Hindari Kata "Vonis" untuk Kanker - Kompas.com

Hindari Kata "Vonis" untuk Kanker

Kompas.com - 09/06/2011, 08:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Setiap orang yang divonis menderita kanker pasti akan mengalami pukulan besar. Kata "kanker" adalah momok bagi siapa pun mengingat sebagian besar penyakit ini sulit disembuhkan, terutama bila sudah dalam stadium lanjut.

Menurut Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, yang juga surviver kanker paru, penggunaan kata "vonis" untuk penyakit kanker merupakan hal yang kurang tepat.  Endang menyatakan, kata-kata tersebut seperti layaknya sebuah hukuman terhadap seseorang.

"Sebaiknya kita memang tidak menggunakan kata-kata seperti itu. Selain kata-kata itu tidak betul, juga tidak memberi semangat," ungkapnya, saat menghadiri diskusi buku Berdamai dengan Kanker di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Rabu (8/6/2011).

Endang mengimbau, alangkah baiknya jika kata "vonis" diganti dengan "diagnosis". Itu karena, menurutnya, diagnosis dan vonis mempunyai arti yang sama, tetapi lebih enak didengar. "Seperti misalnya diagnosis tifoid atau diagnosis flu," imbuhnya.

Pada kesempatan itu Menkes juga mengatakan keprihatinannya karena masih banyak masyarakat yang lebih memilih jalur pengobatan alternatif dibandingkan dengan terapi medis.

Menkes menduga, alasan masih banyak orang berobat ke alternatif disebabkan metode pengobatannya yang relatif mudah dan tak membuat sakit. Berbeda halnya dengan pengobatan medis yang memang kadang membuat pasien mengalami efek samping. Salah satu contoh, misalnya, kemoterapi yang kerap membuat pasien mengalami ketidaknyamanan seperti mual, muntah, dan sakit.

"Namun, semakin lama kemajuan di dunia kedokteran itu makin pesat. Makin dicari cara-cara di mana sedikit sekali menimbulkan ketidakenakan. Dan yang penting, yang dikejar bukan kesembuhan atau menghilangkan kanker, tetapi bagaimana orang itu bisa hidup dengan kualitas yang baik dari hari ke hari," tutur Endang.

Endang menyadari, praktik pengobatan alternatif di masyarakat saat ini berkembang sangat cepat, tetapi Kemenkes belum dapat menertibkannya. Hingga saat ini, menurut Endang, pihaknya masih mencari cara yang tepat untuk melakukan penertiban dan penindakan.

"Kami lagi mencari bagaimana mekanismenya dengan pemerintah daerah, dan badan pengawas lain agar kita bisa memberantas ini," pungkasnya.

EditorAsep Candra

Terkini Lainnya

Aris Wahyudi akan Dijerat Pasal Pornografi dan Perdagangan Orang

Aris Wahyudi akan Dijerat Pasal Pornografi dan Perdagangan Orang

Megapolitan
Wiranto Minta Polemik Pembelian 5.000 Senjata Ditutup

Wiranto Minta Polemik Pembelian 5.000 Senjata Ditutup

Nasional
Napi Narkoba Kabur Saat Hujan Deras dan Mati Listrik di Lapas Parepare

Napi Narkoba Kabur Saat Hujan Deras dan Mati Listrik di Lapas Parepare

Regional
Beban Kerja dan Penyerapan Anggaran Tiap SKPD Berbeda, DPRD DKI Usul Skema TKD Dirombak

Beban Kerja dan Penyerapan Anggaran Tiap SKPD Berbeda, DPRD DKI Usul Skema TKD Dirombak

Megapolitan
Poltracking: Elektabilitas Nurdin Halid-Aziz Tertinggi Jelang Pilgub Sulsel

Poltracking: Elektabilitas Nurdin Halid-Aziz Tertinggi Jelang Pilgub Sulsel

Regional
TNI AU Tak Bermaksud Sanggah Pernyataan Panglima Soal Senjata Ilegal

TNI AU Tak Bermaksud Sanggah Pernyataan Panglima Soal Senjata Ilegal

Nasional
Luruskan Pernyataan Panglima, Wiranto Sebut 500 Pucuk Senjata untuk Pendidikan BIN

Luruskan Pernyataan Panglima, Wiranto Sebut 500 Pucuk Senjata untuk Pendidikan BIN

Nasional
Start dari Urutan Ke-5, Marquez Juarai Balapan GP Aragon

Start dari Urutan Ke-5, Marquez Juarai Balapan GP Aragon

Olahraga
Sejak Pertama Kali Diluncurkan, Nikahsirri.com Dapat 2.700 Klien

Sejak Pertama Kali Diluncurkan, Nikahsirri.com Dapat 2.700 Klien

Megapolitan
Survei Pilkada Jatim: Pemilih 'Cuek' ke Khofifah, yang 'Galau' ke Gus Ipul

Survei Pilkada Jatim: Pemilih "Cuek" ke Khofifah, yang "Galau" ke Gus Ipul

Regional
Begini Modus Operasi Dugaan Pornografi di Situs Nikahsirri.com

Begini Modus Operasi Dugaan Pornografi di Situs Nikahsirri.com

Megapolitan
Kadis Perumahan DKI: Kalau Dia Membubarkan Ibadah Lagi, Keluarkan dari Rusun

Kadis Perumahan DKI: Kalau Dia Membubarkan Ibadah Lagi, Keluarkan dari Rusun

Megapolitan
Panjat Tembok, Napi Narkoba Kabur dari Lapas Kelas II Kota Parepare

Panjat Tembok, Napi Narkoba Kabur dari Lapas Kelas II Kota Parepare

Regional
Diduga Tidak Bisa Berenang, Santri Cilik Tewas Tenggelam

Diduga Tidak Bisa Berenang, Santri Cilik Tewas Tenggelam

Regional
Daftar Juara Jepang Terbuka 2017, Indonesia Raih Satu Gelar

Daftar Juara Jepang Terbuka 2017, Indonesia Raih Satu Gelar

Olahraga

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM