Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Tutup Forum Parlemen WWF, Puan Tekankan Pentingnya Ketahanan Air

Kompas.com - 22/05/2024, 12:07 WIB
Nethania Simanjuntak,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani menekankan, pentingnya terobosan untuk ketahanan air demi kemakmuran masyarakat dunia.

Hal ini disampaikannya saat menutup jalannya sidang Parliamentary Meeting on The Occasion of The 10th World Water Forum (WWF) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Selasa (21/5/2024).

Dalam forum tersebut, wakil generasi muda menyatakan bahwa generasi muda tidak membutuhkan janji, tetapi lebih membutuhkan tindakan konkret dalam pengadaan air bersih.

Hal tersebut, Kata Puan, merupakan tantangan kepada parlemen untuk menjawab kebutuhan generasi muda dan menjawab kepentingan rakyat di seluruh dunia.

Baca juga: Puan Maharani: Parlemen Dunia Dorong Pemerintah Ambil Langkah Konkret Atasi Krisis Air

Puan mengungkapkan, setelah melakukan beberapa kali sidang, parlemen dunia telah menyusun suatu communique sebagai wujud upaya bersama parlemen dalam mengatasi krisis air.

“Dalam communique ini, parlemen dunia meneguhkan komitmen untuk memperbaiki alokasi sumber daya dan anggaran yang proporsional untuk air bersih,” ujar Puan dalam keterangan persnya, Rabu (22/5/2024).

Parlemen dunia, kata Puan, juga telah berhasil membahas poin-poin penting dan rekomendasi yang sejalan dengan tema ‘Mobilizing Parliamentary Actions on Water for Shared Prosperity’.

“Arti dari tema ini merupakan air untuk kesejahteraan seluruh manusia tanpa terkecuali. Bersama-sama, kita sepakat untuk menjadikan isu air sebagai agenda prioritas parlemen di negara kita masing-masing dan juga pada tingkat global,” ungkap Puan.

Baca juga: Momen Menarik di WWF Ke-10 di Bali: Jokowi Sambut Puan, Prabowo Dikenalkan sebagai Presiden Terpilih

Puan mengatakan, air merupakan sumber daya yang terbatas. Namun, sebagian dari umat manusia menganggap bahwa air adalah sumber daya yang tidak terbatas.

“Setiap tetes air sangat berharga sehingga kita harus memperlakukan air dengan lebih hati-hati," kata Puan.

Untuk itu, lanjut Puan, parlemen harus menjadi institusi terdepan dalam mengubah paradigma ini sehingga masyarakat di negara masing-masing lebih dapat menghargai air.

“Kita harus mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk memastikan kehidupan yang lebih sehat dan lestari. Kita tidak bisa bekerja secara business as usual, karenanya kita memerlukan terobosan untuk mencapai ketahanan air,” lanjutnya.

Puan menilai, kerja sama internasional dan diplomasi parlemen harus berperan dalam menyelesaikan masalah kelangkaan air. Salah satunya dengan memastikan akses air yang berkeadilan. Ia menyebut bahwa parlemen dunia telah membahas sejumlah hal yang dianggap sangat penting.

Baca juga: Buka Forum Parlemen WWF Ke-10, Puan: Kelangkaan Air Perlebar Ketimpangan

“Di antaranya, mempromosikan pendekatan hak asasi manusia dalam tata kelola air, menggunakan kerangka SDGs untuk memformulasikan kebijakan air yang berkelanjutan, dan menjadikan air sebagai agenda prioritas parlemen dunia melalui IPU (forum parlemen dunia),” ucap Puan.

Pada kesempatan itu, parlemen dunia juga membahas upaya untuk memastikan partisipasi yang inklusif dan melibatkan semua pihak dalam tata kelola air dan kebijakan air.

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya

Tanggal 17 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 17 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Putusan MA Bisa Dikonfirmasi Buka Jalan bagi Anak Jokowi jika Kaesang Maju Pilkada, Terutama di Jakarta

Putusan MA Bisa Dikonfirmasi Buka Jalan bagi Anak Jokowi jika Kaesang Maju Pilkada, Terutama di Jakarta

Nasional
KPK Ungkap Ada Pihak Kembalikan Uang ke PT SCC

KPK Ungkap Ada Pihak Kembalikan Uang ke PT SCC

Nasional
Gubernur BI: Tren Inflasi Indonesia 10 Tahun Terakhir Menurun dan Terkendali Rendah

Gubernur BI: Tren Inflasi Indonesia 10 Tahun Terakhir Menurun dan Terkendali Rendah

Nasional
Muhadjir: Tak Semua Korban Judi 'Online' Bisa Terima Bansos, Itu Pun Baru Usulan Pribadi

Muhadjir: Tak Semua Korban Judi "Online" Bisa Terima Bansos, Itu Pun Baru Usulan Pribadi

Nasional
WNI yang Dikabarkan Hilang di Jepang Ditemukan, KJRI Cari Kontak Keluarga

WNI yang Dikabarkan Hilang di Jepang Ditemukan, KJRI Cari Kontak Keluarga

Nasional
Indonesia-Finlandia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Energi

Indonesia-Finlandia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Energi

Nasional
Anies Maju Pilkada Jakarta, Ridwan Kamil-Kaesang Dinilai Bisa Jadi Lawan yang Cukup Berat

Anies Maju Pilkada Jakarta, Ridwan Kamil-Kaesang Dinilai Bisa Jadi Lawan yang Cukup Berat

Nasional
Majelis Syariah PPP Ingatkan Semangat Merangkul Mbah Moen

Majelis Syariah PPP Ingatkan Semangat Merangkul Mbah Moen

Nasional
Bus Jemaah Haji Indonesia Telat Menjemput, Cak Imin: Ini Harus Jadi Perhatian Kita Semua

Bus Jemaah Haji Indonesia Telat Menjemput, Cak Imin: Ini Harus Jadi Perhatian Kita Semua

Nasional
KPK Dalami Informasi Terkait Harun Masiku dari Pemeriksaan Hasto

KPK Dalami Informasi Terkait Harun Masiku dari Pemeriksaan Hasto

Nasional
Ini Jadwal Lontar Jumrah Jemaah Haji Indonesia, Ada Waktu Larangan

Ini Jadwal Lontar Jumrah Jemaah Haji Indonesia, Ada Waktu Larangan

Nasional
Kepada Para Jemaah Haji, Cak Imin Minta Mereka Bantu Doakan Indonesia

Kepada Para Jemaah Haji, Cak Imin Minta Mereka Bantu Doakan Indonesia

Nasional
Panglima TNI Ungkap Cerita Para Prajurit yang Hampir Putus Asa Jelang Terjunkan Bantuan Airdrop di Gaza

Panglima TNI Ungkap Cerita Para Prajurit yang Hampir Putus Asa Jelang Terjunkan Bantuan Airdrop di Gaza

Nasional
Ponsel Hasto dan Buku Penting PDI-P Disita KPK, Masinton: Dewas Harus Periksa Penyidiknya

Ponsel Hasto dan Buku Penting PDI-P Disita KPK, Masinton: Dewas Harus Periksa Penyidiknya

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com