Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 16:25 WIB
Aliran Pengungsi Terus Mengalir
Abu di Kaliurang, Jarak Pandang 10 Meter
Madina Nusrat | Glori K. Wadrianto | Jumat, 5 November 2010 | 11:09 WIB
|
Share:
RODERICK ADRIAN MOZES Warga yang mengungsi terlihat melewati perempatan Jalan Kaliurang, Kentungan, Yogyakarta, Jumat (5/11/2010). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memperluas jarak aman bencana menjadi 20 kilometer dari puncak Gunung Merapi setelah gunung tersebut kembali meletus dini hari. Pengungsian pun dipindahkan ke sejumlah tempat seperti di Stadion Maguwoharjo.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Hingga pagi ini, Jumat (5/11/2010), ribuan warga termasuk mahasiswa di sepanjang Jalan Kaliurang, Kecamatan Pakem, dan Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berbondong-bondong mengungsi.

Para pengungsi yang umumnya menumpangi motor dan mobil  bergerak ke berbagai tempat di Yogyakarta dan wilayah lain di  Jawa Tengah. Sementara itu, sekolah-sekolah dan rumah sakit di kedua kecamatan itu pun tutup.

Para pengungsi tak dapat memacu kendaraan dengan leluasa sebab mereka harus ekstra hati-hati karena turunnya hujan abu di wilayah Jalan Kaliurang Km 13,5. Hujan abu ini terasa sangat pekat, dengan jarak pandang hanya 10 meter. Setiap kendaraan pun menyalakan lampu agar dapat diketahui keberadaannya oleh kendaraan lain dari arah berlawanan.

Endang (51), warga Desa Nganggrung, Kecamatan Ngaglik, mengaku membawa suaminya yang sedang sakit bersama anak dan seorang pembantu untuk mengungsi ke Solo. "Lumayan mengkhawatirkan juga kondisinya seperti ini. Apalagi rumah saya dekat sungai sehingga rawan terkena banjir lahar," katanya.

Wisma Sakinah, salah satu tempat pondokan di desa itu yang menampung 27 mahasiswa, sejak Jumat pagi sudah dikosongkan penghuninya. Menurut Suranto, penjaga wisma itu, semua mahasiswa yang mondok di wisma itu pulang kampung ke rumahnya masing-masing karena takut dengan letusan susulan. "Saya saja ngungsi. Kondisinya mengkhawatirkan seperti ini," katanya.

Advertorial
»