Sabtu, 20 September 2014

News / Bisnis & Keuangan

Inilah Tiga Rekomendasi untuk Transportasi Indonesia

Rabu, 18 November 2009 | 18:55 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Konferensi ke-8 The Eastern Asia Society for Transportation Studies atau EASTS memberikan tiga poin rekomendasi bagi perkembangan transportasi di Indonesia, yaitu peningkatan keterhubungan transportasi, keselamatan transportasi, dan transportasi yang berkesinambungan dengan lingkungan. Ketiga rekomendasi tersebut dinilai sesuai dengan ciri kultural transportasi Asia.   

Demikian penuturan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) yang juga Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Rabu (18/11) di sela-sela penutupan Konferensi ke-8 EASTS di Surabaya. "Dalam hal keterhubungan transportasi akan dikembangkan moda transportasi terintegrasi, mulai dari kereta api komuter, bus, dan kereta bawah tanah. Tahun 2011 mendatang, transportasi terintegrasi akan diuji coba di Jakarta dengan pengoperasian tiket elektrik," ucapnya.

Dalam hal keselamatan transportasi, Bambang mengatakan bahwa Departemen Perhubungan akan segera membuat pedoman operasional yang memastikan sarana dan prasarana transportasi beroperasi dengan baik. Sementara itu, terkait rekomendasi transportasi yang berkesinambungan dengan lingkungan, pemerintah akan mempertegas pengujian gas emisi serta pengoperasian moda transportasi yang ramah terhadap perubahan iklim. "Kami akan segera membuat masterplan transportasi yang mengikat sehingga permasalahan transportasi di Indonesia segera terpecahkan," papar Bambang.

Sementara itu, Ketua MTI Jatim Chairul Djaelani mengatakan, permasalahan yang menonjol dari layanan transportasi di Indonesia adalah keterlambatan pasokan sarana transportasi terhadap permintaan masyarakat yang besar. Chairul mencontohkan, di wilayah Gresik, Madura, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan akan dikembangkan kereta api untuk mengatasi masalah minimnya sarana angkutan massal. "Selain angkutan darat, Pelabuhan Tanjung Perak juga akan ditingkatkan kapasitasnya. Alur pelayaran barat Surabaya akan dikeruk dari kedalaman 10 meter menjadi 14 meter dan lebarnya ditambah dari 100 meter menjadi 200 meter," kata Chairul.

Bambang menambahkan, dalam program 100 Hari Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, pemerintah telah menentukan bahwa pelayanan dan kapasitas di empat pelabuhan di Indonesia ditingkatkan. Keempat pelabuhan itu adalah Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Pelabuhan Tanjung Priok di Surabaya, Pelabuhan Belawan di Medan, dan Pelabuhan Makassar di Makasar. "Waktu layanan pelabuhan-pelabuhan tersebut akan ditingkatkan menjadi 24 jam per hari dan tujuh hari seminggu," papar Bambang.  

Sekitar 500 makalah ditampilkan dalam Konferensi EASTS ke-8. Beberapa makalah tersebut diharapkan memberikan sumbangan bagi perbaikan signifikan sistem transportasi di negara-negara Asia Timur. "Di Asia Timur perlu dikaji sistem transportasi yang berkelanjutan, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Selain itu, mobilitas masyarakat berpenghasilan rendah juga perlu dipikirkan," tambah Ketua Panitia Pengetahuan Internasional EASTS Hitoshi Ieda.


Editor : Edj