Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KPK Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Subkontraktor Fiktif di BUMN PT Amarta Karya

Kompas.com - 15/05/2024, 17:44 WIB
Syakirun Ni'am,
Ihsanuddin

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua tersangka baru dalam kasus korupsi pengadaan subkontraktor fiktif di PT Amarta Karya.

PT Amarta Karya merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi.

Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, dalam sidang mantan Direktur Utama (Dirut) PT Amarta Karya dan terdakwa lainnya, terungkap pihak lain yang terlibat aktif dalam skandal tersebut.

“Atas fakta hukum tersebut, dilakukan pengembangan penyidikan dan pengumpulan alat bukti dengan menetapkan dan mengumumkan tersangka,” ujar Asep dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (15/5/2024).

Baca juga: KPK Tetapkan Dirut BUMN PT Amarta Karya Tersangka Korupsi Subkontraktor Fiktif

Kedua tersangka baru itu adalah Kepala Divisi Keuangan PT Amarta Karya, Pandhit Seno Aji dan Kepala Seksi Pemasaran Divisi Operasi I PT Amarta Karya, Deden Prayoga.

Menurut Asep, perbuatan mereka ikut menguatkan peran maupun bekerja sama sehingga kerugian negara timbul dalam pengadaan fiktif itu.

“Termasuk ikut serta menikmati aliran sejumlah uang,” ujar Asep.

KPK kemudian menahan Pandhit dan Deden selama 20 hari kedepan di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK untuk keperluan penyidikan.

“Mulai 15 Mei 2024 sampai dengan 3 Juni 2024,” tutur Asep.

Baca juga: KPK Cecar Dirut AirNav Indonesia soal Dugaan Aliran Uang dari Proyek Fiktif PT Amarta Karya

Dalam perkara ini, Deden dan Pandhit berperan menjadi orang kepercayaan Catur Prabowo. Mereka diperintahkan memenuhi berbagai kebutuhan pribadi Catur.

Pandhit dan Deden kemudian berkoordinasi dengan Direktur Keuangan PT Amarta Karya, Trisna Sutisna.

Berbekal persetujuan Trisna, keduanya mendirikan dan mencari badan usaha berbentuk CV yang akan digunakan dalam sub kontraktor fiktif.

“Dibentuk 3 CV sebagai subkontraktor fiktif di mana sebagai komisaris dan direkturnya adalah keluarga Pandhit dan Deden,” tutur Asep.

Baca juga: Eks Dirut PT Amarta Karya Diduga Perintahkan Istrinya Terima Uang Korupsi dan Tukarkan ke Valas

Mereka juga mencantumkan dalam dokumen pembayaran atas pekerjaan 3 CV itu berbagai komponen kerja yang sudah selesai dan tidak pernah dilaksanakan.

PT Amarta Karya pun mencairkan sejumlah uang untuk proyek 2018-2020 untuk membayar sub kontraktor abal-abal ke 3 CV itu atas pengetahuan dan persetujuan Catur dan Trisna.

“Kerugian Keuangan negara yang ditimbulkan sejumlah sekitar Rp 46 miliar,” ujar Asep.

Adapun Catur Prabowo telah divonis bersalah oleh Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung dengan hukuman 9 tahun penjara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Eks Penyidik Sebut KPK Tak Mungkin Asal-asalan Sita HP Hasto PDI-P

Eks Penyidik Sebut KPK Tak Mungkin Asal-asalan Sita HP Hasto PDI-P

Nasional
Disebut Copot Afriansyah Noor dari Sekjen PBB, Yusril: Saya Sudah Mundur, Mana Bisa?

Disebut Copot Afriansyah Noor dari Sekjen PBB, Yusril: Saya Sudah Mundur, Mana Bisa?

Nasional
Video Bule Sebut IKN 'Ibu Kota Koruptor Nepotisme' Diduga Direkam Dekat Proyek Kantor Pemkot Bogor Baru

Video Bule Sebut IKN "Ibu Kota Koruptor Nepotisme" Diduga Direkam Dekat Proyek Kantor Pemkot Bogor Baru

Nasional
Ahli Pidana: Bansos untuk “Korban” Judi Online Sama Saja Kasih Narkoba Gratis ke Pengguna…

Ahli Pidana: Bansos untuk “Korban” Judi Online Sama Saja Kasih Narkoba Gratis ke Pengguna…

Nasional
KPK Akan Gelar Shalat Idul Adha Berjamaah untuk Tahanan Kasus Korupsi

KPK Akan Gelar Shalat Idul Adha Berjamaah untuk Tahanan Kasus Korupsi

Nasional
Ahli Sebut Judi Online seperti Penyalahgunaan Narkoba, Pelakunya Jadi Korban Perbuatan Sendiri

Ahli Sebut Judi Online seperti Penyalahgunaan Narkoba, Pelakunya Jadi Korban Perbuatan Sendiri

Nasional
PBB Copot Afriansyah Noor dari Posisi Sekjen

PBB Copot Afriansyah Noor dari Posisi Sekjen

Nasional
Anies, JK, hingga Sandiaga Nonton Bareng Film LAFRAN yang Kisahkan Pendiri HMI

Anies, JK, hingga Sandiaga Nonton Bareng Film LAFRAN yang Kisahkan Pendiri HMI

Nasional
Respons KPK Soal Harun Masiku Nyaris Tertangkap pada 2021

Respons KPK Soal Harun Masiku Nyaris Tertangkap pada 2021

Nasional
55.000 Jemaah Haji Indonesia Ikuti Murur di Muzdalifah Usai Wukuf

55.000 Jemaah Haji Indonesia Ikuti Murur di Muzdalifah Usai Wukuf

Nasional
Anggota Komisi I DPR Dukung Kemenkominfo Ancam Blokir X/Twitter karena Izinkan Konten Porno

Anggota Komisi I DPR Dukung Kemenkominfo Ancam Blokir X/Twitter karena Izinkan Konten Porno

Nasional
Sindir Wacana Bansos untuk Penjudi Online, Kriminolog: Sekalian Saja Kasih Koruptor yang Dimiskinkan...

Sindir Wacana Bansos untuk Penjudi Online, Kriminolog: Sekalian Saja Kasih Koruptor yang Dimiskinkan...

Nasional
Pemerintah Semestinya Bikin Orang Lepas dari Judi Online, Bukan Memberikan Bansos

Pemerintah Semestinya Bikin Orang Lepas dari Judi Online, Bukan Memberikan Bansos

Nasional
Soal Duet Anies dan Kaesang, PKS: Status Anak Jokowi Belum Tentu Jadi Nilai Tambah

Soal Duet Anies dan Kaesang, PKS: Status Anak Jokowi Belum Tentu Jadi Nilai Tambah

Nasional
Kepala BNPT Apresiasi Densus 88 yang Proaktif Tangkap Residivis Teroris di Cikampek

Kepala BNPT Apresiasi Densus 88 yang Proaktif Tangkap Residivis Teroris di Cikampek

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com