Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Maruarar Sirait Dukung Jokowi Jadi Penasihat di Pemerintahan Prabowo

Kompas.com - 19/05/2024, 16:26 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Ardito Ramadhan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Politikus Partai Gerindra Maruarar Sirait menilai, akan sangat baik apabila Presiden Joko Widodo (Jokowi) didapuk menjadi penasihat bagi presiden terpilih Prabowo Subianto setelah dilantik kelak.

Menurut Ara, sapaan akrab Maruarar, Jokowi adalah sosok yang tepat karena punya pengalaman dan meninggalkan rekam jejak yang baik selama dua periode masa kepresidenannya.

"Dan menurut saya itu akan bagus kalau beliau bisa manjadi penasihat ya, penasihat dalam proses pemerintahan ke depan. Tentu pengalaman beliau, jaringan beliau, wisdom beliau akan sangat bermanfaat," kata Ara di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (19/5/2024).

Baca juga: Menelusuri Gagasan Jokowi Bakal Dijadikan Penasihat Prabowo

Alasan lainnya, Ara menilai Jokowi adalah sosok yang santun dalam berpolitik dan punya tingkat dukungan publik yang tinggi hingga akhir masa kepemimpinannya.

"Sangat jarang presiden yang mau lengser dapat kepercayaan publik yang sangat tinggi," ucap eks politikus PDI-P tersebut.

Ara menambahkan, Jokowi dan Prabowo punya hubungan yang baik dan dalam meski keduanya sempat berkontestasi pada Pemilihan Presiden 2014 dan 2019.

Ara pun menilai posisi Jokowi sebagai penasihat Prabowo dapat dilembagakan dengan menghidupkan kembali Dewan Pertimbangan Agung (DPA) yang dibubarkan selepas Orde Baru.

"Menurut saya yang paling cocok saya usulkan dulu ada DPA ya, Dewan Pertimbangan Agung itu bisa dibentuk lagi oleh tokoh-tokoh, bisa merekrut tokoh-tokoh nasional yang punya wisdom yang baik. Saya pikir itu bagus kalau dilaksanakan," ungkap Maruarar.

Baca juga: Luhut Tolak Tawaran Jadi Menteri, tapi Minat Jadi Penasihat Prabowo

Sementara itu, Jokowi tidak mau banyak komentar ketika ditanya soal kabar yang menyebut dirinya bakal menjadi penasihat bagi Prabowo.

Jokowi mengingatkan bahwa ia masih menjabat sebagai presiden hingga 6 bulan mendatang.

"Ini saya itu masih jadi Presiden sampai enam bulan lagi, lho, masih Presiden sekarang ini," ujar Jokowi kepada wartawan di RSUD Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (14/5/2024).

"Sekarang masih bekerja sampai sekarang ini, (kok) ditanyakan begitu," lanjutnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

KPK Minta Majelis Hakim Gazalba Saleh Diganti, PN Jakpus: Wewenang Ketua Pengadilan

KPK Minta Majelis Hakim Gazalba Saleh Diganti, PN Jakpus: Wewenang Ketua Pengadilan

Nasional
PKS Sebut Nasdem Beri Sinyal Dukung Anies-Sohibul di Pilkada Jakarta

PKS Sebut Nasdem Beri Sinyal Dukung Anies-Sohibul di Pilkada Jakarta

Nasional
Banggar DPR Tak Masalah Pemerintah Anggarkan Rp 71 Triliun untuk Makan Siang Gratis

Banggar DPR Tak Masalah Pemerintah Anggarkan Rp 71 Triliun untuk Makan Siang Gratis

Nasional
Mentan Curhat ke Jokowi Sering Diteriaki Brengsek dan Pembohong oleh Petani

Mentan Curhat ke Jokowi Sering Diteriaki Brengsek dan Pembohong oleh Petani

Nasional
TNI dan Militer Italia Buka Kemungkinan Kerja Sama di Bidang Siber

TNI dan Militer Italia Buka Kemungkinan Kerja Sama di Bidang Siber

Nasional
Komnas HAM Sebut Polda Sumbar Initimidatif karena Cari Orang yang Viralkan Dugaan Polisi Aniaya Afif Maulana

Komnas HAM Sebut Polda Sumbar Initimidatif karena Cari Orang yang Viralkan Dugaan Polisi Aniaya Afif Maulana

Nasional
Batal Jadikan Sohibul Iman Cagub di Pilkada DKI, PKS: Kami Realistis

Batal Jadikan Sohibul Iman Cagub di Pilkada DKI, PKS: Kami Realistis

Nasional
Panglima TNI Temui Kepala Staf Pertahanan Italia, Bahas Rencana Kapal ITS Amerigo Vespucci Merapat ke RI

Panglima TNI Temui Kepala Staf Pertahanan Italia, Bahas Rencana Kapal ITS Amerigo Vespucci Merapat ke RI

Nasional
PKS Buka Pintu Koalisi dengan PDI-P untuk Usung Anies-Sohibul Iman di Jakarta

PKS Buka Pintu Koalisi dengan PDI-P untuk Usung Anies-Sohibul Iman di Jakarta

Nasional
Nilai Putusan Bebas Gazalba Janggal, Ketua KPK: Bau Anyir Semua Orang Bisa Cium, Apalagi KPK

Nilai Putusan Bebas Gazalba Janggal, Ketua KPK: Bau Anyir Semua Orang Bisa Cium, Apalagi KPK

Nasional
Gerindra Pastikan Prabowo Bakal Serius Wujudkan Swasembada Pangan-Makan Bergizi Gratis, Bukan Cuma Militer

Gerindra Pastikan Prabowo Bakal Serius Wujudkan Swasembada Pangan-Makan Bergizi Gratis, Bukan Cuma Militer

Nasional
PKS Ingin Tutup Peluang Cawagub Anies Berasal dari PDI-P

PKS Ingin Tutup Peluang Cawagub Anies Berasal dari PDI-P

Nasional
Komnas HAM Sebut Afif Maulana Diduga Ditendang Polisi, Akibatnya 5 Tulang Rusuk Patah

Komnas HAM Sebut Afif Maulana Diduga Ditendang Polisi, Akibatnya 5 Tulang Rusuk Patah

Nasional
KPK Minta Pengadilan Tipikor Ganti Majelis Hakim yang Sidangkan Lagi Kasus Gazalba Saleh

KPK Minta Pengadilan Tipikor Ganti Majelis Hakim yang Sidangkan Lagi Kasus Gazalba Saleh

Nasional
Diusung Jadi Cawagub Anies, Sohibul Ngaku Tak Takut Lawan Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta

Diusung Jadi Cawagub Anies, Sohibul Ngaku Tak Takut Lawan Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com