Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Perempuan

Suami Selingkuh, Cerai atau Bertahan?

Rabu, 7 Mei 2008 | 12:31 WIB

    Istri mana yang tak malu dan sedih mengetahui pasangan hidup tertangkap basah bersama wanita lain. Mungkinkah perkawinan dipertahankan?

    Belum lama ini tayangan infotainment ramai-ramai memberitakan kasus tertangkapnya Al-Amin Nur Nasution, suami pedangdut Kristina, yang tertangkap basah oleh penyidik KPK sedang menerima suap. Konon yang membuat Kristina syok justru bukan masalah suap, tapi soal adanya wanita lain yang juga berada di lokasi penangkapan, di sebuah hotel bintang lima di Jakarta.

    Kasus yang tak kalah menghebohkan adalah tersebarnya video porno mantan anggota DPR RI, Yahya Zaini, bersama wanita yang bukan istrinya, pedangdut Maria Eva, beberapa waktu lalu. Nasib serupa juga menimpa penyanyi Rosa yang suaminya, Yoyok, drummer band Padi, dikabarkan tertangkap basah bersama seorang wanita di sebuah kafe di Surabaya.

Melupakan Bukan Hal Mudah
    Malu, kecewa, sedih, dan tak percaya. Begitulah perasaan yang dialami saat mengetahui suami tertangkap basah sedang bermesraan dengan wanita lain. "Melihat situasi yang terjadi, tak mudah bagi seorang istri untuk memaafkan," kata psikolog Widiawati Bayu, dari lembaga konsultasi Kassandra Associates.

    Sedangkan untuk memaafkan, menurut Widiawati hal tersebut sangat tergantung pada individu masing-masing. "Tergantung dari bagaimana istri melihat kejadian tersebut," paparnya.

Cerai atau Bertahan?
    Mengetahui suami selingkuh dengan wanita lain, tentulah istri merasa dilecehkan dan dikhianati. Apakah ini akhir dari perkawinan?

    Bila Anda memutuskan untuk berpisah, pikirkan dengan baik dan bijaksana. Jangan sampai Anda hanya mengikuti emosi dalam mengambil keputusan. Perhatikan pula kondisi anak-anak.

    "Jika istri masih ada keinginan untuk melanjutkan rumah tangga dengan alasan tertentu, maka tak ada jalan lain selain mencoba untuk memaafkan dengan tulus dan menerima suami kembali, meski kejadian tersebut telah meninggalkan luka hati," ujar Widiawati.

Setelah Badai Reda
    Banyak PR yang harus dilakukan oleh pasangan suami-istri yang ingin kembali menjalin keutuhan rumah tangga pasca badai reda.

Bagi Suami:
    "Meski kadang sulit diucapkan, ungkapan maaf bisa mencairkan kekesalan istri," saran Widiawati. Hal lain yang harus dilakukan suami adalah memulihkan situasi dengan cara memberi perhatian penuh pada istri dan keluarga sebagai wujud penyesalannya.

Bagi Istri:
    Setelah kita memilih untuk memaafkan suami, hindari mengungkit-ungkit masalah, karena akan masalah tersebut tak pernah selesai, bahkan memburuk. "Hal yang sulit bagi istri adalah kembali percaya. Hindari perasaan negatif dengan berusaha membuat mind set positif," ujar Widiawati. Bila dirasa perlu, bisa juga mencari teman sharing, bisa sahabat atau psikolog perkawinan, untuk membantu meringankan perasaan.  


Editor :