Rabu, 1 Oktober 2014

News /

Polisi Gerebek Pabrik Shabu di Kompleks Elit

Sabtu, 23 Februari 2008 | 12:01 WIB

BEKASI, SABTU - Jajaran unit anti Narkoba Polres Metro Bekasi menggerebek pabrik shabu-shabu di sebuah kompleks perumahan elit di Bekasi.
     
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Masguntur Laope  di Bekasi, Sabtu mengatakan, polisi juga berhasil meringkus tersangka yakni, Hendrik, Rudy dan Basuki pembuat shabu-shabu.
     
Dari lokasi penggerebegan, aparat kepolisian Metro Bekasi mendapati dua ons shabu senilai Rp200 juta, bahan baku shabu berupa serbuk dan mesin produksi.   Polisi mengintai rumah itu sejak Jumat (22/2) sekira pukul 17.00 WIB, dan penggrebegan pabrik shabu tersebut baru selesai Sabtu dini hari sekira pukul 02.00 WIB.
     
Kepada polisi, ketiga tersangka mengaku telah memproduksi barang terlarang itu sejak dua bulan lalu dan dalam sebulan mampu menghasilan tiga kilogram shabu.
     
Para tersangka mengontrak rumah di kawasan perumahan elit itu sejak dua bulan lalu, bahkan warga setempat tidak menduga rumah tersebut dijadikan untuk memproduksi shabu.
     
"Kini polisi sedang melakukan penyeilidikan dari mana asal usul bahan baku dan mesin produksi shabu tersebut didapat. Bisa saja ketiga tersangka memiliki jaringan dengan bandar Narkoba," kata Masguntur Laope.
     
Saat ini, polisi masih memeriksa ketiga tersangka pembuat shabu itu secara intensif dan diharapkan bandar narkoba dan jaringannya dapat segera diungkap.
     
Untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat UU nomor 22/1997, tentang psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, kata Masguntur Laope.
     
Menanggapi penggrebekan pabrik narkoba di tempat itu, anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), Sutriyono mengatakan, kinerja perangkat Badan Narkotika Kota (BNK) setempat buruk.
     
Dari peristiwa itu ada hal yang menarik dan membohongi publik yakni, di depan pintu gerbang perumahan elit tersebut terpampang spanduk besar BNK Bekasi bertuliskan "Komplek ini bebas peredaran narkoba", ternyata tidak benar.
     
"Penggrebekan pabrik shabu di perumahan elit itu menjadi salah satu indikator kinerja BNK Bekasi buruk dan tidak berhasil," katanya. (ANT)
     


Editor :
Sumber: