Kamis, 21 Agustus 2014

News / Regional

Pilkada Garut Kemungkinan Besar Dua Putaran

Minggu, 26 Oktober 2008 | 22:28 WIB

GARUT, MINGGU - Hingga Minggu (26/10) pukul 21.00, untuk sementara pasangan nomor dua Rudy Gunawan-Oim Abdurahim unggul dengan perolehan suara 210.983 (22,7 persen). Disusul pasangan nomor satu 190.597 suara (20.5 persen) dan pasangan nomor tiga 189.972 (20,4 persen).

"Sepertinya harus ada pemilihan putaran kedua kalau melihat perolehan suara yang ada. Sebab, tidak ada yang memperoleh suara sampai dengan 30 persen," kata ketua KPU Kabupaten Garut M Iqbal Santoso di sela-sela perhitungan real time.

Sampai saat ini sudah terkumpul 929.534 suara yang direkapitulasi. Data KPU Kabupetan Garut menunjukkan di Garut terdapat 1.581.501 pemilih dari total penduduk 2,3 juta jiwa dan 3.939 TPS. Mereka memilih salah satu dari tujuh pasang calon.

Yakni Aceng Wahdan Bakri-Helmi Budiman (PPP dan PKS) , Rudy Gunawan-Oim Abdurohim (PDI-P dan Partai Golkar), Aceng Holik M-Dicky Candra (Perseorangan) , Abdul Halim-Nandang Suhendra (Perseorangan), Harliman-Ali Rohman (PKB, Partai Dekorat, dan PBR), Sali Iskandar-Asep Kurnia Hamdani (P erseorangan), dan Sjamsu Djalusman-Hudan Mushafuddin (Pan, PBB, PKPB, Partai Patriot, PNBK, dan PPDK).

Iqbal masih bingung untuk menjalankan pemilihan dua putaran. Pertama karena biaya. Untuk pemilihan putaran pertama ini saja KPU Kabupaten Garut hanya dianggarkan Rp 19 miliar. Adapun untuk putaran kedua hanya Rp 5 Miliar. Padahal, untuk honor PPK dan PPS saja butuh dana Rp 5,5 miliar.

Kedua, lanjutnya, waktunya sangat mepet. Sebab, menurut peraturan, semua pemilihan kepala daerah harus sudah selesai sebelum pergantian tahun. Artinya, KPU Kabupaten Garut hanya punya waktu kurang dari dua bulan. "Bayangkan, kami harus mengadakan barang, lealang, sosialisasi dan lain-lain. Belum lagi pemilu legislatif dan presiden," ujarnya.        


Editor :