Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

DKPP Copot Ketua KPU Manggarai Barat karena Kekerasan Seksual

Kompas.com - 28/05/2024, 16:00 WIB
Vitorio Mantalean,
Icha Rastika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua KPU Kabupaten Manggarai Barat Krispianus Bheda Somerpas dicopot dari kursi ketua oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena terbukti melakukan kekerasan seksual sebagaimana didalilkan korban berinisial CG.

DKPP juga menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir kepadanya.

Namun, Komisioner KPU Manggarai Barat 2 periode itu tak dipecat.

"Menjatuhkan sanksi peringatan keras dan pemberhentian dari jabatan ketua kepada teradu Krispianus Bheda selaku ketua merangkap anggota KPU Kabupaten Manggarai Barat terhitung sejak putusan ini dibacakan," kata Ketua DKPP Heddy Lugito dalam sidang pembacaan putusan, Selasa (28/5/2024).

Baca juga: Korban Dugaan Asusila Sempat Konfrontasi Ketua KPU saat Sidang DKPP


DKPP menilai, seluruh fakta, kesaksian pengadu, dan keterangan pihak terkait di dalam persidangan terbukti seluruhnya.

Krispianus dinilai tidak dapat menjaga integritas pribadi, tertib sosial, kehormatan penyelenggara pemilu, serta merusak murwah kelembagaan dan menimbulkan kondisi yang tidak nyaman di KPU Manggarai Barat.

DKPP menyebut, rangkaian kasus ini mulai terjadi sejak Juli 2019.

Ketika itu, korban yang merupakan staf sekretariat tempat Krispianus bertugas sedang absen lantaran sakit.

Krispianus justru datang ke tempat tinggal korban tanpa diundang, dengan dalih mengantar minyak oles untuk mengobati korban.

Baca juga: DKPP Akan Panggil Sekjen KPU soal Hasyim Asyari Pakai Fasilitas Jabatan untuk Goda PPLN

Ia disebut memaksa mengoleskannya ke wajah korban, berupaya menciumnya dengan paksa, dan memperkosa korban.

Korban menghindar dan Krispianus disebut meninggalkan rumah indekos itu.

Dalam putusan yang dibacakan anggota DKPP I Dewa Raka Sandi, Krispianus tetap berupaya mendekati korban melalui panggilan video, meminta korban mengirim foto vulgar, sampai menceritakan fantasi seksual.

Dalam suatu perjalanan dinas, Krispanus juga disebut sempat menemui korban di penginapan dengan dalih memerlukan obat, namun ia datang dalam keadaan dipengaruhi minuman beralkohol dan melancarkan kekerasan seksual.

Korban disebut sudah pernah mengadukan peristiwa itu kepada Ketua KPU Manggarai Barat sebelum Krispianus menjabat, Robert V Din.


Ia juga sempat berniat melaporkan Krispianus ke kepolisian, namun urung karena ia melanjutkan pendidikan magister ke Semarang, Jawa Tengah.

Di ibu kota Jawa Tengah itu, korban disebut menderita stres berkepanjangan dan trauma psikologis hingga akhirnya memutuskan mengadu ke Komnas Perempuan pada 2022.

Baca juga: DKPP Didesak Pecat Ketua KPU dengan Tidak Hormat

Berkat aduan itu, korban dapat mengakses layanan medis untuk dirinya di RSJD Amino Gondohutomo, Semarang.

Hasil pemeriksaan kejiwaan pada 2022 itu, korban disimpulkan mengalami gangguan depresi yang bersumber dari kekerasan seksual yang dilancarkan Krispianus itu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Tanggal 17 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 17 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Putusan MA Bisa Dikonfirmasi Buka Jalan bagi Anak Jokowi jika Kaesang Maju Pilkada, Terutama di Jakarta

Putusan MA Bisa Dikonfirmasi Buka Jalan bagi Anak Jokowi jika Kaesang Maju Pilkada, Terutama di Jakarta

Nasional
KPK Ungkap Ada Pihak Kembalikan Uang ke PT SCC

KPK Ungkap Ada Pihak Kembalikan Uang ke PT SCC

Nasional
Gubernur BI: Tren Inflasi Indonesia 10 Tahun Terakhir Menurun dan Terkendali Rendah

Gubernur BI: Tren Inflasi Indonesia 10 Tahun Terakhir Menurun dan Terkendali Rendah

Nasional
Muhadjir: Tak Semua Korban Judi 'Online' Bisa Terima Bansos, Itu Pun Baru Usulan Pribadi

Muhadjir: Tak Semua Korban Judi "Online" Bisa Terima Bansos, Itu Pun Baru Usulan Pribadi

Nasional
WNI yang Dikabarkan Hilang di Jepang Ditemukan, KJRI Cari Kontak Keluarga

WNI yang Dikabarkan Hilang di Jepang Ditemukan, KJRI Cari Kontak Keluarga

Nasional
Indonesia-Finlandia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Energi

Indonesia-Finlandia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Energi

Nasional
Anies Maju Pilkada Jakarta, Ridwan Kamil-Kaesang Dinilai Bisa Jadi Lawan yang Cukup Berat

Anies Maju Pilkada Jakarta, Ridwan Kamil-Kaesang Dinilai Bisa Jadi Lawan yang Cukup Berat

Nasional
Majelis Syariah PPP Ingatkan Semangat Merangkul Mbah Moen

Majelis Syariah PPP Ingatkan Semangat Merangkul Mbah Moen

Nasional
Bus Jemaah Haji Indonesia Telat Menjemput, Cak Imin: Ini Harus Jadi Perhatian Kita Semua

Bus Jemaah Haji Indonesia Telat Menjemput, Cak Imin: Ini Harus Jadi Perhatian Kita Semua

Nasional
KPK Dalami Informasi Terkait Harun Masiku dari Pemeriksaan Hasto

KPK Dalami Informasi Terkait Harun Masiku dari Pemeriksaan Hasto

Nasional
Ini Jadwal Lontar Jumrah Jemaah Haji Indonesia, Ada Waktu Larangan

Ini Jadwal Lontar Jumrah Jemaah Haji Indonesia, Ada Waktu Larangan

Nasional
Kepada Para Jemaah Haji, Cak Imin Minta Mereka Bantu Doakan Indonesia

Kepada Para Jemaah Haji, Cak Imin Minta Mereka Bantu Doakan Indonesia

Nasional
Panglima TNI Ungkap Cerita Para Prajurit yang Hampir Putus Asa Jelang Terjunkan Bantuan Airdrop di Gaza

Panglima TNI Ungkap Cerita Para Prajurit yang Hampir Putus Asa Jelang Terjunkan Bantuan Airdrop di Gaza

Nasional
Ponsel Hasto dan Buku Penting PDI-P Disita KPK, Masinton: Dewas Harus Periksa Penyidiknya

Ponsel Hasto dan Buku Penting PDI-P Disita KPK, Masinton: Dewas Harus Periksa Penyidiknya

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com