Rabu, 26 November 2014

News /

Seru Mana, Traveling Sendirian atau Berombongan?

Jumat, 14 Maret 2008 | 14:12 WIB

Mana lebih asyik, menyenangkan dan berkesan,  traveling sendirian atau bersama teman? Hemm...  sesunggunya itu bergangung pada nilai-nilai yang Anda anut serta tujuan perjalanan itu sendiri.

Apa tujuan perjalanan Anda? Untuk melihat-lihat dan mengagumi daerah tujuan, mengetahui perubahan, punya misi bisnis atau mungkin spiritual khusus? Tujuan akan mempengaruhi pilihan. Yang pasti, traveling sendirian atau bareng teman masing-masing punya keunggulan dan kelemahan.

Secara garis besar dapat dikemukakan, jika berjalan sendiri Anda punya banyak keleluasaan. Dalam solo travel Anda seorang panglima namun jika ada persoalan di tengah jalan Anda akan menghadapinya sendiri. Sebaliknya, jika jalan dalam rombongan, kebebasan Anda akan dibatasi oleh kehadiran anggotan rombongan. Tetapi saat menemui kendala, Anda tidak mengahapinya sendirian.

Mark Moxon, petualang dan penulis hal-hal seputar traveling, dalam situsnya di moxon.net menulis secara detail keunggulan dan kelemahan traveling sendirian ataupun bersama teman.

Keunggulan Bersama Teman

Dalam  perjalanan Anda punya kesempatan untuk berbagi pengalaman. Moxon yang meski lebih suka jalan sendiri mengatakan, Anda mungkin punya pengalaman mengesankan saat jalan sendiri namun membagi pengalaman seperti itu kepada teman saat nongkrong  di pub misalnya, merupakan salah cara menikmati pengalaman yang juga sangat mengasyikkan. Dalam solo travel, hal seperti itu tidak akan Anda nikmati.

Jalan berombongan sangat terasa asyiknya saat makan. Anggota rombongan bisa saling bercanda saat makan. Sebaliknya, pada solo travel, saat makan boleh jadi merupakan momen paling hening dan Anda betul-betul merasa sendirian dan kesepian.

Kalau sakit, barang dicuri, atau ada masalah lain, Anda punya teman yang bisa membantu atau membangkitkan semangat. Teman seperjalanan Anda mungkin dapat melihat sisi lain, yang lucu atau positif, dari peristiwa yang terjadi. Tetapi kalau jalan sendiri Anda hanya dihadapan pada dua pilihan: kecewa dan balik kanan atau maju terus.

Punya teman juga membuat perjalanan jadi lebih mudah, ada banyak manfaat praktis yang kelihatan sepele. Misalnya kalau kelelahan dan haus ada teman yang bersedia mencarikan minum, kalau ke toilet ada orang yang menjaga ransel, atau kalau lagi sakit dan tidak kuat antre tiket, ada kawan yang mengantre di loket. Hal-hal kecil seperti ini meropotkan kalau jalan sendiri.

Biaya perjalanan jadi lebih murah jika jalan dalam rombongan karena Anda bisa berbagi biaya kamar dan makan. Anda juga bisa mencoba lebih banyak jenis makanan karena Anda bisa berbagi menu.

Khusus untuk perempuan, bergabung dalam rombongan atau punya teman akan lebih baik jika traveling di negara-negara yang kulturnya didominasi laki-laki. Kalau nekat jalan sendiri, bisa saja Anda akan menemui sejumlah kendala.

Kelemahan Bersama Teman

Selalu terjadi kerepotan saat menghitung biaya, misalnya usai makan. Si A atau B makan apa, berapa biayanya dan berapa kembaliannya.

Anda membuat keputusan bersama-sama termasuk misalnya jalan bersama ke lokasi yang sama dan pada jam yang sama dan dari tempat yang sama pula. Di sini kebebasan Anda dibatasi. Ada orang buat kesepakatan: siang jalan sendiri-sendiri, pas makan malam baru bertemu lagi.

Jika ada masalah, katakanlah ada hal yang membuat Anda frustrasi, sangat mudah untuk menyalahkan teman seperjalanan, seakan masalah muncul karena kehadiran mereka. Dalam solo travel, hal itu tidak mungkin  terjadi. Anda menghadapinya sendiri dan harus mengatasinya sendiri pula.

Anda tidak punya waktu yang Anda benar-benar bisa dinikmati sendirian dalam tempo lama karena teman atau teman-teman Anda bisa saja mengajak Anda untuk berbicara aneka hal.

Keunggulan Jalan Sendiri

Anda seorang panglima, pembuat keputusan.

Mudah bertemu dan berbincang dengan penduduk lokal. Jika jalan berdua atau lebih Anda akan sibuk ngobrol sendiri dalam rombongan dan akan jarang disapa penduduk lokal.

Kalau sakit, Anda tidak perlu merasa bersalah karena telah mengganggu rencana perjalanan orang lain

Anda bisa tidur di hotel paling murah atau paling jorok jika Anda mau, atau bahkan paling mahal sesuai dengan anggaran Anda.

Anda bisa menemukan pemandangan menarik sendirian

Tidak akan mengalami sakit hati akibat ulah teman seperjalanan.

Saat Anda senang, semua itu Anda nikmati sendiri sepenuhnya.

Kelemahan Jalan Sendiri

Anda menanggung semua risiko sendiri.

Kadang-kadang Anda akan merasa sendirian di tempat di mana tidak ada orang. Di tempat yang banyak turisnya pun Anda bisa merasa kesepian.

Ketika Anda sakit tidak ada yang membantu misalnya mengambilkan obat, segelas air atau memberikan simpati.

Untuk ambil foto diri sendiri Anda harus gunakan fasilitas self-timed atau minta tolong penduduk lokal yang mungkin belum pernah pegang kamera

Tidak ada kawan untuk berbagi hal-hal menarik, termasuk saat Anda hendak nongkrong di kafe atau pub.

Kalau Anda sedang lesu tidak ada yang memberi semangat.

Jadi , Anda pilih jalan sendiri atau butuh teman? Pilihan ada pada Anda, selamat bertualang! (Egidius Patnistik)


Editor :