Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mahfud Ungkap Hubungannya dengan Prabowo Selalu Baik, Sebelum atau Setelah Pilpres

Kompas.com - 22/05/2024, 09:27 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Ihsanuddin

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD mengaku tidak pernah memiliki masalah dengan rivalnya, calon presiden nomor urut 2 yang sudah resmi menjadi presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Hubungan dengan Prabowo disebut selalu baik, bahkan sejak sebelum hingga sesudah Pilpres 2024.

"Baik dengan Pak Prabowo. Saya tidak pernah merasa ada masalah, ada konflik pendapat maupun konflik pelaksanaan tugas dengan Pak Prabowo selama ini bagus," kata Mahfud dalam program "Terus Terang" episode perdana, dikutip dari akun YouTube Mahfud MD Official, Rabu (22/5/2024).

Baca juga: Soal RUU Kementerian Negara, Mahfud: Momentumnya Pancing Kecurigaan Hanya untuk Bagi-bagi Kue Politik

Mahfud lantas bercerita pengalamannya bekerja sama dengan Prabowo ketika sama-sama berada dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Adapun Mahfud di kabinet Jokowi pernah menjadi Menko Polhukam, sedangkan Prabowo Menteri Pertahanan.

Mahfud diketahui mundur dari jabatannya di kabinet setelah memutuskan maju dalam kontestasi Pilpres 2024.

Ketika bekerja sama dalam kabinet, Mahfud menilai Prabowo sosok yang sportif.

"Ya baik semua. Dia secara terang-terangan kan mengatakan. 'Kalau urusan politik hukum keamanan, atasan saya di bawah presiden adalah Pak Mahfud, kalau urusan luar negeri, saya harus ke Bu Retno'. Selalu begitu kan dia, artinya, sportif," jelas eks Ketua MK ini.

Baca juga: Mahfud MD Ungkap Kecemasannya soal Masa Depan Hukum di Indonesia

Selain itu, dia juga berpendapat bahwa Prabowo sosok yang rajin menghadiri rapat setingkat Menko.

Prabowo bahkan mengusulkan agar rapat tersebut lebih banyak dilakukan.

Meski begitu, diakuinya bahwa pada kontestasi Pilpres, dirinya dan Prabowo sempat berhadapan. Namun hal itu juga tidak menjadi masalah terhadap hubungan keduanya.

"Waktu berhadapan itu kan hanya di panggung kampanye. Di debat publik. Kalau di luar itu ya kami baik-baik saja," tegas Mahfud MD.

Selain itu, Mahfud juga menghargai Prabowo baik sebelum maupun sesudah Pilpres. Dia juga mengaku kerap berbincang dengan Prabowo sebelum dirinya mundur dari Menko Polhukam.

"Saya juga menghargai. Saling menghargai. Jadi tidak ada masalah," ucapnya.

Baca juga: Sebut Demokrasi dan Hukum Mundur 6 Bulan Terakhir, Mahfud MD: Bukan karena Saya Kalah

Sebagai informasi, dalam Pilpres 2024, terdapat tiga pasangan calon yakni paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Berdasarkan hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU), pemenang Pilpres 2024 adalah Prabowo-Gibran. Ini menjadikan keduanya sebagai presiden dan wakil presiden terpilih dan tinggal menunggu untuk dilantik.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ahli Pidana: Bansos untuk “Korban” Judi Online Sama Saja Kasih Narkoba Gratis ke Pengguna…

Ahli Pidana: Bansos untuk “Korban” Judi Online Sama Saja Kasih Narkoba Gratis ke Pengguna…

Nasional
KPK Akan Gelar Shalat Idul Adha Berjamaah untuk Tahanan Kasus Korupsi

KPK Akan Gelar Shalat Idul Adha Berjamaah untuk Tahanan Kasus Korupsi

Nasional
Ahli Sebut Judi Online seperti Penyalahgunaan Narkoba, Pelakunya Jadi Korban Perbuatan Sendiri

Ahli Sebut Judi Online seperti Penyalahgunaan Narkoba, Pelakunya Jadi Korban Perbuatan Sendiri

Nasional
PBB Copot Afriansyah Noor dari Posisi Sekjen

PBB Copot Afriansyah Noor dari Posisi Sekjen

Nasional
Anies, JK, hingga Sandiaga Nonton Bareng Film LAFRAN yang Kisahkan Pendiri HMI

Anies, JK, hingga Sandiaga Nonton Bareng Film LAFRAN yang Kisahkan Pendiri HMI

Nasional
Respons KPK Soal Harun Masiku Nyaris Tertangkap pada 2021

Respons KPK Soal Harun Masiku Nyaris Tertangkap pada 2021

Nasional
55.000 Jemaah Haji Indonesia Ikuti Murur di Muzdalifah Usai Wukuf

55.000 Jemaah Haji Indonesia Ikuti Murur di Muzdalifah Usai Wukuf

Nasional
Anggota Komisi I DPR Dukung Kemenkominfo Ancam Blokir X/Twitter karena Izinkan Konten Porno

Anggota Komisi I DPR Dukung Kemenkominfo Ancam Blokir X/Twitter karena Izinkan Konten Porno

Nasional
Sindir Wacana Bansos untuk Penjudi Online, Kriminolog: Sekalian Saja Kasih Koruptor yang Dimiskinkan...

Sindir Wacana Bansos untuk Penjudi Online, Kriminolog: Sekalian Saja Kasih Koruptor yang Dimiskinkan...

Nasional
Pemerintah Semestinya Bikin Orang Lepas dari Judi Online, Bukan Memberikan Bansos

Pemerintah Semestinya Bikin Orang Lepas dari Judi Online, Bukan Memberikan Bansos

Nasional
Soal Duet Anies dan Kaesang, PKS: Status Anak Jokowi Belum Tentu Jadi Nilai Tambah

Soal Duet Anies dan Kaesang, PKS: Status Anak Jokowi Belum Tentu Jadi Nilai Tambah

Nasional
Kepala BNPT Apresiasi Densus 88 yang Proaktif Tangkap Residivis Teroris di Cikampek

Kepala BNPT Apresiasi Densus 88 yang Proaktif Tangkap Residivis Teroris di Cikampek

Nasional
Pertamina Luncurkan 'Gerbang Biru Ciliwung' untuk Kembangkan Ekosistem Sungai

Pertamina Luncurkan "Gerbang Biru Ciliwung" untuk Kembangkan Ekosistem Sungai

Nasional
Kriminolog Nilai Penjudi Online Mesti Dipandang sebagai Pelaku Pidana

Kriminolog Nilai Penjudi Online Mesti Dipandang sebagai Pelaku Pidana

Nasional
Harun Masiku Nyaris Diringkus di 2021, tapi Gagal Akibat KPK Ribut Internal

Harun Masiku Nyaris Diringkus di 2021, tapi Gagal Akibat KPK Ribut Internal

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com