Rabu, 2 September 2015

Nasional

"Surat Kecil", Perjuangan Melawan Kanker

Jumat, 8 Juli 2011 | 20:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jagat film Indonesia kembali diramaikan dengan film drama keluarga dengan mulai ditayangkannya Surat Kecil untuk Tuhan mulai Kamis.

Film yang diambil dari kisah nyata itu semula adalah cerpen online yang dirilis oleh Agus Davonar tentang kisah nyata seorang gadis bernama Gitta Sassa Wanda Cantika, mantan artis cilik era 1998, melawan kanker ganas dengan perkiraan hidup hanya lima hari lagi.

Film yang disutradarai Harris Nizam itu berdurasi 100 menit, yang mengisahkan perjuangan Gitta (di film menggunakan nama Keke) melawan kanker ganas Rhabdomyosarcoma (kanker jaringan lunak) yang pertama ditemui di Indonesia.

Hal ini menjadi sebuah kontroversi di dunia kedokteran karena kanker tersebut hanya terjadi pada orang yang berusia lanjut.

Keke mendapatkan kesempatan untuk sembuh setelah bertahan selama enam bulan melalui kemoterapi (penyinaran) untuk membunuh sel-sel kanker yang menggerogoti tubuhnya.

Setiap menjalani kemoterapi, rambut-rambut Keke rontok dan tubuh kecilnya harus menjalani kemoterapi hingga 25 kali untuk bisa sembuh.

Perjuangan Keke yang diperankan oleh Dinda Hauw dan Alex Komang sebagai ayah Keke dalam menghadapi penyakit kanker ganas inilah yang akan menjadi perjalanan film yang bergenre drama keluarga itu.

Dalam suatu kesempatan Keke menulis puisi untuk ayahnya:

"Aku ingin ayah melihat aku ketika aku memiliki lagi keindahan geraian rambut Tuhan, surat kecilku ini... adalah permintaan terakhirku andai aku bisa kembali."

Film yang diproduksi Skylar Pictures dan diproduseri oleh Sarjono Sutrisno itu sudah diperkenalkan kepada media dan undangan pada Selasa (5/7/2011) dengan menampilkan Agus Davonar.

Dia ingin menyampaikan kegigihan seorang gadis kecil melawan kanker ganas dengan semangat hidup yang tinggi.

"Saya berharap film ini dapat diterima dan menjadi contoh bagi siapa pun orang yang sedang menghadapi cobaan dari Tuhan agar tetap bersemangat karena hidup ini memiliki sisi yang baik dan buruk," katanya.

Sementara Dinda Hauw (Keke) mengatakan, cerita film itu sangat bagus dan mengharukan.

Editor : Jodhi Yudono
Sumber: