Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jokowi Minta Relokasi Rumah Warga Terdampak Banjir di Sumbar Segera Dimulai

Kompas.com - 21/05/2024, 14:45 WIB
Dian Erika Nugraheny,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

PADANG, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, total ada 625 rumah warga mengalami kerusakan akibat banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi.

Dari keseluruhan jumlah tersebut, terdapat sekitar 100 rumah warga yang pemiliknya sudah setuju dilakukan relokasi. Oleh karenanya, Presiden memerintahkan proses relokasi segera dimulai.

Hal itu disampaikan Jokowi usai meninjau lokasi terdampak banjir bandang lahar dingin yang berada di Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Candung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (21/5/2024).

"Untuk rumah-rumah yang rusak, ada 625 rumah. Baik yang (rusak) berat, yang sedang maupun yang ringan. Yang berat ada 159 rumah sudah terdata semuanya. Ini nanti kalau ada yang memang harus direlokasi, direlokasi. Tadi Pak Bupati, Pak Gubernur sudah menyiapkan lahannya," ujar Jokowi saat memberikan keterangan pers.

Baca juga: Jokowi Minta Pembangunan Jalan-Jembatan Darurat di Daerah Terdampak Banjir Sumbar Segera Tuntas

"Sehingga segera nanti kalau sudah pemerintah pusat, Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) akan saya perintah untuk segera dimulai, karena barangnya yang untuk pembangunan ini sudah siap," katanya melanjutkan.

Menurut Kepala Negara, tidak mungkin rumah warga yang rusak berat dibiarkan dibangun kembali di lokasi sama.

Sebab, titik-titik rumah tersebut ada di kawasan rawan terdampak bencana lahar dingin.

"Yang rumahnya rusak berat, yang memang di jalur yang berbahaya tidak mungkin kita biarkan mereka. Penduduk kita biarkan membangun di tempat itu lagi sangat berbahaya," ujar Jokowi.

"Sehingga harus direlokasi. Dari 159 (rumah rusak berat) ada 100-an yang sudah setuju untuk relokasi, sisanya masih dalam proses," katanya lagi.

Baca juga: Bertolak ke Sumbar, Jokowi dan Iriana Akan Tinjau Lokasi Banjir Bandang

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga memerintahkan pembangunan jalan dan jembatan darurat untuk daerah yang terdampak banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi segera dituntaskan.

Tujuannya agar untuk mendukung mobilitas masyarakat agar kembali berjalan normal.

Untuk diketahui, banjir bandang lahar dingin melanda wilayah Sumatra Barat pada 11 Mei 2024. Kejadian ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu Gunung Marapi.

Empat kabupaten terdampak cukup parah akibat kejadian ini antara lain Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Panjang, dan Kabupaten Padang Pariaman.

Akibat bencana ini tercatat ada 61 orang meninggal dunia.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih ada 14 orang hang dilaporkan hilang dan hingga kini masih dalam pencarian.

Baca juga: Jokowi dan Iriana Bagikan Makan Siang untuk Anak-anak Pengungsi Korban Banjir Bandang Sumbar

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Ahli Pidana: Bansos untuk “Korban” Judi Online Sama Saja Kasih Narkoba Gratis ke Pengguna…

Ahli Pidana: Bansos untuk “Korban” Judi Online Sama Saja Kasih Narkoba Gratis ke Pengguna…

Nasional
KPK Akan Gelar Shalat Idul Adha Berjamaah untuk Tahanan Kasus Korupsi

KPK Akan Gelar Shalat Idul Adha Berjamaah untuk Tahanan Kasus Korupsi

Nasional
Ahli Sebut Judi Online seperti Penyalahgunaan Narkoba, Pelakunya Jadi Korban Perbuatan Sendiri

Ahli Sebut Judi Online seperti Penyalahgunaan Narkoba, Pelakunya Jadi Korban Perbuatan Sendiri

Nasional
PBB Copot Afriansyah Noor dari Posisi Sekjen

PBB Copot Afriansyah Noor dari Posisi Sekjen

Nasional
Anies, JK, hingga Sandiaga Nonton Bareng Film LAFRAN yang Kisahkan Pendiri HMI

Anies, JK, hingga Sandiaga Nonton Bareng Film LAFRAN yang Kisahkan Pendiri HMI

Nasional
Respons KPK Soal Harun Masiku Nyaris Tertangkap pada 2021

Respons KPK Soal Harun Masiku Nyaris Tertangkap pada 2021

Nasional
55.000 Jemaah Haji Indonesia Ikuti Murur di Muzdalifah Usai Wukuf

55.000 Jemaah Haji Indonesia Ikuti Murur di Muzdalifah Usai Wukuf

Nasional
Anggota Komisi I DPR Dukung Kemenkominfo Ancam Blokir X/Twitter karena Izinkan Konten Porno

Anggota Komisi I DPR Dukung Kemenkominfo Ancam Blokir X/Twitter karena Izinkan Konten Porno

Nasional
Sindir Wacana Bansos untuk Penjudi Online, Kriminolog: Sekalian Saja Kasih Koruptor yang Dimiskinkan...

Sindir Wacana Bansos untuk Penjudi Online, Kriminolog: Sekalian Saja Kasih Koruptor yang Dimiskinkan...

Nasional
Pemerintah Semestinya Bikin Orang Lepas dari Judi Online, Bukan Memberikan Bansos

Pemerintah Semestinya Bikin Orang Lepas dari Judi Online, Bukan Memberikan Bansos

Nasional
Soal Duet Anies dan Kaesang, PKS: Status Anak Jokowi Belum Tentu Jadi Nilai Tambah

Soal Duet Anies dan Kaesang, PKS: Status Anak Jokowi Belum Tentu Jadi Nilai Tambah

Nasional
Kepala BNPT Apresiasi Densus 88 yang Proaktif Tangkap Residivis Teroris di Cikampek

Kepala BNPT Apresiasi Densus 88 yang Proaktif Tangkap Residivis Teroris di Cikampek

Nasional
Pertamina Luncurkan 'Gerbang Biru Ciliwung' untuk Kembangkan Ekosistem Sungai

Pertamina Luncurkan "Gerbang Biru Ciliwung" untuk Kembangkan Ekosistem Sungai

Nasional
Kriminolog Nilai Penjudi Online Mesti Dipandang sebagai Pelaku Pidana

Kriminolog Nilai Penjudi Online Mesti Dipandang sebagai Pelaku Pidana

Nasional
Harun Masiku Nyaris Diringkus di 2021, tapi Gagal Akibat KPK Ribut Internal

Harun Masiku Nyaris Diringkus di 2021, tapi Gagal Akibat KPK Ribut Internal

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com