Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan ASEAN, Kementerian KP Inisiasi Program Voga

Kompas.com - 18/05/2024, 17:58 WIB
Nethania Simanjuntak,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KP) menginisiasi program Vocational Goes to Actors (Voga) pada skala yang lebih luas untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Kelautan dan Perikanan di kawasan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta melalui proposal yang dipaparkannya di Council Meeting Southeast Asian Fisheries Development Center (SEAFDEC) ke-56, di Tagaytay, Filipina, Sabtu (18/5/2024).

Nyoman mengatakan, Voga merupakan salah satu program yang diusulkan dalam proposal dan telah dibahas secara khusus oleh seluruh ketua delegasi negara dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) SEAFDEC.

"Tujuan program tersebut, agar SEAFDEC dapat memfasilitasi para lulusan sekolah tinggi bidang perikanan di negara ASEAN untuk dihubungkan dengan stakeholder perikanan di kawasan, baik perusahaan perikanan maupun universitas," ujar Nyoman selaku Pimpinan Delegasi Republik Indonesia (RI) pada Council Meeting SEAFDEC.

Baca juga: Kementerian KP Terjunkan Penyuluh Perikanan hingga Taruna untuk Bantu Korban Banjir Bandang di Sumbar

Nyoman menjelaskan, peningkatan SDM melalui program Voga di kawasan ASEAN itu mencakup kolaborasi bersama melalui pengembangan dan penyelarasan kurikulum pendidikan kejuruan di seluruh kawasan. Hal ini dilakukan guna memastikan keselarasan dengan kebutuhan industri, kemajuan teknologi, dan tujuan keberlanjutan.

Selain itu, lanjutnya, peningkatan kapasitas pelatih atau Training of Trainers (ToT) juga dilakukan dengan memberikan pelatihan dan peluang pengembangan profesional bagi pendidik dan pelatih kejuruan. Dengan begitu, mereka dapat meningkatkan keterampilan pedagogi, pengetahuan industri, dan metodologi pengajaran mereka.

"Pembangunan infrastruktur, program keterlibatan industri atau magang, serta platform berbagi pengetahuan, seperti seminar dan lokakarya tentang pendidikan kelautan dan perikanan juga dilakukan kolaborasi," ucap Nyoman dalam keterangan persnya, Sabtu.

Seperti diketahui, Kementerian KP berkomitmen mendorong implementasi pembangunan ekonomi biru melalui lima program prioritas.

Program tersebut mencakup kegiatan konservasi, penangkapan ikan berbasis kuota, pengembangan budidaya berkelanjutan, pengawasan pemanfaatan pesisir dan pulau-pulau kecil, hingga penanganan sampah plastik di laut.

Baca juga: Resmikan Media Center Kementerian KP, Menteri Trenggono: Disiapkan sebagai Bentuk Keterbukaan Informasi

Nyoman mengatakan, untuk mendukung kelima program prioritas tersebut, BPPSDM KP telah menetapkan program strategis, yakni Voga dan Smart Fisheries Village (SFV).

“Kerja sama penerapan ekonomi biru dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pembangunan SDM yang menitikberatkan pada peran serta komunitas perikanan sebagai aktor utama dalam menjalankan kegiatan perikanan Voga dan SFV,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, kerja sama juga dapat dilaksanakan melalui sister class, program university, beasiswa, degree antara satuan pendidikan lingkup Kementerian KP dengan institusi pendidikan di negara anggota SEAFDEC.

Sebagai informasi, SEAFDEC merupakan organisasi antarpemerintah yang didirikan Jepang, Singapura, dan Thailand pada 28 Desember 1967.

Organisasi ini bertujuan untuk mendukung pengembangan perikanan di kawasan Asia Tenggara. Anggota SEAFDEC terdiri dari seluruh negara ASEAN dan Jepang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Sebut Lapas 'Overcrowded' karena Didominasi Kasus Narkoba, Menkumham: Aneh

Sebut Lapas "Overcrowded" karena Didominasi Kasus Narkoba, Menkumham: Aneh

Nasional
Diplomasi Prabowo demi Gencatan Senjata Permanen di Gaza

Diplomasi Prabowo demi Gencatan Senjata Permanen di Gaza

Nasional
Kasus 'Vina Cirebon' Dinilai Janggal, Menkumham Singgung Kasus Salah Tangkap Petani

Kasus "Vina Cirebon" Dinilai Janggal, Menkumham Singgung Kasus Salah Tangkap Petani

Nasional
[POPULER NASIONAL] Prabowo Kritik Negara Modern Pelanggar Hukum Humaniter | Upaya Menyelamatkan PPP

[POPULER NASIONAL] Prabowo Kritik Negara Modern Pelanggar Hukum Humaniter | Upaya Menyelamatkan PPP

Nasional
Tanggal 15 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 15 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Megawati Disebut Sudah Tahu Buku DPP PDI-P Juga Disita Penyidik KPK

Megawati Disebut Sudah Tahu Buku DPP PDI-P Juga Disita Penyidik KPK

Nasional
Tanggal 14 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 14 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Kalah di 44 Gugatan Sengketa Pileg, KPU Gelar Rakor dengan Puluhan KPU Daerah

Kalah di 44 Gugatan Sengketa Pileg, KPU Gelar Rakor dengan Puluhan KPU Daerah

Nasional
Jokowi: Pemerintah Serius Perangi Judi 'Online', Lebih dari 2,1 Juta Situs Sudah Ditutup

Jokowi: Pemerintah Serius Perangi Judi "Online", Lebih dari 2,1 Juta Situs Sudah Ditutup

Nasional
PAN: Terhambatnya Pembangunan Daerah Bukan karena Pilkada Langsung, tapi soal Integritas Pemimpin

PAN: Terhambatnya Pembangunan Daerah Bukan karena Pilkada Langsung, tapi soal Integritas Pemimpin

Nasional
PDI-P Laporkan Penyidik KPK Rossa Purbo Bekti ke Polda Metro Jaya Besok

PDI-P Laporkan Penyidik KPK Rossa Purbo Bekti ke Polda Metro Jaya Besok

Nasional
Marak Judi 'Online', Jokowi Minta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Mengingatkan

Marak Judi "Online", Jokowi Minta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Mengingatkan

Nasional
Marak Judi 'Online', Jokowi: Satgas Sebentar Lagi Selesai Dibentuk untuk Pemberantasan

Marak Judi "Online", Jokowi: Satgas Sebentar Lagi Selesai Dibentuk untuk Pemberantasan

Nasional
Paparkan Bahaya Dampak Judi 'Online', Jokowi: Harta Habis, Suami Istri Cerai hingga Korban Jiwa

Paparkan Bahaya Dampak Judi "Online", Jokowi: Harta Habis, Suami Istri Cerai hingga Korban Jiwa

Nasional
Antisipasi Tantangan Logistik Saat Puncak Haji, Timwas DPR RI Minta Kemenag Pastikan Distribusi Konsumsi Lancar dan Bergizi

Antisipasi Tantangan Logistik Saat Puncak Haji, Timwas DPR RI Minta Kemenag Pastikan Distribusi Konsumsi Lancar dan Bergizi

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com