Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fakta soal Istana Merdeka, Tempat Soeharto Nyatakan Berhenti dari Jabatannya 26 Tahun Lalu

Kompas.com - 21/05/2024, 13:22 WIB
Fika Nurul Ulya,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua puluh enam tahun yang lalu, 21 Mei 1998, Presiden ke-2 RI Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya dan menyerahkan tampuk kepemimpinan bangsa kepada Wakil Presiden BJ Habibie.

Peristiwa yang mengakhiri era orde baru menuju reformasi itu terjadi di Credentials Room atau ruangan kredensial Istana Merdeka, Jakarta, pukul 09.00 WIB.

Ruangan tersebut merupakan serambi depan dari Istana Merdeka. Saat ini, ruangan itu masih dipakai oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk menerima para Duta Besar negara sahabat menyampaikan surat kepercayaan (kredensial) kepada kepala negara.

Penasaran dengan Istana Merdeka, Kompas.com merangkum sejumlah fakta mengenai bangunan yang menjadi saksi sejarah penandatanganan akta pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) oleh Pemerintah Belanda pada 27 Desember 1949.

Baca juga: Hasto Sebut Ada Kemiripan antara Jokowi dan Soeharto

1. Tempat kediaman Presiden

Istana Merdeka diperuntukkan bagi tempat tinggal presiden yang sedang memimpin. Tetapi, keputusan tinggal ini kembali bergantung pada keputusan presiden.

Pasalnya, tidak ada peraturan yang mengatur presiden wajib tinggal di Istana Merdeka. Sehingga, presiden dapat dengan bebas menentukan tempat tinggalnya.

Dikutip dari laman resmi Sekretariat Negara, terdapat empat dari tujuh presiden RI yang mendiami Istana Merdeka. Dua di antaranya adalah Presiden pertama RI Soekarno dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga sempat menggunakan Istana Merdeka sebelum akhirnya pindah ke Istana Negara. Kendati begitu, dia tidak sepenuhnya tinggal mengingat memiliki rumah pribadi di Cikeas, Bogor.

Presiden saat ini, Jokowi juga sempat tinggal di Istana Merdeka sebelum akhirnya pindah ke Istana Kepresidenan Bogor.

Baca juga: 26 Tahun Reformasi: Robohnya Etika Bernegara

2. Berbeda dengan Istana Negara

Istana Merdeka terletak berhadapan dengan Istana Negara yang dihubungkan dengan halaman tengah di Kompleks Istana Kepresidenan.

Istana Merdeka terletak persis menghadap Monumen Nasional (Monas) di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Sedangkan Istana Negara terletak di Jalan Veteran dan menghadap ke Sungai Ciliwung.

Namun, keduanya memiliki ciri khas yang kurang lebih sama dengan cat dinding berwarna putih dan pilar-pilar besar. Kompleks Istana Merdeka dan Istana Negara memiliki luas sekitar 6,8 hektar.

Presiden Joko Widodo saat berfoto bersama Duta Besar Republik Oriental Uruguay untuk Indonesia, Cristina Gonzalez dan suami usai penyerahan surat kepercayaan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara-negara sahabat di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/2/2024).KOMPAS.com/Dian Erika Presiden Joko Widodo saat berfoto bersama Duta Besar Republik Oriental Uruguay untuk Indonesia, Cristina Gonzalez dan suami usai penyerahan surat kepercayaan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara-negara sahabat di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/2/2024).

3. Tempat menyambut tamu negara

Istana Merdeka juga digunakan untuk beberapa acara negara, seperti Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI, penyambutan tamu negara, dan penyerahan surat-surat kepercayaan Duta Besar negara sahabat.

Di era Jokowi, penyambutan tamu negara juga dilakukan di Istana Kepresidenan Bogor.

Baca juga: Reformasi yang Semakin Setengah Hati

4. Peninggalan Belanda

Bisa dibilang, bangunan yang kini bernama Istana Merdeka merupakan peninggalan zaman Belanda.

Halaman:


Terkini Lainnya

Tenda Jemaah Haji Bermasalah, Menko PMK: Saya Sudah Wanti-wanti Agar Diperhatikan

Tenda Jemaah Haji Bermasalah, Menko PMK: Saya Sudah Wanti-wanti Agar Diperhatikan

Nasional
Lampaui Jepang dan Inggris, Peringkat Daya Saing Indonesia Melonjak ke Posisi 27

Lampaui Jepang dan Inggris, Peringkat Daya Saing Indonesia Melonjak ke Posisi 27

Nasional
Menag Tanggapi Evaluasi Timwas Haji soal AC Mati hingga Tenda Overkapasitas

Menag Tanggapi Evaluasi Timwas Haji soal AC Mati hingga Tenda Overkapasitas

Nasional
Jokowi Klaim Tak Bahas Pilkada saat Bertemu Ketum Parpol

Jokowi Klaim Tak Bahas Pilkada saat Bertemu Ketum Parpol

Nasional
Menko PMK Akui Belum Ada Solusi Overkapasitas Tenda Jemaah Haji

Menko PMK Akui Belum Ada Solusi Overkapasitas Tenda Jemaah Haji

Nasional
Cegah Judi 'Online', Pemerintah Disarankan Buka Kawasan Khusus Kasino

Cegah Judi "Online", Pemerintah Disarankan Buka Kawasan Khusus Kasino

Nasional
Lantik Pj Gubernur Lampung, Mendagri Tekankan Pentingnya Kemampuan Komunikasi

Lantik Pj Gubernur Lampung, Mendagri Tekankan Pentingnya Kemampuan Komunikasi

Nasional
Usul Bansos Buat Keluarga Pelaku Judi 'Online' Dianggap Kurang Kerjaan

Usul Bansos Buat Keluarga Pelaku Judi "Online" Dianggap Kurang Kerjaan

Nasional
Afriansyah Noor Duga Ada Intervensi Yusril di Dalam Pencopotannya sebagai Sekjen PBB

Afriansyah Noor Duga Ada Intervensi Yusril di Dalam Pencopotannya sebagai Sekjen PBB

Nasional
Niat Politik Pemerintah Perangi Judi 'Online' Dianggap Kurang Kuat

Niat Politik Pemerintah Perangi Judi "Online" Dianggap Kurang Kuat

Nasional
Lestarikan Lingkungan di Wilayah Operasi, Antam Rehabilitasi DAS Poleang

Lestarikan Lingkungan di Wilayah Operasi, Antam Rehabilitasi DAS Poleang

Nasional
Pj Kepala Daerah Harus Mundur jika Maju Pilkada, Mendagri: Risikonya 'Nganggur'

Pj Kepala Daerah Harus Mundur jika Maju Pilkada, Mendagri: Risikonya "Nganggur"

Nasional
Menanti Keputusan Golkar: Relakan Ridwan Kamil Maju Pilkada Jakarta atau Jaga Elektoral di Jabar untuk 2029

Menanti Keputusan Golkar: Relakan Ridwan Kamil Maju Pilkada Jakarta atau Jaga Elektoral di Jabar untuk 2029

Nasional
Ide Bansos Buat Keluarga Pejudi 'Online', Pemerintah Dianggap Ogah Repot

Ide Bansos Buat Keluarga Pejudi "Online", Pemerintah Dianggap Ogah Repot

Nasional
Menkominfo Sebut Situs Elaelo Bermuatan 'Phising': Akan Ditertibkan Hari ini

Menkominfo Sebut Situs Elaelo Bermuatan "Phising": Akan Ditertibkan Hari ini

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com