Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kecelakaan Bus di Subang, Kompolnas Sebut PO Bus Bisa Kena Sanksi jika Terbukti Lakukan Kesalahan

Kompas.com - 13/05/2024, 13:43 WIB
Novianti Setuningsih

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen (Purn) Pudji Hartanto Iskandar meninjau langsung lokasi kecelakaan bus rombongan SMK Lingga Kencana di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat pada Senin (13/5/2024).

Usai melakukan peninjauan, Pudji meminta agar dilakukan penanganan lanjutan yang serius agar peristiwa kecelakaan seperti ini tidak terjadi lagi.

"intinya kita melihat bagaimana penanganan selanjutnya itu untuk bisa diambilkan sebagai suatu momen agar yang akan datang itu tidak terulang lagi. Jangan kita sebagai hanya pemadam kebakaran saja, terus kemudian selesai,” kata Pudji dilansir dari Kompas TV, Senin.

Kemudian, dia juga meminta agar Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) dan Korlantas Polri melakukan sinergi dengan stakeholder terkait agar peristiwa kecelakaan tidak terjadi lagi pada bus pariwisata.

Baca juga: KNKT Investigasi Kecelakaan Bus Rombongan Siswa di Subang, Fokus pada Kelayakan Kendaraan

Lebih lanjut, Pudji mengatakan, pihak perusahaan otobus (PO) bisa dikenakan sanksi apabila terbukti melakukan kesalahan.

“Sesuai Undang-Undang yang berlaku akan kita saksi tegas tanpa pandang bulu agar menjadi efek jera buat PO bus lainnya agar tidak sembarangan menyulap bus tua dengan casing baru,” ujar Pudji dikutip dari Tribunnews, Senin.

Pudji mengungkapkan, berdasarkan investigasi terhadap bangkai bus, ternyata bus milik PO Trans Putera Fajar tersebut adalah bus tua yang disulap dengan casing baru.

Kemudian, bahan yang dipakai untuk mengubah bus menjadi high decker tidak sesuai spesifikasi sehingga tidak tahan benturan.

“Ditelisik lebih jauh, bus PO Trans Putera Fajar yang mengalami kecelakaan tersebut ternyata masa berlaku KIR-nya telah habis sejak 6 Desember 2023. Hal ini diketahui dari data yang tercantum pada aplikasi MitraDarat milik Direktorat Jenderal Perhubungan Darat,” kata Pudji.

Baca juga: Keluarga Korban Kecelakaan Bus Pariwisata SMK Lingga Kencana Terima Santunan Rp 60 Juta

Selain itu, dari data yang sama diketahui bahwa bus dengan bodi Jetbus3 itu menggunakan sasis yang sudah tua.

“Sasis yang diuganakan adalah Hino AK1JRKA produksi tahun 2002-2006. Berarti mobil ini menggunakan sasis sudah berumum 18 hingga 21 tahun. Sudah sangat tua dan tak layak,” ujarnya.

Berikut link berita Tribunnews, https://m.tribunnews.com/amp/regional/2024/05/13/kompolnas-bongkar-fakta-kecelakaan-maut-di-ciater-subang-pudji-hasil-sulap

Kecelakaan diduga karena rem blog, 11 orang tewas

Diberitakan sebelumnya, satu dari tiga bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan di Jalan Raya Desa Palasari, Kecamatan Ciater Subang, Jawa Barat pada Sabtu, 11 Mei 2024, malam.

Saat melewati jalan menurun, bus tiba-tiba oleng ke kanan hingga menyebrangi jalur berlawanan dan menabrak mobil Daihatsu Feroza bernomor polisi D 1455 VCD.

Setelah menabrak mobil Feroza, bus terguling. Posisi ban kiri berada di atas, lalu bus tergelincir hingga menghantam tiga sepeda motor yang terparkir di bahu jalan.

Halaman:


Terkini Lainnya

Tanggal 30 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 30 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Soroti Ketimpangan, Megawati: Bisa Beli Handphone, tapi Risma Nangis Ada Juga yang Tinggal di Kandang Kambing

Soroti Ketimpangan, Megawati: Bisa Beli Handphone, tapi Risma Nangis Ada Juga yang Tinggal di Kandang Kambing

Nasional
Ganjar Pranowo: 17 Poin Rekomendasi Rakernas Beri Gambaran Sikap Politik PDIP

Ganjar Pranowo: 17 Poin Rekomendasi Rakernas Beri Gambaran Sikap Politik PDIP

Nasional
Sambut Pilkada 2024, Megawati Minta Kader PDIP Turun ke Akar Rumput

Sambut Pilkada 2024, Megawati Minta Kader PDIP Turun ke Akar Rumput

Nasional
Besok, Joice Triatman dan Pegawai di Nasdem Tower Jadi Saksi di Sidang SYL

Besok, Joice Triatman dan Pegawai di Nasdem Tower Jadi Saksi di Sidang SYL

Nasional
Bongkar Aliran Uang, KPK Bakal Hadirkan Istri, Anak dan Cucu SYL di Persidangan

Bongkar Aliran Uang, KPK Bakal Hadirkan Istri, Anak dan Cucu SYL di Persidangan

Nasional
Megawati: Posisi Politik PDI-P Selama Ini Diputuskan dalam Kongres Partai

Megawati: Posisi Politik PDI-P Selama Ini Diputuskan dalam Kongres Partai

Nasional
Soal Jatah Menteri untuk Demokrat, Wasekjen: Itu Hak Prerogatif Pak Prabowo...

Soal Jatah Menteri untuk Demokrat, Wasekjen: Itu Hak Prerogatif Pak Prabowo...

Nasional
Rekomendasi Rakernas Kelima PDI-P, Megawati Diminta Kesediaannya untuk Kembali Jadi Ketum

Rekomendasi Rakernas Kelima PDI-P, Megawati Diminta Kesediaannya untuk Kembali Jadi Ketum

Nasional
Pertamina Patra Niaga Terus Tertibkan Operasional SPBE

Pertamina Patra Niaga Terus Tertibkan Operasional SPBE

Nasional
Megawati: Ada yang Lama Ikut Katanya Ibu Menghina Sebut Kader, Tahulah Siapa...

Megawati: Ada yang Lama Ikut Katanya Ibu Menghina Sebut Kader, Tahulah Siapa...

Nasional
Pengamat: Permintaan Maaf PDI-P Atas Kadernya yang Melanggar Konstitusi untuk Tunjukkan Sikap Legowo

Pengamat: Permintaan Maaf PDI-P Atas Kadernya yang Melanggar Konstitusi untuk Tunjukkan Sikap Legowo

Nasional
Megawati: Sekarang Tuh Hukum Versus Hukum, Terjadi di MK, KPK, KPU

Megawati: Sekarang Tuh Hukum Versus Hukum, Terjadi di MK, KPK, KPU

Nasional
Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah Dukung Megawati Soekarnoputri Kembali jadi Ketua Umum PDIP

Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah Dukung Megawati Soekarnoputri Kembali jadi Ketua Umum PDIP

Nasional
Ditinggal Jokowi, PDI-P Disebut Bisa Menang Pileg karena Sosok Megawati

Ditinggal Jokowi, PDI-P Disebut Bisa Menang Pileg karena Sosok Megawati

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com