kata Endi, memperlihatkan sikapnya yang lebih kritis, dewasa, dan bijaksana.

Acara diskusi di kantor AJI Jakarta tetap berlangsung kendati Front Pembela Islam mengancam akan membubarkannya. Acara diskusi yang membahas soal media dan peliputan agama dijaga oleh 50 orang anggota Banser serta aparat kepolisian. Sampai berita ini diturunkan, diskusi telah berlangsung selama satu jam, dan berjalan tertib.


Penulis: Hindra Liu
Editor : Pepih Nugraha