Kamis, 24 April 2014

News / Kesehatan

Agar Vagina Makin Sehat dan Seksi

Selasa, 24 Juni 2008 | 22:26 WIB

Baca juga

IINGAT! Jangan menyalahgunakan vagina Anda. Teriakan kesakitan sangat berbeda dengan teriakan kenikmatan. Spesialis kandungan terkemuka, Dr. Suresh Nair berikut ini menjelaskan perihal rasa sakit pada vagina saat melakukan hubungan intim.

Kurangnya hormon pada perempuan yang mengalami menopause menyebabkan penipisan pada dinding vagina, yang sangat mirip seperti kertas tisu. Goresan-goresan kecil dapat timbul selagi melakukan hubungan intim, yang dapat menyebabkan rasa sakit. Untuk mengatasi hal ini, perempuan dapat menggunakan krim hormon untuk meremajakan kembali dinding vagina dan memperbaiki kenikmatan seperti sebelum memasuki masa menopause.

Untuk perempuan-perempuan muda, infeksi vagina biasanya dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam melakukan hubungan intim. Vagina memiliki bakteri-bakteri baik, yang diperlukan untuk menjaga asam yang dibutuhkan dan mencegah infeksi. Tapi masalah yang disebabkan gaya hidup, seperti stress berlebihan, pil KB dan kondisi kesehatan seperti diabetes dan HIV dapat menciutkan vagina menjadi berlebihan alkalin (basa). Infeksi jamur banyak terdapat pada perempuan yang sedang mengandung juga yang sedang mengkonsumsi pil KB. Ini kebanyakan terjadi pada mereka yang tinggal di wilayah bermusim hangat atau beriklim tropis seperti Asia Tenggara.

Infeksi dapat menyebabkan rasa gatal yang amat sangat, keputihan yang kental-berwarna putih susu-dan mengeluarkan bau tidak sedap, bahkan beberapa kasus tingkat rasa sakit yang muncul menyebabkan hubungan intim terasa seperti siksaan yang luar biasa. Vulva bengkak dan merah dapat memberi jalan bakteri infeksi lanjutan yaitu bakteri saluran kencing. Bagaimanapun, infeksi vagina cukup mudah untuk diatasi. Jadi, kenapa harus menyiksa diri? Hubungi dokter Anda, segera!

Bukan hanya infeksi yang menyebabkan rasa sakit pada vagina saat berhubungan intim. Kutil atau bintil pada kelamin atau lebih dikenal dengan genital warts juga dapat menghalangi menikmati seks. Bentuknya kecil dan putih, tumbuh di dalam vagina, vulva atau cervix, disebabkan oleh HPV atau Human Pappiloma Virus, yang timbul dari aktivitas seksual yang berulang.

Herpes, satu lagi infeksi yang disebabkan oleh kuman, dapat menimbulkan rasa sakit pada area yang mengandung racun, dan dalam jumlah besar, dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat hingga membuat penderitanya tak dapat bergerak, apalagi menikmati seks. Penyakit lain yang ditularkan secara seksual, seperti; Chlamydia dan kencing nanah, menyebabkan ketidaknormalan dan banyak sekali kotoran buangan yang dapat masuk ke dalam rahim dan tuba falopi, menyebabkan bisul-bisul atau bengkak bernanah. Rasa sakit dan demam terkait dengan situasi ini. Antibiotok dosis dalam dosis besar dapat menyembuhkannya. Namun, bila bengkak bernanah cukup banyak dan luas, sebuah operasi mungkin akan diperlukan untuk mengeringkan nanahnya.

Kanker cerviks, vagina dan vulva, sangat tidak baik dan merugikan bagi kehidupan seksual Anda. Butuh operasi dan radioterapi, yang akan mempengaruhi saraf dan aliran darah ke daerah tersebut, menimbulkan ketidaksensitifan dan kekeringan. Setelah pengobatan, Anda dapat mengurangi rasa tidak enak dengan menggunakan produk-produk lubrikasi seperti K Y Jelly, Replens, Astroglide atau Preseed.

Agar hubungan seks memuaskan, perempuan harus melakukan beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya infeksi. Dalam hal ini, termasuk juga meminta atau bahkan memaksa pasangan mereka untuk menggunakan kondom dan tidak melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan. Tindakan seksual semacam berpindah dari anal ke vaginal seks tanpa mengganti kondom, merupakan salah satu cara bagi bakteri untuk masuk dan terkena infeksi.

Berkelakuan secara bersih dan higienis juga merupakan salah satu cara menjauh dari infeksi. Tampon, alat pengontrol kehamilan atau benda asing lainnya masuk atau diletakkan dalam vagina dapat menyebabkan keputihan yang tidak normal, pembengkakan, infeksi dan ketidaknyamanan hubungan seksual. Agar area tersebut tetap bersih, sewaktu membersihkan, sekalah ke arah anus, agar bakteri tidak terbawa ke dalam vagina.

Bagaimanapun, membersihkan vagina secara berlebihan, dapat menghancurkan bakteri yang dibutuhkan oleh vagina dan menyebabkan pembengkakan, alergi pada selangkangan dan luka kecil seperti eczema. Anda dapat merasakan reaksi alergi seperti; rasa sakit pada selangkangan, bengkak, dan mudah sakit jika bersinggungan dengan bakteri lain, dari menggunakan tampon, spray dan bedak yang mengandung deodorant. Maka amatlah penting untuk mengambil tindakan pencegahan seperti; mengganti tampon secara teratur.

Akhirnya, pilihan pakaian yang kita gunakan juga berperan penting. Hindari memakai pakaian dalam dari bahan nilon yang tidak menyerap panas. Bahkan menggunakan jeans yang ketat serta stoking dapat membuat kita terinfeksi jamur.


Editor :