Rabu, 3 September 2014

News / Bisnis & Keuangan

Integritas Widjajono

Selasa, 24 April 2012 | 08:15 WIB

Terkait

KOMPAS.com — Berpulangnya Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo membuat negara ini kehilangan salah satu konseptor kebijakan energi nasional yang mumpuni. Widjajono tutup usia pada Sabtu (23/4/2012) dalam pendakian Gunung Tambora di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Di mata rekan-rekannya, Widjajono merupakan satu dari sedikit ilmuwan yang konsisten terhadap ilmunya dan mengorganisasikannya untuk memperbaiki keadaan. Ia juga berani berhadapan dengan politisi dan massa saat pemerintah hendak mengeluarkan kebijakan tidak populis, yakni menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Guru Besar Bidang Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung itu merupakan wajah baru di dunia birokrasi. Namun, lulusan teknik perminyakan ITB tahun 1975 dan doktor dari University of Southern California, Los Angeles, Amerika Serikat, ini telah lama berkecimpung dalam dunia perminyakan. Dia pernah menjadi anggota Dewan Energi Nasional serta penasihat Asosiasi Perusahaan Migas.

Selama enam bulan menjabat sebagai orang nomor dua di Kementerian ESDM, pria berambut gondrong ini dikenal sebagai sosok yang sederhana serta memiliki idealisme tinggi dan pemikiran strategis dalam pengelolaan energi. Ia juga sangat aktif membantu menteri dan presiden dalam menyusun kebijakan strategi energi dan penyusunan APBN 2012 serta penghematan anggaran negara karena perkembangan situasi ekonomi dunia dan perkembangan harga minyak dunia.

Latar belakangnya sebagai dosen membuat ia menjadi sosok pejabat yang tidak birokratis, dekat dengan semua kalangan, termasuk media. Penguasaannya terhadap ilmu perminyakan membuat ia bisa menjelaskan dengan jernih kepada publik dan membuka ruang dialog tentang persoalan dan kebijakan pemerintah sektor energi.

Widjajono juga dikenal sebagai sosok yang berusaha konsisten antara perkataan, pemikiran, dan perbuatan. Jika tidak bertugas sebagai wakil menteri, ia menggunakan angkutan umum, sesuai anjurannya agar pengguna mobil pribadi beralih ke kendaraan umum. Ia pun menyediakan mobilnya sebagai uji coba pemakaian alat konverter BBM ke bahan bakar gas (BBG) dan alat penghemat BBM buatan Universitas Nasional.

Kalangan DPR melihat Widjajono sebagai sosok yang sangat jujur, bersih. Ia cocok ditempatkan di kementerian yang sarat dengan kepentingan. Kehadirannya menjadi sangat penting dalam kebijakan energi nasional. Pemikirannya yang lurus dan sangat berpengetahuan amat dibutuhkan bangsa.

Dalam sejumlah kesempatan, ia mengingatkan, Indonesia bukan lagi negara kaya minyak sehingga pemerintah dan masyarakat harus cerdas dan bijak dalam memakai energi. BBM harus mulai ditinggalkan, lalu beralih ke gas dan energi alternatif yang bersih dan murah agar dana subsidi BBM bisa dipakai untuk pembangunan infrastruktur dan pengentasan rakyat dari kemiskinan.

Keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat juga menjadi perhatian serius mendiang Widjajono. Menurut Tumiran, anggota Dewan Energi Nasional, Widjajono berpandangan, harus ada renegosiasi kontrak pertambangan dan nilai tambah komoditas tambang untuk meningkatkan penerimaan negara dan bangsa.

Karena itu, posisi wakil menteri ESDM yang saat ini kosong agar diisi orang yang punya kompetensi di bidang energi dan idealisme tinggi seperti almarhum. (EVY RACHMAWATI)

 


Editor : Erlangga Djumena
Sumber: