Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Status Gunung Ibu di Halmahera Meningkat, Warga Dilarang Beraktivitas hingga Radius 7 Kilometer

Kompas.com - 18/05/2024, 10:59 WIB
Tria Sutrisna,
Jessi Carina

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Status aktivitas Gunung Api Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara hingga kini masih berada di level IV atau awas. Masyarakat dilarang beraktivitas pada radius 7 kilometer dari kawah gunung.

Deputi 5 Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lilik Kurniawan menjelaskan, larangan beraktivitas hinggar radius 7 kilometer itu sesuai dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"PVMBG merekomendasikan agar wilayah radius 4 kilometer dengan perluasan sektoral berjarak 7 kilometer ke arah bukaan kawah, di bagian utara kawah aktif harus dikosongkan dari segala bentuk aktivitas apa pun,” ujar Lilik dalam keterangan resminya, Sabtu (18/5/2024).

Baca juga: Status Gunung Ibu di Halmahera Meningkat, Warga di 3 Desa Dievakuasi

Menurut Lilik, pada radius 7 kilometer dari Gunung Api Ibu terdapat permukiman warga, yakni Desa Tuguis. Tim gabungan dari BNPB dan pemerintah daerah pun sedang mengimbau warga setempat agar bersedia dievakuasi.

“Tim dari pemda akan kembali melakukan sosialisasi persuasif kepada warga Desa Tuguis. Karena wilayah mereka berada di zona rawan,” kata Lilik.

Sebagai informasi, status Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara meningkat menjadi Level IV atau awas pada Jumat (17/5/2024). Warga di desa terdekat dengan gunung api tersebut pun diungsikan sementara.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menjelaskan, kenaikan aktivitas Gunung Api terpantau sudah terjadi sejak Kamis (16/5/2024) petang oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Baca juga: Gunung Ibu di Maluku Utara Meletus, Tinggi Kolom Abu 5.000 Meter

Merespons informasi tersebut, tim gabungan langsung menuju ke lokasi terdampak untuk memberikan masker dan mengevakuasi warga ke tempat pengungsian.

“Pendataan sementara yang berhasil dihimpun hingga Jumat (17/5) pagi, tim gabungan telah mengungsikan sebanyak 263 jiwa warga di tiga desa,” ujar Abdul, Jumat (17/5/2024).

Menurut Abdul, terdapat tiga desa yang paling berpotensi terdampak aktivitas Gunung Ibu, yakni Desa Sangaji Nyeku, Desa Duono, dan Desa Goin.

Ratusan warga dari tiga desa tersebut saat sudah dievakuasi ke tempat pengungsian di Desa Gam Ici yang dianggap lebih aman.

“Rinciannya 72 jiwa berasal dari Desa Goin, 61 jiwa dari Desa Sangaji Nyeku dan 130 jiwa dari Desa Duono,” kata Abdul.

Baca juga: Lontaran Pijar Gunung Ibu Capai 1.000 Meter di Bawah Bibir Kawah

Pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius empat kilometer dari Gunung Ibu. Warga juga diharapkan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruang ketika terjadi hujan abu.

“Masyarakat juga harus waspadai potensi hujan lahar di sungai-sungai yang memiliki hulu di puncak Gunung Ibu,” pungkas Abdul.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jokowi: Dunia Menuju Neraka Iklim, Jangan Main-main Urusan Kekeringan

Jokowi: Dunia Menuju Neraka Iklim, Jangan Main-main Urusan Kekeringan

Nasional
Cek Fasilitas Jemaah Haji Indonesia di Armuzna, DPR Temukan Sejumlah Kekurangan

Cek Fasilitas Jemaah Haji Indonesia di Armuzna, DPR Temukan Sejumlah Kekurangan

Nasional
Timwas Haji DPR RI Soroti Kasur dan Kapasitas Tenda Jemaah di Arafah yang Terlalu Kecil

Timwas Haji DPR RI Soroti Kasur dan Kapasitas Tenda Jemaah di Arafah yang Terlalu Kecil

Nasional
KPK Sita Uang dan Aset Belasan Miliar Rupiah dari Tersangka Korupsi di DJKA

KPK Sita Uang dan Aset Belasan Miliar Rupiah dari Tersangka Korupsi di DJKA

Nasional
Soroti Terlambatnya Distribusi Kartu Nusuk, Timwas Haji DPR: Ini Problematika Besar

Soroti Terlambatnya Distribusi Kartu Nusuk, Timwas Haji DPR: Ini Problematika Besar

Nasional
Menlu Retno Minta Dukungan Finlandia untuk Pengakuan Palestina

Menlu Retno Minta Dukungan Finlandia untuk Pengakuan Palestina

Nasional
Inflasi Mei 2,84 Persen, Jokowi: Salah Satu yang Terbaik di Dunia

Inflasi Mei 2,84 Persen, Jokowi: Salah Satu yang Terbaik di Dunia

Nasional
Asops Panglima TNI Cek KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 yang Disiapkan Berangkat ke Gaza

Asops Panglima TNI Cek KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 yang Disiapkan Berangkat ke Gaza

Nasional
Bertemu Anies Baswedan, Fahira Idris Sampaikan Pesan dan Harapan dari Warga Jakarta

Bertemu Anies Baswedan, Fahira Idris Sampaikan Pesan dan Harapan dari Warga Jakarta

Nasional
Komnas Prediksi Laporan Adanya Jemaah Ilegal Kian Banyak Jelang Puncak Haji

Komnas Prediksi Laporan Adanya Jemaah Ilegal Kian Banyak Jelang Puncak Haji

Nasional
Jokowi Berikan 68 Sapi Kurban pada Idul Adha 2024

Jokowi Berikan 68 Sapi Kurban pada Idul Adha 2024

Nasional
Kostrad Periksa Prajurit yang Diduga Selewengkan Dana Satuan untuk Judi 'Online'

Kostrad Periksa Prajurit yang Diduga Selewengkan Dana Satuan untuk Judi "Online"

Nasional
2 Jemaah Haji Ilegal Dilaporkan Masih Bersembunyi di Hotel Arab Saudi karena Takut Ditangkap Petugas

2 Jemaah Haji Ilegal Dilaporkan Masih Bersembunyi di Hotel Arab Saudi karena Takut Ditangkap Petugas

Nasional
30 Jaksa Disiapkan untuk Bersidang dalam Kasus Korupsi Timah

30 Jaksa Disiapkan untuk Bersidang dalam Kasus Korupsi Timah

Nasional
Jokowi Klaim Serius Perangi Judi 'Online', Pembentukan Satgas Segera Rampung

Jokowi Klaim Serius Perangi Judi "Online", Pembentukan Satgas Segera Rampung

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com