Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Desa di Pulau Gunung Ruang Tak Boleh Lagi Dihuni, Semua Warga Bakal Direlokasi

Kompas.com - 15/05/2024, 10:48 WIB
Tria Sutrisna,
Icha Rastika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Seluruh warga di Desa Laingpatehi dan Desa Pumpe yang berada di Pulau Gunung Ruang, Sulawesi Utara akan direlokasi ke desa di pulau lain.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Mahari menyampaikan, para warga tidak boleh lagi tinggal di dua desa tersebut karena sangat rawan terdampak erupsi Gunung Ruang.

"Masyarakat yang ada di Pulau Gunung Ruang sendiri itu semuanya akan kami relokasi. Jadi yang di Gunung Api Ruang itu ada dua desa, semuanya akan direlokasi," ujar Abdul dalam keterangannya, Rabu (15/5/2024).

Baca juga: Aktivitas Gunung Ruang Mulai Turun, Statusnya Jadi Level III Siaga

Menurut Abdul, BNPB bersama pemerintah daerah sudah membahas rencana relokasi tersebut. Hasil pembahasannya juga telah disampaikan ke Presiden Joko Widodo.

Nantinya, pemerintah akan membangun permukiman baru di daerah Bolaang Mongondow selatan, untuk warga Desa Pumpe dan Desa Laingpatehi yang bersedia direlokasi.

"Di Desa Modisi itu akan dibuat permukiman baru untuk mereka yang dipindahkan dari Pulau Gunung Ruang, sekaligus nanti diberikan lahan pertaniannya untuk mata pencaharian," ujar Abdul.

"Dan buat mereka yang kemudian berprofesi sebagai nelayan, ini juga lokasinya dekat dengan pinggir laut. Sehingga tetap bisa menjalankan profesi tersebut," ucap Abdul.

Abdul mengatakan, untuk warga Pulau Gunung Ruang yang tidak bersedia direlokasi ke Desa Modisi, Kecamatan Bolaang Mongondow selatan, hanya akan mendapatkan kompensasi uang.

"Misalkan mereka punya tanah, atau saudara di Tagulandang, itu akan mendapat skema penggantian. Kalau rusak berat Rp 60 juta per kepala keluarga. Tapi secara otomatis hak mereka mendapatkan full rumah dan tanah itu hilang," kata dia.

Baca juga: Permudah Koordinasi Bencana, Gubernur Sumbar Berkantor di Bukittinggi

Pada 16 April 2024 pukul 10.00 WITA, tingkat aktivitas Gunung Ruang sempat dinaikan dari level I atau normal ke level II waspada.

Eskalasi gempa vulkanik dalam masih berlangsung dan pada 16 April 2024 pukul 13.37 WITA.

Erupsi intensitas lemah kemudian teramati dengan muncul warna asap putih tebal. Tingkat aktivitas Gunung Ruang kemudian dinyatakan naik dari level II ke Level III atau Siaga pada 16 April pukul 16.00 WITA.

Aktivitas seismik semakin meninggi dengan diikuti erupsi pada 17 April 2024 pukul 21.00 WITA. Tingkat aktivitas pun dinaikan dari level III ke level IV atau Awas.

Baca juga: AHY Siapkan Lahan Perkebunan bagi Korban Erupsi Gunung Ruang

Erupsi eksplosif terjadi pada pukul 21.45 WITA dengan estimasi tinggi kolom erupsi mencapai 2.000 meter dari puncak.

Erupsi juga kembali terjadi pada 18 April sekitar pukul 01.08 WITA dengan ketinggian kolom erupsi mencapai 2.500 meter disertai suara gemuruh serta dentuman.


Pada 30 April pukul 01.15 WITA, erupsi kembali terjadi diawali dengan gempa yang terasa sampai pulau Tagulandang.

Tingkat aktivitas yang sebelumnya sudah turun ke level III, kembali naik ke Level IV pada pukul 01.30 WITA.

Baca juga: Relokasi Warga Terdampak Erupsi Gunung Ruang Masih Proses Perhitungan

Hujan batu kemudian terjadi pada pukul 02.32 WITA. Erupsi ini berlangsung hingga pukul 04.30 WITA.

