Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nayunda Jadi Honorer Kementan Masuk Kerja 2 Hari, tapi Digaji Setahun

Kompas.com - 30/05/2024, 12:24 WIB
Singgih Wiryono,
Diamanty Meiliana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Biduanita Nayunda Nabila Nizrinah mendapat gaji selama setahun penuh saat menjadi pegawai honorer di Kementerian Pertanian saat dipimpin Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Hal itu ditanyakan langsung hakim ketua Rianto Adam Pontoh kepada Nayunda dalam sidang korupsi SYL, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2024).

"Penuntut umum, ini kurang lebih menerima gaji berapa? Hampir setahun? ini kalau dirupiahkan 45 juta rupiah ditotalkan yang saudara terima. Saudara benar ya hanya 2 hari," kata Hakim.

"Dua hari Yang Mulia," jawab Nayunda.

Baca juga: Dalih SYL soal Hubungannya dengan Pedangdut Nayunda Nabila

Mendengar pengakuan Nayunda, Hakim kemudian memerintahkan agar Nayunda mengembalikan uang tersebut.

"Sudah dikembalikan nggak uang ini? Harus dikembalikan! Karena bukan hak saudara untuk menerima itu," kata Hakim.

"Kalau saudara kerja nggak masalah. Tapi yang lucu, saudara nggak kerja kok gaji saudara jalan terus," sambung Hakim.

Hakim sempat bertanya kepada terdakwa lainnya, eks Sekjen Kementan Kasdi Subagyono apakah mengetahui bahwa Nayunda menjadi pegawai honorer di Kementan.

Kasdi mengaku tahu meskipun posisi honorer Nayunda bukan di bawah Sekjen Kementan.

Baca juga: Saat SYL Hamburkan Uang Negara dan Pribadi buat Biduan Nayunda...

"Jadi Sekjen tau saudara menjadi honor, dan sampai hari ini belum dikembalikan itu (gaji yang bukan menjadi hak Nayunda)?" tanya Hakim.

Nayunda mengaku sudah mengembalikan, namun belum semuanya dikembalikan.

"Sementara proses sudah ada pengembalian sih Pak, tapi belum semuanya," katanya.

Sebagai informasi, Nayunda menjadi saksi dalam kasus pemerasan senilai Rp 44,5 miliar yang dilakukan SYL kepada anak buahnya dan direktorat di Kementerian Pertanian untuk kepentingan pribadi dan keluarga.

Pemerasan ini disebut dilakukan SYL dengan memerintahkan eks Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan, Muhammad Hatta; dan eks Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono; Staf Khusus Bidang Kebijakan, Imam Mujahidin Fahmid, dan ajudannya, Panji Harjanto.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

KPU Minta Kepastian Jadwal Pelantikan Kepala Daerah ke Pemerintah

KPU Minta Kepastian Jadwal Pelantikan Kepala Daerah ke Pemerintah

Nasional
Anggota OPM yang Ditembak Mati di Paniai adalah Eks Prajurit Kodam Brawijaya

Anggota OPM yang Ditembak Mati di Paniai adalah Eks Prajurit Kodam Brawijaya

Nasional
Akhiri Puncak Haji, Jemaah RI Kembali ke Hotel di Mekkah mulai Rabu Besok

Akhiri Puncak Haji, Jemaah RI Kembali ke Hotel di Mekkah mulai Rabu Besok

Nasional
Dari Rekam Jejaknya, AKBP Rossa Dinilai Mampu Tangkap Harun Masiku

Dari Rekam Jejaknya, AKBP Rossa Dinilai Mampu Tangkap Harun Masiku

Nasional
Panglima TNI Sebut Bisa Kirim Warga Sipil ke Gaza, Kemlu: Harus Ada Mandat PBB

Panglima TNI Sebut Bisa Kirim Warga Sipil ke Gaza, Kemlu: Harus Ada Mandat PBB

Nasional
Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor, BPDPKS Ajak UKMK Manfaatkan Produk Berbahan Sawit

Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor, BPDPKS Ajak UKMK Manfaatkan Produk Berbahan Sawit

Nasional
Ketua DPP: Siapa Pun Ketum Nanti, Wajib Bawa PPP Bangkit

Ketua DPP: Siapa Pun Ketum Nanti, Wajib Bawa PPP Bangkit

Nasional
Promosikan Kebaikan Kelapa Sawit, BPDPKS Gelar Workshop UKMK Sawit di Solo

Promosikan Kebaikan Kelapa Sawit, BPDPKS Gelar Workshop UKMK Sawit di Solo

Nasional
Pelaku Judi 'Online' Tak Selalu Miskin, Bansos Bukan Solusinya

Pelaku Judi "Online" Tak Selalu Miskin, Bansos Bukan Solusinya

Nasional
Anies Disebut Jalani Uji Kelayakan dan Kepatutan di PKS untuk Pilkada Jakarta 2024

Anies Disebut Jalani Uji Kelayakan dan Kepatutan di PKS untuk Pilkada Jakarta 2024

Nasional
Ungkit Wagub Anies pada Pilkada DKI 2017 Bukan Kadernya, PKS: Masa Sekarang Enggak Lagi?

Ungkit Wagub Anies pada Pilkada DKI 2017 Bukan Kadernya, PKS: Masa Sekarang Enggak Lagi?

Nasional
Jokowi Harap Penataan Kampung Nelayan di Tambak Lorok Jadi Contoh Daerah Lain

Jokowi Harap Penataan Kampung Nelayan di Tambak Lorok Jadi Contoh Daerah Lain

Nasional
Kaget Dicopot dari Posisi Sekjen PBB, Afriansyah Noor: Saya Akan Ambil Langkah

Kaget Dicopot dari Posisi Sekjen PBB, Afriansyah Noor: Saya Akan Ambil Langkah

Nasional
PPP: Belum Ada Nama Kandidat Ketum di Muktamar 2025, Semua Terbuka

PPP: Belum Ada Nama Kandidat Ketum di Muktamar 2025, Semua Terbuka

Nasional
Soal Pencopotan Afriansyah Noor dari Posisi Sekjen, PBB: Murni Kepentingan Organisasi

Soal Pencopotan Afriansyah Noor dari Posisi Sekjen, PBB: Murni Kepentingan Organisasi

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com