Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Program "DD Farm" Bantu Hidup Meltriadi, dari Mustahik Jadi Peternak

Kompas.com - 13/05/2024, 18:43 WIB
Nethania Simanjuntak,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dompet Dhuafa terus berupaya membantu perekonomian masyarakat, khususnya mereka yang berada di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).

Seperti diketahui, Kabupaten Solok merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan langsung dengan Padang. Kabupaten ini dikenal dengan keindahan alam berupa sungai dan danau, serta pusat produksi padi di Sumbar.

Salah satu upaya yang dilakukan Dompet Dhuafa dengan menggelar pertemuan sosialisasi mengenai program Peternakan Dompet Dhuafa atau biasa dikenal dengan DD Farm kepada warga setempat. Pertemuan ini berisikan ajakan untuk menjalankan program DD Farm.

Meltriadi (43), salah satu warga asli Solok yang dulunya bekerja sebagai tukang pencari kayu, kini telah mengubah nasibnya sejak mengikuti sosialisasi tersebut.

Baca juga: Lewat Pesantren Gemilang, Dompet Dhuafa Ajak Donatur Lansia Jalin Silaturahmi dan Saling Memotivasi

Awalnya, ia sempat ragu dengan model bantuan DD Farm yang dinilainya bersifat sementara dan tidak berjalan semestinya.

“Biasanya kalo ada bantuan, kadang dari pemerintah, programnya akan jalan jika bantuannya datang. Kalau nggak datang, nggak akan jalan programnya. Awalnya saya nggak aktif mengikuti sosialisasi tersebut," tutur dia.

Sampai akhirnya, sebutnya, dia bertemu dengan Dompet Dhuafa lewat program DD Farm yang berkelanjutan.

Meltriadi mengungkapkan, dirinya sudah bergabung dengan DD Farm sejak 2019. Tak jarang, ia dan kedua temannya seringkali mendapat amanah untuk mengurus bibit dan kandang beserta hewan kurban khususnya domba.

Sejak 2019 sampai sekarang, banyak sekali tantangan dan rintangan yang dihadapi oleh Meltriadi. Salah satunya, berhadapan dengan jumlah peminat domba yang sedikit.

Tak mau larut dalam kesedihan, ia dan pengurus kandang lainnya memutuskan untuk mulai mengembangbiakkan sapi dengan jumlah awal 40 ekor.

Meltriadi mengungkapkan rasa syukur atas pekerjaan barunya dan berusaha untuk memanfaatkan dana zakat donatur sebaik mungkin. Ia berharap apa yang dikerjakan bisa bermanfaat bagi warga sekitar.

Dia berujar, Dompet Dhuafa sangat membantunya. Sebab, pengurus ternak sekarang sudah ada 10 orang dari yang sebelumnya hanya tiga orang. Warga pun mendapatkan pekerjaan

“Saya merasa harus memanfaatkan dengan baik, karena ini zakat. Kalau saya menyalahgunakan, takutnya dosa. Saya berharap, semoga orang yang belum pernah dapat daging kurban, saat Idul Adha 1444 H, harus dapat. Harus merasakan hasil ternak binaan Dompet Dhuafa,” ujarnya.

Sebagai informasi, DD Farm merupakan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan edukasi peternakan sekaligus sebagai wadah distribusi hewan kurban di daerah-daerah pelosok Indonesia.

Tujuannya, agar warga yang membutuhkan atau mustahik juga bisa merasakan daging kurban dan tercipta lapangan kerja bagi warga sekitar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

MUI Tegaskan Judi Online Haram dan Merusak Moral Masyarakat

MUI Tegaskan Judi Online Haram dan Merusak Moral Masyarakat

Nasional
Anies, PDI-P, dan PKS Disebut Perpaduan 'Powerful' pada Pilkada Jakarta

Anies, PDI-P, dan PKS Disebut Perpaduan "Powerful" pada Pilkada Jakarta

Nasional
PKS Dianggap Serius Kaji Tawaran Koalisi Prabowo, Tak Usung Anies di Jakarta

PKS Dianggap Serius Kaji Tawaran Koalisi Prabowo, Tak Usung Anies di Jakarta

Nasional
Siapa Teken Keppres Pemindahan Ibu Kota, Jokowi atau Prabowo?

Siapa Teken Keppres Pemindahan Ibu Kota, Jokowi atau Prabowo?

Nasional
Pakar Anggap PDI-P 'Bunuh Diri' jika Usung Anies pada Pilkada Jakarta

Pakar Anggap PDI-P "Bunuh Diri" jika Usung Anies pada Pilkada Jakarta

Nasional
Pimpin Rapat Progres Kerja INA Digital, Menpan-RB Anas Tekankan Percepatan Kinerja

Pimpin Rapat Progres Kerja INA Digital, Menpan-RB Anas Tekankan Percepatan Kinerja

Nasional
Hasto PDI-P Sebut Risma Belum Ditugaskan untuk Maju pada Pilkada Jatim

Hasto PDI-P Sebut Risma Belum Ditugaskan untuk Maju pada Pilkada Jatim

Nasional
Psikolog Forensik Beberkan Dugaan Pelanggaran Etik dalam Penyidikan Kasus 'Vina Cirebon'

Psikolog Forensik Beberkan Dugaan Pelanggaran Etik dalam Penyidikan Kasus "Vina Cirebon"

Nasional
Upaya Polri Perangi Judi “Online”, Bandar Dijerat TPPU hingga Buka “Hotline”

Upaya Polri Perangi Judi “Online”, Bandar Dijerat TPPU hingga Buka “Hotline”

Nasional
Pihak Pegi Setiawan Laporkan Penyidik Polda Jabar ke Propam, Polri: Kami Tak Jawab Dulu

Pihak Pegi Setiawan Laporkan Penyidik Polda Jabar ke Propam, Polri: Kami Tak Jawab Dulu

Nasional
Penculikan Aktivis '98 dan Para Orangtua yang Wafat dalam Penantian...

Penculikan Aktivis '98 dan Para Orangtua yang Wafat dalam Penantian...

Nasional
[POPULER NASIONAL] PDI-P Ingin Usung Kader Sendiri di Pilkada Jakarta | Jemaah Haji Plus Asal Jakarta Terkatung-katung di Mina

[POPULER NASIONAL] PDI-P Ingin Usung Kader Sendiri di Pilkada Jakarta | Jemaah Haji Plus Asal Jakarta Terkatung-katung di Mina

Nasional
Tanggal 25 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 25 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 24 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 24 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Polri Sebut Mayoritas Judi Online Dioperasikan dari Mekong Raya

Polri Sebut Mayoritas Judi Online Dioperasikan dari Mekong Raya

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com