Peristiwa gempa dan erupsi ini terekam pada seismograf di beberapa Pos PGA seperti di Gunung Karangetang, Gunung Awu, Gunung Tangkoko, Gunung Soputan, dan Gunung Gamalama.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Jemaah Haji dengan Risiko Tinggi dan Lansia Diimbau Badal Lontar Jumrah

Jemaah Haji dengan Risiko Tinggi dan Lansia Diimbau Badal Lontar Jumrah

Nasional
Idul Adha, Puan Maharani: Tingkatkan Kepedulian dan Gotong Royong

Idul Adha, Puan Maharani: Tingkatkan Kepedulian dan Gotong Royong

Nasional
Timwas Haji DPR: Tenda Jemaah Haji Indonesia Tidak Sesuai Maktab, Banyak yang Terusir

Timwas Haji DPR: Tenda Jemaah Haji Indonesia Tidak Sesuai Maktab, Banyak yang Terusir

Nasional
Sikap Golkar Ingin Ridwan Kamil Maju di Pilkada Jabar Ketimbang Jakarta Dinilai Realistis

Sikap Golkar Ingin Ridwan Kamil Maju di Pilkada Jabar Ketimbang Jakarta Dinilai Realistis

Nasional
Masalah Haji Terus Berulang, Timwas Haji DPR Usulkan Penbentukan Pansus

Masalah Haji Terus Berulang, Timwas Haji DPR Usulkan Penbentukan Pansus

Nasional
Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Jemaah Haji Diimbau Tak Lontar Jumrah Sebelum Pukul 16.00

Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Jemaah Haji Diimbau Tak Lontar Jumrah Sebelum Pukul 16.00

Nasional
Wapres Ma'ruf Dorong Kegiatan Kurban Terus Dijaga, Sebut Warga Non-Muslim Ikut Berkurban di Masjid Istiqlal

Wapres Ma'ruf Dorong Kegiatan Kurban Terus Dijaga, Sebut Warga Non-Muslim Ikut Berkurban di Masjid Istiqlal

Nasional
Semarak Perayaan Idul Adha 1445 H, DPC PDIP di 38 Daerah Jatim Sembelih Hewan Kurban

Semarak Perayaan Idul Adha 1445 H, DPC PDIP di 38 Daerah Jatim Sembelih Hewan Kurban

Nasional
Pelindo Petikemas Salurkan 215 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Pelindo Petikemas Salurkan 215 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Nasional
Gus Muhaimin: Timwas Haji DPR Sampaikan Penyelenggaraan Haji 2024 Alami Berbagai Masalah

Gus Muhaimin: Timwas Haji DPR Sampaikan Penyelenggaraan Haji 2024 Alami Berbagai Masalah

Nasional
DPD PDI-P Usulkan Nama Anies di Pilkada Jakarta, Ganjar: Seandainya Tidak Cocok, Tak Usah Dipaksakan

DPD PDI-P Usulkan Nama Anies di Pilkada Jakarta, Ganjar: Seandainya Tidak Cocok, Tak Usah Dipaksakan

Nasional
Kolaborasi Pertamax Turbo dan Sean Gelael Berhasil Antarkan Team WRT 31 Naik Podium di Le Mans

Kolaborasi Pertamax Turbo dan Sean Gelael Berhasil Antarkan Team WRT 31 Naik Podium di Le Mans

Nasional
Dorong Pembentukan Pansus, Anggota Timwas Haji DPR RI Soroti Alih Kuota Tambahan Haji

Dorong Pembentukan Pansus, Anggota Timwas Haji DPR RI Soroti Alih Kuota Tambahan Haji

Nasional
Timwas Haji DPR Desak Pembentukan Pansus untuk Evaluasi Penyelenggaraan Haji secara Menyeluruh

Timwas Haji DPR Desak Pembentukan Pansus untuk Evaluasi Penyelenggaraan Haji secara Menyeluruh

Nasional
Puan Sebut DPR Akan Bentuk Pansus Haji, Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024

Puan Sebut DPR Akan Bentuk Pansus Haji, Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com