Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

11 Korban Banjir Lahar di Sumbar Masih Hilang, Pencarian Diperluas ke Perbatasan Riau

Kompas.com - 22/05/2024, 12:57 WIB
Tria Sutrisna,
Ardito Ramadhan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperluas area pencarian korban hilang akibat banjir lahar hujan Gunung Marapi di Sumatera Barat hingga perbatasan provinsi Riau.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebutkan, ada 11 warga yang masih hilang, yakni 10 korban di Kabupaten Tanah Datar dan 1 di Kabupaten Agam.

“Untuk pencarian hingga saat ini masih diteruskan, meskipun sudah mulai diperluas. Di Tanah Datar diperluas pencarian hingga ke perbatasan provinsi Sumatera Barat dan Riau,” ujar Abdul dalam keterangannya, Rabu (22/5/2024).

Menurut Abdul, tim gabungan memperluas area pencarian karena tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban di lokasi terdampak langsung bencana.

Baca juga: Kepiluan Korban Banjir Lahar Dingin, Sawah dan Ladang Berubah Jadi Tumpukan Batu

“Artinya di daerah yang terdampak langsung, tim pencarian dan pertolongan sudah tidak melihat ada lagi side-side yang mungkin menjadi tempat dari para korban ini yang masih belum ter-explore,” kata dia.

Abdul berharap perluasan area pencarian membuat tim gabungan dapat menemukan para korban hilang, sehingga bisa langsung ditangani dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Adapun BNPB sampai saat ini mencatat ada 61 korban meninggal akibat banjir lahar Gunung Marapi disertai tanah longsor di Sumatera Barat.

Jumlah tersebut berdasarkan hasil sinkronisasi data antar pemangku kebijakan yang terlibat dalam proses penanganan bencana.

Baca juga: Kunjungi Korban Banjir Lahar Dingin di Sumbar, Jokowi Bagikan Sembako

“Kami sudah satu data saat ini di 61 korban jiwa meninggal dan 11 hilang,” kata Abdul.

Secara terperinci, di Kabupaten Tanah Datar terdapat 29 korban meninggal, Kabupaten Agam 22 korban jiwa dan di Kota Padang Panjang 2 korban meninggal.

Kemudian di Kota Padang terdapat 2 korban jiwa, dan di Kabupaten Padang Pariaman satu orang meninggal dunia.

Abdul menegaskan bahwa jumlah korban ini berbeda dari data yang pernah dilaporkan, karena sebelumnya terdapat duplikasi dalam pencatatan nama korban.

“Kami sinkronisasi dengan by name by address ya. Artinya dengan dukcapil dengan catatan kependudukan, kami ternyata masih menemukan duplikasi pencatatan korban jiwa dan orang hilang,” ujar dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 17 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 17 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Putusan MA Bisa Dikonfirmasi Buka Jalan bagi Anak Jokowi jika Kaesang Maju Pilkada, Terutama di Jakarta

Putusan MA Bisa Dikonfirmasi Buka Jalan bagi Anak Jokowi jika Kaesang Maju Pilkada, Terutama di Jakarta

Nasional
KPK Ungkap Ada Pihak Kembalikan Uang ke PT SCC

KPK Ungkap Ada Pihak Kembalikan Uang ke PT SCC

Nasional
Gubernur BI: Tren Inflasi Indonesia 10 Tahun Terakhir Menurun dan Terkendali Rendah

Gubernur BI: Tren Inflasi Indonesia 10 Tahun Terakhir Menurun dan Terkendali Rendah

Nasional
Muhadjir: Tak Semua Korban Judi 'Online' Bisa Terima Bansos, Itu Pun Baru Usulan Pribadi

Muhadjir: Tak Semua Korban Judi "Online" Bisa Terima Bansos, Itu Pun Baru Usulan Pribadi

Nasional
WNI yang Dikabarkan Hilang di Jepang Ditemukan, KJRI Cari Kontak Keluarga

WNI yang Dikabarkan Hilang di Jepang Ditemukan, KJRI Cari Kontak Keluarga

Nasional
Indonesia-Finlandia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Energi

Indonesia-Finlandia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Energi

Nasional
Anies Maju Pilkada Jakarta, Ridwan Kamil-Kaesang Dinilai Bisa Jadi Lawan yang Cukup Berat

Anies Maju Pilkada Jakarta, Ridwan Kamil-Kaesang Dinilai Bisa Jadi Lawan yang Cukup Berat

Nasional
Majelis Syariah PPP Ingatkan Semangat Merangkul Mbah Moen

Majelis Syariah PPP Ingatkan Semangat Merangkul Mbah Moen

Nasional
Bus Jemaah Haji Indonesia Telat Menjemput, Cak Imin: Ini Harus Jadi Perhatian Kita Semua

Bus Jemaah Haji Indonesia Telat Menjemput, Cak Imin: Ini Harus Jadi Perhatian Kita Semua

Nasional
KPK Dalami Informasi Terkait Harun Masiku dari Pemeriksaan Hasto

KPK Dalami Informasi Terkait Harun Masiku dari Pemeriksaan Hasto

Nasional
Ini Jadwal Lontar Jumrah Jemaah Haji Indonesia, Ada Waktu Larangan

Ini Jadwal Lontar Jumrah Jemaah Haji Indonesia, Ada Waktu Larangan

Nasional
Kepada Para Jemaah Haji, Cak Imin Minta Mereka Bantu Doakan Indonesia

Kepada Para Jemaah Haji, Cak Imin Minta Mereka Bantu Doakan Indonesia

Nasional
Panglima TNI Ungkap Cerita Para Prajurit yang Hampir Putus Asa Jelang Terjunkan Bantuan Airdrop di Gaza

Panglima TNI Ungkap Cerita Para Prajurit yang Hampir Putus Asa Jelang Terjunkan Bantuan Airdrop di Gaza

Nasional
Ponsel Hasto dan Buku Penting PDI-P Disita KPK, Masinton: Dewas Harus Periksa Penyidiknya

Ponsel Hasto dan Buku Penting PDI-P Disita KPK, Masinton: Dewas Harus Periksa Penyidiknya

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com