Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Dekat dengan Cucu, Terdakwa Kasus BTS 4G Sadikin Rusli Minta Ditahan di Jawa Timur

Kompas.com - 28/05/2024, 16:16 WIB
Irfan Kamil,
Ardito Ramadhan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus dugaan korupsi terkait proyek penyediaan infrastruktur base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5, Sadikin Rusli meminta agar bisa ditahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang berada di Porong, Jawa Timur.

Hal ini disampaikan Sadikin saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi perkara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2024).

"Jika Bapak Hakim memutuskan untuk menghukum saya, izinkan saya permintaan agar putusan nanti bapak hakim berkenan mencantumkan saya menjalani hukuman di Porong, Jawa Timur, agar saya bisa lebih dekat dengan cucu saya," kata Sadikin, Selasa.

Di hadapan majelis hakim, Sadikin Rusli pun mengaku tidak sanggup membacakan nota pembelaan tersebut karena selalu teringat cucu yang ingin dirinya segera pulang.

Baca juga: Achsanul Qosasi Minta Maaf karena Terima Uang Rp 40 M dari Proyek BTS

"Sebenarnya saya sudah menyiapkan pembelaan pribadi dan rencananya akan saya bacakan pada kesempatan ini. Namun, tadi pagi saya baca kembali rasanya saya menjadi tidak sanggup untuk membacakan," kata dia.

Sadikin menuturkan, dalam pembelaan ini ia menceritakan tentang cucunya. Oleh sebab itu, Sadikin mengaku takut tidak kuat membaca pleidoi yang sudah disiapkan tersebut.

Ia pun meminta nota pembelaan ini dianggap dibacakan dan bisa langsung diserahkan kepada Majelis Hakim yang mengadili perkara ini.

"Ada bagian yang menceritakan permintaan cucu saya agar saya segera pulang, saya takut tidak dapat menahan air mata, takut tak dapat menyelesaikan pembacaan pleidoi pribadi saya,” kata Sadikin.

“Karena ini saya mohon diperbolehkan untuk menyerahkan saja dan dianggap dibacakan. Berat rasanya hati saya jika cucu sudah meminta agar saya segera pulang," ucapnya.

Baca juga: Achsanul Qosasi Akui Terima Uang dari Proyek BTS: Saya Khilaf

Sadikin pun mengaku bersalah telah menjadi perantara penerimaan uang dari proyek Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) itu.

Dalam perkara ini, ia disebut merupakan orang kepercayaan Anggota III nonaktif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi.

Ia diduga menjadi perantara penerimaan uang sebesar 2,6 juta dollar Amerika Serikat (USD) atau setara Rp 40 miliar untuk Achsanul Qosasi guna mengkondisikan termuan BPK proyek BTS 4G.

Namun demikian, Sadikin menyatakan dirinya menyesali perbuatan yang telah dilakukan. Ia mengaku hanya membantu Achsanul Qosasi.

Sadikin mengeklaim, tidak tahu bantuan menjadi perantara tersebut merupakan peristiwa pidana. Ia pun meminta ampun kepada majelis hakim atas tindakan yang telah dilakukan.

Baca juga: Terdakwa Sadikin Rusli Dituntut 4 Tahun Penjara Kasus Pengondisian BTS 4G

"Saya sangat menyesali apa yang terjadi, meski niat saya hanya semata mengiyakan permintaan sahabat saya,” kata Sadikin.

Halaman:


Terkini Lainnya

Penjelasan Habiburokhman soal Adanya Anggota DPR Main Judi 'Online'

Penjelasan Habiburokhman soal Adanya Anggota DPR Main Judi "Online"

Nasional
Airlangga Sebut Kemenko Perekonomian Pindah ke IKN jika Kantornya Sudah Siap

Airlangga Sebut Kemenko Perekonomian Pindah ke IKN jika Kantornya Sudah Siap

Nasional
Jemaah Haji Sambut Gembira Saat Hujan Turun di Mekkah, di Tengah Peringatan Cuaca Panas

Jemaah Haji Sambut Gembira Saat Hujan Turun di Mekkah, di Tengah Peringatan Cuaca Panas

Nasional
PPP Pastikan Agenda Muktamar untuk Pergantian Pemimpin Berlangsung Tahun 2025

PPP Pastikan Agenda Muktamar untuk Pergantian Pemimpin Berlangsung Tahun 2025

Nasional
Jemaah Haji dengan Risiko Tinggi dan Lansia Diimbau Badal Lontar Jumrah

Jemaah Haji dengan Risiko Tinggi dan Lansia Diimbau Badal Lontar Jumrah

Nasional
Idul Adha, Puan Maharani: Tingkatkan Kepedulian dan Gotong Royong

Idul Adha, Puan Maharani: Tingkatkan Kepedulian dan Gotong Royong

Nasional
Timwas Haji DPR: Tenda Jemaah Haji Indonesia Tidak Sesuai Maktab, Banyak yang Terusir

Timwas Haji DPR: Tenda Jemaah Haji Indonesia Tidak Sesuai Maktab, Banyak yang Terusir

Nasional
Sikap Golkar Ingin Ridwan Kamil Maju di Pilkada Jabar Ketimbang Jakarta Dinilai Realistis

Sikap Golkar Ingin Ridwan Kamil Maju di Pilkada Jabar Ketimbang Jakarta Dinilai Realistis

Nasional
Masalah Haji Terus Berulang, Timwas Haji DPR Usulkan Penbentukan Pansus

Masalah Haji Terus Berulang, Timwas Haji DPR Usulkan Penbentukan Pansus

Nasional
Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Jemaah Haji Diimbau Tak Lontar Jumrah Sebelum Pukul 16.00

Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Jemaah Haji Diimbau Tak Lontar Jumrah Sebelum Pukul 16.00

Nasional
Wapres Ma'ruf Dorong Kegiatan Kurban Terus Dijaga, Sebut Warga Non-Muslim Ikut Berkurban di Masjid Istiqlal

Wapres Ma'ruf Dorong Kegiatan Kurban Terus Dijaga, Sebut Warga Non-Muslim Ikut Berkurban di Masjid Istiqlal

Nasional
Semarak Perayaan Idul Adha 1445 H, DPC PDIP di 38 Daerah Jatim Sembelih Hewan Kurban

Semarak Perayaan Idul Adha 1445 H, DPC PDIP di 38 Daerah Jatim Sembelih Hewan Kurban

Nasional
Pelindo Petikemas Salurkan 215 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Pelindo Petikemas Salurkan 215 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Nasional
Gus Muhaimin: Timwas Haji DPR Sampaikan Penyelenggaraan Haji 2024 Alami Berbagai Masalah

Gus Muhaimin: Timwas Haji DPR Sampaikan Penyelenggaraan Haji 2024 Alami Berbagai Masalah

Nasional
DPD PDI-P Usulkan Nama Anies di Pilkada Jakarta, Ganjar: Seandainya Tidak Cocok, Tak Usah Dipaksakan

DPD PDI-P Usulkan Nama Anies di Pilkada Jakarta, Ganjar: Seandainya Tidak Cocok, Tak Usah Dipaksakan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com