Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemensos Siapkan Bansos Adaptif untuk Korban Bencana Banjir di Sumbar

Kompas.com - 21/05/2024, 18:37 WIB
Rahel Narda Chaterine,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan bantuan sosial (bansos) adaptif bagi para korban yang terdampak bencana banjir bandang lahar dingin di Sumatera Barat (Sumbar).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos Robben Rico menyebut, telah menugaskan Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kesejahteraan Sosial Agus Zainal Arifin untuk mencatat para korban dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Karena banyak rumah yang hilang, banyak yang meninggal jadi ini kami minta khusus untuk melakukan perekaman terhadap korban-korban yang posisinya butuh kita berikan bansos adaptif segera,” kata Robben di Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (21/5/2024).

Robben mengatakan, DTKS adaptif tersebut diadakan untuk membantu para korban, khususnya warga yang sebelumnya mampu tidak terdata tetapi menjadi tidak mampu akibat terdampak bencana.

Baca juga: Anggota Komisi VIII Kritik Kemensos karena Tak Hadir Rapat Penanganan Bencana di Sumbar

Oleh karena itu, Kemensos akan mencatat nama para korban terdampak bencana yang ada di wilayah Sumbar ke dalam bansos adaptif.

Namun, dia belum merincikan soal besaran bantuan bansos adaptif karena masih dalam tahap pengumpulan data.

“Supaya bisa bantu karena kalau dia yang bersangkutan, tadinya kan punya usaha itu, kemudian kalau hilang semua kan miskin mendadak,” ujar Robben.

“Nah, kalau tidak terdata di DTKS kan tidak bisa kita bantu untuk bansos dan bantuan lainnya, karena kami kan harus pertanggung jawabkan anggaran yang kami keluarkan,” katanya lagi.

Dalam kesempatan itu, Robben mengatakan, Kemensos juga telah menurunkan tim untuk membantu para korban, termasuk yang mengalami trauma.

Baca juga: Jokowi Minta Relokasi Rumah Warga Terdampak Banjir di Sumbar Segera Dimulai

Berdasarkan catatannya, hingga Senin (20/5/2024) malam, ada sekitar 200 anak yang mendapatkan pelayanan pemulihan trauma (trauma healing).

“Hari ini yang sudah dieksekusi itu kurang lebih sudah 200 anak, laporan tadi malam. Nanti video kami sampaikan ke bapak,” kata Robben.

Untuk diketahui, banjir bandang lahar dingin melanda wilayah Sumatra Barat pada 11 Mei 2024. Bencana itu dipicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu Gunung Marapi.

Akibat bencana tersebut, empat kabupaten terdampak cukup parah, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Panjang, dan Kabupaten Padang Pariaman.

Kemudian, 61 orang dikabarkan meninggal dunia. Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih ada 14 orang dilaporkan hilang.

Baca juga: Kunjungi Korban Banjir Lahar Dingin di Sumbar, Jokowi Bagikan Sembako

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Lihat Elektabilitas Ridwan Kamil Turun di Jakarta, Airlangga Minta Waktu Berpikir ke Parpol KIM

Lihat Elektabilitas Ridwan Kamil Turun di Jakarta, Airlangga Minta Waktu Berpikir ke Parpol KIM

Nasional
Pilkada Jakarta 2024: Replikasi Pilpres Mungkin Terjadi, Kemenangan Ditentukan di MK

Pilkada Jakarta 2024: Replikasi Pilpres Mungkin Terjadi, Kemenangan Ditentukan di MK

Nasional
Jaksa KPK Minta Sidang Tuntutan SYL dkk Ditunda, tetapi Ditolak Hakim

Jaksa KPK Minta Sidang Tuntutan SYL dkk Ditunda, tetapi Ditolak Hakim

Nasional
Inovasi Haji Tiga Tahun Kementerian Agama

Inovasi Haji Tiga Tahun Kementerian Agama

Nasional
Waketum Golkar Tak Tahu Koalisi Prabowo Tawarkan PKS Kursi Cawagub Jakarta

Waketum Golkar Tak Tahu Koalisi Prabowo Tawarkan PKS Kursi Cawagub Jakarta

Nasional
SYL Jalani Sidang Tuntutan Perkara Pemerasan pada 28 Juni, Vonis 11 Juli

SYL Jalani Sidang Tuntutan Perkara Pemerasan pada 28 Juni, Vonis 11 Juli

Nasional
PT DKI Jakarta Gelar Sidang Putusan Banding Eks Sekretaris MA Hasbi Hasan

PT DKI Jakarta Gelar Sidang Putusan Banding Eks Sekretaris MA Hasbi Hasan

Nasional
SYL Jadi Saksi Mahkota Kasus Pemerasan di Kementan Pekan Depan

SYL Jadi Saksi Mahkota Kasus Pemerasan di Kementan Pekan Depan

Nasional
7 Fakta Baru Kasus Pembunuhan “Vina Cirebon” Versi Polri

7 Fakta Baru Kasus Pembunuhan “Vina Cirebon” Versi Polri

Nasional
Golkar: Elektabilitas Ridwan Kamil di Jakarta Merosot Setelah Anies-Ahok Muncul

Golkar: Elektabilitas Ridwan Kamil di Jakarta Merosot Setelah Anies-Ahok Muncul

Nasional
Yusril Ungkap Alasan Tanda Tangani Pencopotan Afriansyah Noor meski Bukan Ketum PBB Lagi

Yusril Ungkap Alasan Tanda Tangani Pencopotan Afriansyah Noor meski Bukan Ketum PBB Lagi

Nasional
Prabowo Akan Terima Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama dari Polri

Prabowo Akan Terima Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama dari Polri

Nasional
[POPULER NASIONAL] Kaesang Diprediksi 'Out' jika PKS Gabung Koalisi Prabowo di Pilkada Jakarta | Harun Masiku Disebut Lari ke Tempat yang Lebih Tersembunyi

[POPULER NASIONAL] Kaesang Diprediksi "Out" jika PKS Gabung Koalisi Prabowo di Pilkada Jakarta | Harun Masiku Disebut Lari ke Tempat yang Lebih Tersembunyi

Nasional
Eks Penyidik Ingatkan KPK Jangan Terlalu Umbar Informasi soal Harun Masiku ke Publik

Eks Penyidik Ingatkan KPK Jangan Terlalu Umbar Informasi soal Harun Masiku ke Publik

Nasional
Polri Sebut Penangkapan Pegi Setiawan Tak Gampang, Pindah Tempat hingga Ubah Identitas

Polri Sebut Penangkapan Pegi Setiawan Tak Gampang, Pindah Tempat hingga Ubah Identitas

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com