Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KPK Konfirmasi Dugaan Pembelian Aset SYL ke Bos Maktour Travel

Kompas.com - 30/05/2024, 13:41 WIB
Syakirun Ni'am,
Icha Rastika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi dugaan pembelian aset eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) kepada bos perusahaan biro perjalanan umrah, Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur.

Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK Ali Fikri mengatakan, Fuad diperiksa penyidik sebagai saksi dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) SYL pada Senin (27/5/2024).

"Saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain pengetahuan saksi terkait dengan dugaan adanya transaksi pembelian aset tersangka SYL," kata Ali dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (30/5/2024).

Baca juga: Dalih SYL soal Hubungannya dengan Pedangdut Nayunda Nabila

Ketika ditemui usai menjalani pemeriksaan, Fuad mengaku ditanya penyidik terkait reservasi tiket SYL ke Arab Saudi.

Ia menyatakan, Maktour Travel tidak melayani perjalanan umrah SYL di Tanah Suci.

"Di sini saya ingin menjelaskan bahwa kami tidak melayani perjalanannya Pak Syahrul,” kata Fuad saat ditemui awak media di Gedung KPK, Jakarta, Senin.

Menurut Fuad, pada akhir tahun 2022, pihak Kementerian Pertanian (Kementan) meminta dipesankan tiket perjalanan ke Saudi.

Baca juga: KPK Akan Dakwa SYL atas Dugaan Gratifikasi Rp 60 M, TPPU Rp 104,5 M

Karena mengetahui terdapat agenda pertemuan dengan pemerintah kerjakan Saudi, pegawai Maktour bersedia membantu reservasi tiket.

Kebanyakan yang dipesan merupakan kelas bisnis sehingga jumlahnya cukup besar.

"Cukup besar (biayanya). Saya mesti jujur karena bahwa disini mayoritas pakai bisnis class ya,” tutur Fuad.

Dalam perkara dugaan TPPU ini, SYL diduga mencuci uang hingga Rp 104,5 miliar.

Sebanyak Rp 44,5 miliar di antaranya bersumber dari memeras bawahan di Kementan. Perkara ini tengah disidangkan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Baca juga: Biduan Nayunda Nabila Mengaku Diberi Cincin oleh SYL

Kemudian, sekitar Rp 60 miliar di antaranya diduga bersumber dari gratifikasi.

Di antaranya berupa uang Rp 30 miliar yang diamankan penyidik keyika menggeledah rumah dinas Menteri Pertanian dan Rp 15 miliar di rumah pengusaha Hanan Supangkat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Penjelasan Habiburokhman soal Adanya Anggota DPR Main Judi 'Online'

Penjelasan Habiburokhman soal Adanya Anggota DPR Main Judi "Online"

Nasional
Airlangga Sebut Kemenko Perekonomian Pindah ke IKN jika Kantornya Sudah Siap

Airlangga Sebut Kemenko Perekonomian Pindah ke IKN jika Kantornya Sudah Siap

Nasional
Jemaah Haji Sambut Gembira Saat Hujan Turun di Mekkah, di Tengah Peringatan Cuaca Panas

Jemaah Haji Sambut Gembira Saat Hujan Turun di Mekkah, di Tengah Peringatan Cuaca Panas

Nasional
PPP Pastikan Agenda Muktamar untuk Pergantian Pemimpin Berlangsung Tahun 2025

PPP Pastikan Agenda Muktamar untuk Pergantian Pemimpin Berlangsung Tahun 2025

Nasional
Jemaah Haji dengan Risiko Tinggi dan Lansia Diimbau Badal Lontar Jumrah

Jemaah Haji dengan Risiko Tinggi dan Lansia Diimbau Badal Lontar Jumrah

Nasional
Idul Adha, Puan Maharani: Tingkatkan Kepedulian dan Gotong Royong

Idul Adha, Puan Maharani: Tingkatkan Kepedulian dan Gotong Royong

Nasional
Timwas Haji DPR: Tenda Jemaah Haji Indonesia Tidak Sesuai Maktab, Banyak yang Terusir

Timwas Haji DPR: Tenda Jemaah Haji Indonesia Tidak Sesuai Maktab, Banyak yang Terusir

Nasional
Sikap Golkar Ingin Ridwan Kamil Maju di Pilkada Jabar Ketimbang Jakarta Dinilai Realistis

Sikap Golkar Ingin Ridwan Kamil Maju di Pilkada Jabar Ketimbang Jakarta Dinilai Realistis

Nasional
Masalah Haji Terus Berulang, Timwas Haji DPR Usulkan Penbentukan Pansus

Masalah Haji Terus Berulang, Timwas Haji DPR Usulkan Penbentukan Pansus

Nasional
Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Jemaah Haji Diimbau Tak Lontar Jumrah Sebelum Pukul 16.00

Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Jemaah Haji Diimbau Tak Lontar Jumrah Sebelum Pukul 16.00

Nasional
Wapres Ma'ruf Dorong Kegiatan Kurban Terus Dijaga, Sebut Warga Non-Muslim Ikut Berkurban di Masjid Istiqlal

Wapres Ma'ruf Dorong Kegiatan Kurban Terus Dijaga, Sebut Warga Non-Muslim Ikut Berkurban di Masjid Istiqlal

Nasional
Semarak Perayaan Idul Adha 1445 H, DPC PDIP di 38 Daerah Jatim Sembelih Hewan Kurban

Semarak Perayaan Idul Adha 1445 H, DPC PDIP di 38 Daerah Jatim Sembelih Hewan Kurban

Nasional
Pelindo Petikemas Salurkan 215 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Pelindo Petikemas Salurkan 215 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Nasional
Gus Muhaimin: Timwas Haji DPR Sampaikan Penyelenggaraan Haji 2024 Alami Berbagai Masalah

Gus Muhaimin: Timwas Haji DPR Sampaikan Penyelenggaraan Haji 2024 Alami Berbagai Masalah

Nasional
DPD PDI-P Usulkan Nama Anies di Pilkada Jakarta, Ganjar: Seandainya Tidak Cocok, Tak Usah Dipaksakan

DPD PDI-P Usulkan Nama Anies di Pilkada Jakarta, Ganjar: Seandainya Tidak Cocok, Tak Usah Dipaksakan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com