Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wamenkeu Sebut Indonesia Mulai Berproses Jadi Anggota Penuh OECD

Kompas.com - 28/05/2024, 17:25 WIB
Dian Erika Nugraheny,
Ardito Ramadhan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, Indonesia sudah mulai berproses menjadi anggota penuh dari Organisation for Economics Cooperation Development (OECD).

Hal itu disampaikan Suahasil seusai mendampingi Presiden Joko Widodo bertemu Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Selasa (28/5/2024).

"Partisipasi Indonesia untuk OECD sudah cukup lama dan kita sekarang memulai proses menjadi anggota penuh," kata Suahasil, Selasa, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Ia menyebutkan, Indonesia sudah menjadi mitra kunci OECD sejak tahun 2007.

Baca juga: Jokowi Bertemu Sekjen OECD di Istana Bogor

"Sejak 2014 kita menjadi koordinator co chair bersama Jepang memulai yang namanya program OECD untuk South East Asia Regional program," ujar Suahasil menambahkan.

Suahasil menjelaskan, dalam rangka proses menjadi anggota penuh OECD, Indonesia akan menyusun dokumen initial memorandum yang berisi asesmen terhadap situasi ekonomi Indonesia.

Ia berharap, memorandum itu bisa menjadi alat bagi Indonesia menyampaikan kepada dunia tentang apa saja yang sudah dilakukan untuk melakukan reformasi ekonomi.

"Saya yakin bahwa keanggotaan Indonesia akan jadi tambahan kebanggaan. Bukan saja untuk Indonesia tapi juga untuk OECD," kata dia.

Baca juga: Pengaruh Geopolitik Indonesia Melalui Keanggotaan OECD

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan pertamuan antara Jokowi dan Cormann pada hari ini adalah yang kedua dilakukan setelah pada Agustus 2023 lalu.

Ia mengatakan, dua pertemuan yang sudah dilakukan ini bertujuan mendorong keanggotaan penuh Indonesia pada OECD.

"Tujuan pertemuan ini adalah untuk memberikan informasi terkini terkait update mengenai proses aksesi dan langkah-langkah yang harus diambil atau perlu diambil oleh pemerintah Indonesia," kata Airlangga.

Baca juga: Indonesia Targetkan Jadi Anggota OECD 3 Tahun Lagi

"Tadi disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa kita akan membentuk tim untuk itu dan juga mendorong bahwa aksesi OECD ini terintegrasi dengan rencana pembangunan jangka menengah Indonesia," ujar dia.

OECD merupakan organisasi kerja sama dan pembangunan ekonomi internasional yang saat ini sudah memiliki 38 negara anggota.

Organisasi ini semula didirikan pada 1948 dan beranggotakan negara-negara Eropa.

Setelahnya pada 1961 keanggotaan OECD mulai meluas ke negara-negara non Eropa.

Saat ini ada dua negara Asia yakni Jepang dan Korea Selatan yang telah resmi jadi anggota OECD.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Penjelasan Habiburokhman soal Adanya Anggota DPR Main Judi 'Online'

Penjelasan Habiburokhman soal Adanya Anggota DPR Main Judi "Online"

Nasional
Airlangga Sebut Kemenko Perekonomian Pindah ke IKN jika Kantornya Sudah Siap

Airlangga Sebut Kemenko Perekonomian Pindah ke IKN jika Kantornya Sudah Siap

Nasional
Jemaah Haji Sambut Gembira Saat Hujan Turun di Mekkah, di Tengah Peringatan Cuaca Panas

Jemaah Haji Sambut Gembira Saat Hujan Turun di Mekkah, di Tengah Peringatan Cuaca Panas

Nasional
PPP Pastikan Agenda Muktamar untuk Pergantian Pemimpin Berlangsung Tahun 2025

PPP Pastikan Agenda Muktamar untuk Pergantian Pemimpin Berlangsung Tahun 2025

Nasional
Jemaah Haji dengan Risiko Tinggi dan Lansia Diimbau Badal Lontar Jumrah

Jemaah Haji dengan Risiko Tinggi dan Lansia Diimbau Badal Lontar Jumrah

Nasional
Idul Adha, Puan Maharani: Tingkatkan Kepedulian dan Gotong Royong

Idul Adha, Puan Maharani: Tingkatkan Kepedulian dan Gotong Royong

Nasional
Timwas Haji DPR: Tenda Jemaah Haji Indonesia Tidak Sesuai Maktab, Banyak yang Terusir

Timwas Haji DPR: Tenda Jemaah Haji Indonesia Tidak Sesuai Maktab, Banyak yang Terusir

Nasional
Sikap Golkar Ingin Ridwan Kamil Maju di Pilkada Jabar Ketimbang Jakarta Dinilai Realistis

Sikap Golkar Ingin Ridwan Kamil Maju di Pilkada Jabar Ketimbang Jakarta Dinilai Realistis

Nasional
Masalah Haji Terus Berulang, Timwas Haji DPR Usulkan Penbentukan Pansus

Masalah Haji Terus Berulang, Timwas Haji DPR Usulkan Penbentukan Pansus

Nasional
Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Jemaah Haji Diimbau Tak Lontar Jumrah Sebelum Pukul 16.00

Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Jemaah Haji Diimbau Tak Lontar Jumrah Sebelum Pukul 16.00

Nasional
Wapres Ma'ruf Dorong Kegiatan Kurban Terus Dijaga, Sebut Warga Non-Muslim Ikut Berkurban di Masjid Istiqlal

Wapres Ma'ruf Dorong Kegiatan Kurban Terus Dijaga, Sebut Warga Non-Muslim Ikut Berkurban di Masjid Istiqlal

Nasional
Semarak Perayaan Idul Adha 1445 H, DPC PDIP di 38 Daerah Jatim Sembelih Hewan Kurban

Semarak Perayaan Idul Adha 1445 H, DPC PDIP di 38 Daerah Jatim Sembelih Hewan Kurban

Nasional
Pelindo Petikemas Salurkan 215 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Pelindo Petikemas Salurkan 215 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Nasional
Gus Muhaimin: Timwas Haji DPR Sampaikan Penyelenggaraan Haji 2024 Alami Berbagai Masalah

Gus Muhaimin: Timwas Haji DPR Sampaikan Penyelenggaraan Haji 2024 Alami Berbagai Masalah

Nasional
DPD PDI-P Usulkan Nama Anies di Pilkada Jakarta, Ganjar: Seandainya Tidak Cocok, Tak Usah Dipaksakan

DPD PDI-P Usulkan Nama Anies di Pilkada Jakarta, Ganjar: Seandainya Tidak Cocok, Tak Usah Dipaksakan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com