Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jokowi Sebut Australia, Belanda, Jepang Dukung Indonesia Gabung OECD

Kompas.com - 28/05/2024, 18:33 WIB
Dian Erika Nugraheny,
Ardito Ramadhan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, komitmen Indonesia untuk menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mendapat dukungan dari sejumlah negara anggota.

"Komitmen Indonesia untuk menjadi anggota OECD telah mendapatkan dukungan dari negara-negara anggota seperti Australia, Belanda, dan Jepang, dalam bentuk capacity building dan pendanaan," ujar Jokowi dalam unggahan di akun media sosial X resminya @jokowi, Selasa (28/5/2024).

Jokowi menuturkan, Indonesia segera membuat memorandum self assessment untuk sebagai salah satu dorongan untuk mempercepat keanggotaan Indonesia dalam OECD secara penuh.

Baca juga: Wamenkeu Sebut Indonesia Mulai Berproses Jadi Anggota Penuh OECD

"Upaya ini sebagai komitmen tegas dan langkah strategis Indonesia untuk memperkuat kerja sama internasional serta meningkatkan iklim investasi dalam negeri," kata dia.

Mantan gubernur DKI Jakarta ini juga mengaku sudah bertemu dengan Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann pada Selasa siang tadi.

Ia menyebutkan, pertemuan tersebut membahas langkah-langkah yang telah dan akan diambil Indonesia dalam rangka mempercepat keanggotaan Indonesia dalam OECD.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pertemuan antara Jokowi dan Cormann berfokus pada diskusi strategis mengenai persiapan dan percepatan keanggotaan Indonesia di organisasi tersebut.

Baca juga: Indonesia Targetkan Jadi Anggota OECD 3 Tahun Lagi

Airlangga pun mengungkapkan, Jokowi telah menetapkan keputusan presiden terkait rencana Indonesia bergabung ke OECD.

“Bapak Presiden telah menetapkan keppres tim nasional persiapan dan percepatan keanggotaan Indonesia dalam OECD di mana kami mengetuai, dibantu oleh Bu Menkeu dan Bu Menlu,” ujar Airlangga, Selasa, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Airlangga mengatakan, Indonesia berkomitmen untuk menjadi anggota OECD dalam tiga tahun.

Baca juga: Pengaruh Geopolitik Indonesia Melalui Keanggotaan OECD

OECD merupakan organisasi kerja sama dan pembangunan ekonomi internasional yang saat ini sudah memiliki 38 negara anggota.

Organisasi ini semula didirikan pada 1948 dan beranggotakan negara-negara Eropa. Setelahnya pada 1961 keanggotaan OECD mulai meluas ke negara-negara non Eropa.

Saat ini ada dua negara Asia yang telah resmi jadi anggota OECD, yakni Jepang dan Korea Selatan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

SYL Disebut Minta Anak Buah Tak Layani Permintaan Atas Namanya

SYL Disebut Minta Anak Buah Tak Layani Permintaan Atas Namanya

Nasional
Menkominfo Ancam Tutup Telegram jika Surat Peringatan Ketiga Tidak Digubris

Menkominfo Ancam Tutup Telegram jika Surat Peringatan Ketiga Tidak Digubris

Nasional
Polri Ungkap Ayah Eki Pernah Diperiksa Propam, tapi Tak Langgar Aturan

Polri Ungkap Ayah Eki Pernah Diperiksa Propam, tapi Tak Langgar Aturan

Nasional
Menko Polhukam Ungkap Modus Jual-Beli Rekening Judi Online, Masuk ke Desa-desa

Menko Polhukam Ungkap Modus Jual-Beli Rekening Judi Online, Masuk ke Desa-desa

Nasional
Airlangga Sodorkan Ketua HIPMI dan Anak Akbar Tanjung Jadi Cawagub Bobby di Sumut

Airlangga Sodorkan Ketua HIPMI dan Anak Akbar Tanjung Jadi Cawagub Bobby di Sumut

Nasional
Romo Magnis: Kekompakan DPR dan Eksekutif Bisa Hancurkan Demokrasi

Romo Magnis: Kekompakan DPR dan Eksekutif Bisa Hancurkan Demokrasi

Nasional
Polisi Ungkap Saka Tatal Cenderung Bohong Saat Diperiksa Tahun 2016

Polisi Ungkap Saka Tatal Cenderung Bohong Saat Diperiksa Tahun 2016

Nasional
Siap Lawan Ahok hingga Edy Rahmayadi di Pilkada Sumut, Bobby: Kita Tarung Gagasan

Siap Lawan Ahok hingga Edy Rahmayadi di Pilkada Sumut, Bobby: Kita Tarung Gagasan

Nasional
BMKG Sebut 5 Provinsi Rawan Karhutla dan Kekeringan Saat Kemarau, Ini Daftarnya

BMKG Sebut 5 Provinsi Rawan Karhutla dan Kekeringan Saat Kemarau, Ini Daftarnya

Nasional
Guru Besar UI Kritik Penggunaan Hukum Sebagai Senjata Politik di Indonesia

Guru Besar UI Kritik Penggunaan Hukum Sebagai Senjata Politik di Indonesia

Nasional
PBB Jelaskan Alasan Yusril Tanda Tangan Surat Permohonan SK Pimpinan Baru ke Kemenkumham

PBB Jelaskan Alasan Yusril Tanda Tangan Surat Permohonan SK Pimpinan Baru ke Kemenkumham

Nasional
Menko Polhukam: Pimpinan TNI-Polri Sudah Tahu Daftar Anggota yang Terlibat Judi 'Online'

Menko Polhukam: Pimpinan TNI-Polri Sudah Tahu Daftar Anggota yang Terlibat Judi "Online"

Nasional
SYL: Saya Tak Pernah Perintahkan Kumpulkan Uang

SYL: Saya Tak Pernah Perintahkan Kumpulkan Uang

Nasional
Tanggal 22 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 22 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Staf Hasto Mengaku Pernah Bertemu atau Lihat Harun Masiku

Staf Hasto Mengaku Pernah Bertemu atau Lihat Harun Masiku

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com