Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Korban Judi "Online" Terus Berjatuhan, DPR: Tidak Bisa Main-main Lagi

Kompas.com - 11/06/2024, 20:45 WIB
Aryo Putranto Saptohutomo

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Daya rusak judi online terhadap mental masyarakat dianggap sudah sangat mengkhawatirkan, sehingga pemerintah dan lembaga yang memiliki kewenangan diminta tidak bisa menganggap enteng ancaman itu.

Selain itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga diimbau terus memantau aliran dana aktivitas ilegal itu.

Menurut Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil, dalam upaya pemberantasan judi online diperlukan peran dari PPATK dalam membantu aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan.

Sebab, kata Nasir, ketika masyarakat ketagihan judi online maka sudah sangat meresahkan kehidupan sosial.

"Kami juga menitipkan harapan kepada PPATK terkait judi online. Judi online memang sudah sangat darurat di negeri ini, sampai-sampai ada seorang polwan yang membakar suaminya karena suaminya itu diduga ketagihan dengan judi online," kata Nasir saat rapat kerja (raker) bersama Kepala PPATK Ivan Yustiavandana di gedung parlemen, Jakarta, Selasa (11/6/2024).

Baca juga: Judi Online Makan Korban Lagi, Menkominfo Mengaku Tak Bisa Kerja Sendiri


Nasir berharap PPATK sebagai lembaga yang memiliki otoritas untuk memberantas harus bekoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

"Jadi sudah separah itu potret (judi online) di negeri ini. Oleh karena itu, kita tidak bisa main-main lagi dengan judi online," ujar Nasir.

Nasir mengambil contoh peristiwa terbaru terkait dampak judi online.

Dia mencontohkan kasus seorang Polisi Wanita (polwan) Briptu FN yang tinggal di Asrama Polisi (Aspol) di Jalan Pahlawan, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jawa Timur. Dia membakar suaminya yang juga seorang polisi, Briptu RDW, akhir pekan lalu.

Baca juga: Soal Polwan Bakar Suami karena Judi Online, Menkominfo: Bukannya Kita Enggak Bisa Lakukan Tugas Kita...

Peristiwa itu diduga dipicu kekesalan Briptu FN kepada suaminya karena diduga sering menghabiskan uang buat judi online.

Sebelumnya, PPATK mencatat total transaksi judi online di Indonesia mencapai Rp 100 triliun pada kuartal I-2024.

Adapun total transaksi judi online pada 2023 mencapai Rp 327 triliun.

Baca juga: Menkominfo Klaim Blokir 800.000 Situs Judi Online, DPR Bingung Transaksinya Masih Capai Rp 100 T

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan pihaknya menemukan adanya indikasi transaksi judi online melalui fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Anies, PDI-P, dan PKS Disebut Perpaduan 'Powerful' di Pilkada Jakarta

Anies, PDI-P, dan PKS Disebut Perpaduan "Powerful" di Pilkada Jakarta

Nasional
PKS Dianggap Serius Kaji Tawaran Koalisi Prabowo, Tak Usung Anies di Jakarta

PKS Dianggap Serius Kaji Tawaran Koalisi Prabowo, Tak Usung Anies di Jakarta

Nasional
Siapa Teken Keppres Pemindahan Ibu Kota, Jokowi atau Prabowo?

Siapa Teken Keppres Pemindahan Ibu Kota, Jokowi atau Prabowo?

Nasional
Pakar Anggap PDI-P 'Bunuh Diri' jika Usung Anies pada Pilkada Jakarta

Pakar Anggap PDI-P "Bunuh Diri" jika Usung Anies pada Pilkada Jakarta

Nasional
Pimpin Rapat Progres Kerja INA Digital, Menpan-RB Anas Tekankan Percepatan Kinerja

Pimpin Rapat Progres Kerja INA Digital, Menpan-RB Anas Tekankan Percepatan Kinerja

Nasional
Hasto PDI-P Sebut Risma Belum Ditugaskan untuk Maju pada Pilkada Jatim

Hasto PDI-P Sebut Risma Belum Ditugaskan untuk Maju pada Pilkada Jatim

Nasional
Psikolog Forensik Beberkan Dugaan Pelanggaran Etik dalam Penyidikan Kasus 'Vina Cirebon'

Psikolog Forensik Beberkan Dugaan Pelanggaran Etik dalam Penyidikan Kasus "Vina Cirebon"

Nasional
Upaya Polri Perangi Judi “Online”, Bandar Dijerat TPPU hingga Buka “Hotline”

Upaya Polri Perangi Judi “Online”, Bandar Dijerat TPPU hingga Buka “Hotline”

Nasional
Pihak Pegi Setiawan Laporkan Penyidik Polda Jabar ke Propam, Polri: Kami Tak Jawab Dulu

Pihak Pegi Setiawan Laporkan Penyidik Polda Jabar ke Propam, Polri: Kami Tak Jawab Dulu

Nasional
Penculikan Aktivis '98 dan Para Orangtua yang Wafat dalam Penantian...

Penculikan Aktivis '98 dan Para Orangtua yang Wafat dalam Penantian...

Nasional
[POPULER NASIONAL] PDI-P Ingin Usung Kader Sendiri di Pilkada Jakarta | Jemaah Haji Plus Asal Jakarta Terkatung-katung di Mina

[POPULER NASIONAL] PDI-P Ingin Usung Kader Sendiri di Pilkada Jakarta | Jemaah Haji Plus Asal Jakarta Terkatung-katung di Mina

Nasional
Tanggal 25 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 25 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 24 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 24 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Polri Sebut Mayoritas Judi Online Dioperasikan dari Mekong Raya

Polri Sebut Mayoritas Judi Online Dioperasikan dari Mekong Raya

Nasional
KPK Sadap Lebih dari 500 Ponsel, tetapi 'Zonk' karena Koruptor Makin Pintar

KPK Sadap Lebih dari 500 Ponsel, tetapi "Zonk" karena Koruptor Makin Pintar

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com