Senin, 21 April 2014

News / Bisnis & Keuangan

Saatnya Jabar Punya Pelabuhan Internasional

Rabu, 28 Oktober 2009 | 16:49 WIB

Baca juga

BANDUNG, KOMPAS.com — Nilai ekspor yang dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta sekitar 23,5 miliar dollar AS per tahun. Sekitar 70 persen dari nilai itu atau 16,5 miliar dollar AS adalah nilai ekspor yang berasal dari Jawa Barat.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Jabar Agung Suryamal Sutisno di Bandung, Rabu (28/10), mengatakan, berdasarkan besarnya nilai ekspor itu, Jabar sangat membutuhkan pelabuhan laut internasional. Namun, hingga saat ini Jabar belum memiliki prasarana tersebut.

"Pelabuhan internasional sangat penting untuk memanfaatkan potensi ekspor Jabar yang besar. Sudah saatnya Jabar membangun pelabuhan internasional," ujarnya. Produk yang banyak dikirimkan dari Jabar ke Tanjung Priok antara lain tekstil, alas kaki, dan alat telekomunikasi.

Jika Jabar memiliki pelabuhan laut internasional, nilai ekspor sekitar 20 persen atau 5 miliar dollar AS per tahun dari Tanjung Priok dapat dialihkan. Sementara Tanjung Priok sudah sulit diperluas karena diadang perumahan padat di timur dan Ancol di barat.

Pemerintah pusat telah mengemukakan wacana pembangunan pelabuhan laut internasional di Jabar setidaknya sejak lima tahun lalu, tetapi belum juga direalisasikan. Di pantai utara, Jabar memang memiliki pelabuhan laut Cirebon, tetapi bukan pelabuhan laut internasional dan lautnya dangkal.

Menurut Agung, laut pantai utara Jabar hanya dapat didarati kapal tongkang yang memiliki landasan rata. Biaya tranportasi untuk mengirimkan barang ekspor dari Jabar ke Tanjung Priok sangat besar, mencapai Rp 300 miliar per bulan. Jika memiliki pelabuhan laut internasional, potensi pajak ekspornya pun akan bermanfaat untuk pembangunan di Jabar sendiri.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, sudah lama Pemerintah Provinsi Jabar ingin membangun pelabuhan laut internasional. Lokasi yang dipertimbangkan, antara lain, Muaragembong di Kabupaten Bekasi dan Cilamaya di Kabupaten Karawang.

"Pembangunannya harus disepakati pemerintah pusat, tapi izinnya belum turun. Mudah-mudahan dengan komunikasi terus-menerus pemerintah pusat bisa sepakat," katanya. Pelabuhan laut internasional menjadi solusi kepadatan pengiriman barang di Tanjung Priok yang tak mungkin dikembangkan lagi.


Editor : made