Rabu, 29 Maret 2017

Nasional

Target Suara 60 Persen untuk Atut-Rano

Senin, 22 Agustus 2011 | 16:55 WIB

Tangerang, KOMPAS.com - Partai koalisi menargetkan kemenangan pasangan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno dengan perolehan suara sebanyak 60 persen dalam pemilihan  kepala daerah Provinsi Banten, khususnya di wilayah Kota Tangerang.

"Target kami adalah menang dan mampu meraih sebanyak 60 persen suara di Kota Tangerang," kata ketua partai koalisi pendukung Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno Provinsi Banten, Eby Jauhari, Senin (22/8/2011) di Tangerang.

Eby mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan pengurus beberapa partai lain di wilayah Kota Tangerang, sehingga diperoleh kata sepakat untuk meraih suara 60 persen. Rapat itu dihadiri para pengurus 22 partai koalisi pendukung Ratu Atut dan Rano Karno, antara lain Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, Hanura, PKPB, PPD, PKB, PAN, PBB, PPNUI, dan PDS.

Pilkada Banten akan berlangsung pada 22 Oktober 2011 dan diikuti oleh empat pasang calon gubernur dan wakil gubernur. Pasangan kandidat kepala daerah itu adalah Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno, Jazuli Juwaeni dan Makmun Muzaki, Wahidin Halim dan Irna Narulita, serta Dwi Jatmiko dan Cecep Mulyadinata.



Wahidin Halim dan Irna didukung oleh Partai Demokrat, sementara Jazuli-Juwaeni didukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Adapun pasangan Dwi-Cecep merupakan calon dari jalur independen. Dwi didukung oleh mayoritas buruh di wilayah ini karena ia menjabat sebagai ketua gabungan beberapa serikat pekerja di Provinsi Banten.

Menurut Eby, partai koalisi telah menunjuk Abdul Syukur sebagai ketua dan Abbas Sunarya sebagai wakil tim pemenangan pasangan Ratu Atut- Rano Karno. Abdul Syukur adalah Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang dan adik kandung Wahidin Halim.

Eby merasa optimistis bahwa partai koalisi akan bekerja maksimal untuk memenangkan calon gubernur dan wakil gubernur teresbut karena masing-masing pengurus di kelurahan sudah bertekad untuk memenangkan pasangan Atut-Rano.

Soal keberadaan Abdul Syukur, yang berseberangan dengan pencalonan kakaknya, Eby mengatakan bahwa hal tersebut harus dilakukan secara profesional. Eby juga menegaskan bahwa Abdul Syukur akan tunduk serta patuh terhadap garis kebijakan partai.

Editor : Laksono Hari W
Sumber: