Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Prabowo "Tak Mau Diganggu" Dicap Kontroversi, Jubir: Publik Paham Komitmen Beliau ke Demokrasi

Kompas.com - 17/05/2024, 13:56 WIB
Adhyasta Dirgantara,
Icha Rastika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara (Jubir) Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak membantah ucapan Prabowo yang meminta pemerintahannya tidak diganggu sebagai pernyataan yang kontroversial.

Menurut dia, pernyataan Prabowo itu suatu hal yang biasa saja.

"Tidak ada pernyataan kontroversial, statement Pak Prabowo hal biasa saja dan jamak," ujar Dahnil saat dimintai konfirmasi Kompas.com, Jumat (17/5/2024).

Baca juga: Prabowo Nilai Gaya Militeristik Tak Relevan Lagi, PDI-P: Apa Mudah Seseorang Berubah Karakter?

Dahnil mengaku yakin publik paham betul bahwa Prabowo sangat komitmen terhadap demokrasi.

Menurut dia, tafsir-tafsir yang berjarak dengan kontekslah yang melahirkan kontroversi.

"Publik saya yakin mengenal dan paham Beliau dan komitmen Beliau terhadap demokrasi. Justru reaksi dan tafsir yang 'berjarak' rengan konteks sesungguhnya yang justru melahirkan kontroversi," ujar dia.

Sebelumnya, presiden terpilih Prabowo Subianto diharap tidak melontarkan pernyataan yang menimbulkan berbagai penafsiran demi menjaga situasi tetap tenang menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024.

Baca juga: Prabowo Diminta Kurangi Pernyataan Kontroversi Jelang Pilkada Serentak

Peneliti Utama Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro menyampaikan, istilah yang digunakan Prabowo selama ini adalah ingin merangkul semua pihak buat bekerja sama membangun Indonesia.

Akan tetapi, pernyataan Prabowo yang berharap supaya pemerintahannya kelak jangan diganggu justru memicu perdebatan.

"Jangan sampai bahasa yang cantik, bagus, kosakata merangkul ditimpali dengan kosakata yang menimbulkan kontradiksi," kata Siti dalam program Satu Meja di Kompas TV, seperti dikutip pada Kamis (16/5/2024).


Siti menyarankan supaya Prabowo fokus menunaikan tugas sebagai Menteri Pertahanan sampai akhir dan kemudian dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2024 mendatang, dan tidak melontarkan pernyataan yang memicu perdebatan.

"Bagaimana menjaga ritme politik kita, karena kita akan menyongsong Pilkada serentak di 505 daerah. Jadi jangan energi kita terkuras hanya untuk membuat kontroversi-kontroversi," ucap Siti.

"Tentu kita berharap nanti pak Prabowo ke depan itu memberikan kesejukan. Jadi kosakata yang keluar bukan kosakata yang kontroversi," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

SYL Jalani Sidang Tuntutan Perkara Pemerasan pada 28 Juni, Vonis 11 Juli

SYL Jalani Sidang Tuntutan Perkara Pemerasan pada 28 Juni, Vonis 11 Juli

Nasional
PT DKI Jakarta Gelar Sidang Putusan Banding Eks Sekretaris MA Hasbi Hasan

PT DKI Jakarta Gelar Sidang Putusan Banding Eks Sekretaris MA Hasbi Hasan

Nasional
SYL Jadi Saksi Mahkota Kasus Pemerasan di Kementan Pekan Depan

SYL Jadi Saksi Mahkota Kasus Pemerasan di Kementan Pekan Depan

Nasional
7 Fakta Baru Kasus Pembunuhan “Vina Cirebon” Versi Polri

7 Fakta Baru Kasus Pembunuhan “Vina Cirebon” Versi Polri

Nasional
Golkar: Elektabilitas Ridwan Kamil di Jakarta Merosot Setelah Anies-Ahok Muncul

Golkar: Elektabilitas Ridwan Kamil di Jakarta Merosot Setelah Anies-Ahok Muncul

Nasional
Yusril Ungkap Alasan Tanda Tangani Pencopotan Afriansyah Noor meski Bukan Ketum PBB Lagi

Yusril Ungkap Alasan Tanda Tangani Pencopotan Afriansyah Noor meski Bukan Ketum PBB Lagi

Nasional
Prabowo Akan Terima Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama dari Polri

Prabowo Akan Terima Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama dari Polri

Nasional
[POPULER NASIONAL] Kaesang Diprediksi 'Out' jika PKS Gabung Koalisi Prabowo di Pilkada Jakarta | Harun Masiku Disebut Lari ke Tempat yang Lebih Tersembunyi

[POPULER NASIONAL] Kaesang Diprediksi "Out" jika PKS Gabung Koalisi Prabowo di Pilkada Jakarta | Harun Masiku Disebut Lari ke Tempat yang Lebih Tersembunyi

Nasional
Eks Penyidik Ingatkan KPK Jangan Terlalu Umbar Informasi soal Harun Masiku ke Publik

Eks Penyidik Ingatkan KPK Jangan Terlalu Umbar Informasi soal Harun Masiku ke Publik

Nasional
Polri Sebut Penangkapan Pegi Setiawan Tak Gampang, Pindah Tempat hingga Ubah Identitas

Polri Sebut Penangkapan Pegi Setiawan Tak Gampang, Pindah Tempat hingga Ubah Identitas

Nasional
Kisruh PBB, Afriansyah Noor Disebut Tolak Tawaran Jadi Sekjen Fahri Bachmid

Kisruh PBB, Afriansyah Noor Disebut Tolak Tawaran Jadi Sekjen Fahri Bachmid

Nasional
Ikuti Perintah SYL Kumpulkan Uang, Eks Sekjen Kementan Mengaku Takut Kehilangan Jabatan

Ikuti Perintah SYL Kumpulkan Uang, Eks Sekjen Kementan Mengaku Takut Kehilangan Jabatan

Nasional
Antisipasi Karhutla, BMKG Bakal Modifikasi Cuaca di 5 Provinsi

Antisipasi Karhutla, BMKG Bakal Modifikasi Cuaca di 5 Provinsi

Nasional
Hargai Kerja Penyidik, KPK Enggan Umbar Detail Informasi Harun Masiku

Hargai Kerja Penyidik, KPK Enggan Umbar Detail Informasi Harun Masiku

Nasional
Polri: Ada Saksi di Sidang Pembunuhan Vina yang Dijanjikan Uang oleh Pihak Pelaku

Polri: Ada Saksi di Sidang Pembunuhan Vina yang Dijanjikan Uang oleh Pihak Pelaku

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com